Menanam dan hobi berkebun

Berkebun di Halaman Rumah: Apa Manfaatnya untuk Lingkungan Kita?

Masa pandemi seperti sekarang ini pasti banyak Mamah yang jadi petani dadakan. Selain mengisi waktu luang dan membunuh kejenuhan Mamah di rumah, ternyata menanam tanaman pangan seperti sayuran, pohon buah, dan tanaman obat juga banyak manfaatnya untuk lingkungan, lho

1. Menurunkan suhu lingkungan sekitar (iklim mikro)

Photo by Markus Spiske on Unsplash

Untuk para Mamah yang tinggal di perkotaan, perlu tahu kalau kawasan perkotaan mengalami peningkatan suhu sebesar 0,6°C sampai 12°C dibandingkan dengan suhu kawasan sekitarnya. Hal ini disebabkan oleh elemen-elemen konkrit perkotaan, seperti aspal, tembok, dan permukaan plester menyerap panas matahari sehingga membuat suhu di atasnya meningkat.

Nah, ternyata, berkebun dapat membantu meregulasi temperatur rumah kita. Contohnya tanaman yang digantung di dinding, seperti yang kita lihat di vertical gardening, dapat mengurangi temperatur dinding hingga >2°C. Begitu juga dengan rooftop gardening yang ternyata bisa membantu mendinginkan interior dalam rumah kita.

Jadi, berkebun di rumah juga bisa membantu mengurangi penggunaan Air Conditioning kan. Dengan ini Mamah berkontribusi dalam konservasi energi juga.

2. Menambah permukaan resapan air hujan

Di perkotaan yang kebanyakan permukaan tanahnya tertutup material konkrit, tentu saja limpasan air hujan tidak dapat meresap ke dalam tanah dan akhirnya berakhir di saluran air. Mamah tentu tahu ya limpasan air hujan yang terlalu banyak akan menyebabkan banjir. Cadangan air tanah kita pun tidak dapat terisi ulang jika air tidak bisa meresap ke dalam tanah.

Untuk Mamah yang masih memiliki lahan berkebun berupa permukaan tanah, kebun Mamah bisa membantu menyerap limpasan air hujan. Dibandingkan dengan lahan yang tidak ditanami, air hujan akan lebih banyak diserap lahan yang dipakai berkebun, karena akar tanaman membantu permukaan tanah menjadi lebih porus dan mempermudah masuknya air ke dalam tanah.

3. Membantu mengurangi polutan udara

Kalau pohon besar di taman-taman kota pasti banyak dari kita sudah paham akan manfaatnya menyaring polusi dan menghasilkan oksigen yang signifikan bagi warganya. Tapi bagaimana kalau tanaman dan pohon kecil yang ada di halaman kita? Apa mereka juga memiliki manfaat yang sama?

Walaupun penyaringan udara dari tanaman di halaman kita tentu tidak sebesar pohon rindang di taman kota, ternyata tanaman-tanaman ini cukup membersihkan udara sekitar rumah kita. Selain membersihkan udara, tanaman-tanaman ini juga membersihkan polutan di tanah, juga mengurangi polusi suara.

4. Mengurangi jejak karbon yang berasal dari makanan

Photo by Elaine Casap on Unsplash

Makanan yang setiap hari kita konsumsi bisa jadi rantai pasoknya sangat panjang karena tidak diproduksi lokal. Mereka harus melewati berbagai macam moda transportasi untuk sampai ke rumah kita. Oleh karena itu, makanan yang kita makan sehari-hari menambah jejak karbon rumah tangga kita. Jejak karbon sendiri adalah total emisi gas rumah kaca (karbon dioksida ekuivalen) yang secara langsung maupun tidak langsung dihasilkan oleh satu individu atau rumah tangga.

Berkebun tanaman pangan, walaupun tidak menutupi seluruh kebutuhan pangan kita, tetap berkontribusi mengurangi jejak karbon kita yang berasal dari makanan. Selain itu kalau kita menanam tanaman pangan sendiri pasti akan jauh lebih sehat, ya, Mamah. Terlebih lagi kalau menanam tanaman pangan memakai sistem hidroponik, Mamah juga mengurangi penggunaan air hingga 90% dari sistem tanam biasa.

Kesimpulan

Nah, mungkin para Mamah berpikir ‘kan kebun kita kecil-kecil, memangnya bisa membuat perubahan untuk lingkungan?’. Signifikansi manfaat dari berkebun skala rumah tangga memang tidak besar, tapi coba bayangkan kalau ada beribu-ribu rumah yang melakukan hal yang sama, anggap saja kita sedang urunan berkontribusi bagi lingkungan sekitar. Bagaimana, Mah? Makin semangat berkebun?

Default image
Gesti Saraswati
Articles: 1

2 Comments

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: