Kembali lagi bersama dengan Tantangan Blogging Mamah Gajah Ngeblog! memasuki pertengahan tahun ini tantangan dibuka dengan topik “Gap/Perbedaan” oleh Mamah Host Jade Sjafrecia Petroceany yang biasa menulis di www.jsplife.wordpress.com.
***
Seringkali kita menemukan perbedaan antarbudaya, entah kebiasaan orang lain di sekitar kita, tanpa berusaha meruncing-runcingkan. Walaupun ada momen-momen menelan perbedaan dengan agak-agak gak ikhlas.
Sebuah konten dari Tahi Lalat yang membuat saya tersenyum dan berelasi dengan topik bulan ini adalah :

Di mana boomers dengan milenials sering kali bentrok dan cek-cok karena urusan yang kayaknya sederhana tetapi sebenarnya gak sederhana-sederhana amat.
Bulan ini, saya ingin mengajak Mamahs untuk melihat perbedaan antargenerasi, antardekade, antarzaman, antarletakgeografis, antarperbedaanwaktu dan lain sebagainya.
Dalam sebuah kumpulan narasi Light in Gaza misalnya, saya melihat para penulis hendak menyampaikan: bedaaaa sekali ternyata kehidupan di dalam Gaza dengan Tepi Barat, Jerusalem dan tempat-tempat lain di Palestina. Maka suara-suara berbeda itu perlu keluar dan jernih terdengar. Agar kita semua punya dapat berkontribusi menyuarakan genosida yang terjadi di kejauhan.
Baru-baru ini, saya juga mendapatkan kesempatan nonton bareng Pesta Babi. Ehem, iya, film yang banyak dibubarkan itu, kalau ketahuan. Selain bisa menyoroti fenomena nobar bubar dan nobar santai, saya juga jadi bisa punya referensi yang cukup, iya cukup ngeri, kalau pelanggaran tidak hanya terjadi jauh di Jazirah Arab, tetapi juga di tanah Papua.
Lebih jauh, di salah satu diskusi, dibahas bagaimana ternyata jauh di belakang Pak Karno dan Bung Hatta sudah punya gap analisis sendiri tentang aneksasi Papua Barat. Boleh banget kalau Mamah punya pemikiran untuk membenturkan para pemikir, filusuf atau teori yang beda antar satu ahli dengan ahli lainnya dan menyempilkan pendapat Mamah di dalamnya.
Misalnya lagi, saat ada pertanyaan, “Pesta Babi bisa ditonton anak-anak gak sih?” Kami, para orang tua yang mukanya sudah pusing, sakit hati, marah dengan kelindan yang disampaikan pada film dokumenter itu, bakalan punya reaksi yang beda. Lagi-lagi dengan pola, kebiasaan dan nature parenting yang berbeda. Ada yang serta merta, “Harus… nyesel malah gak ajak anak-anak!” Tetapi ada juga yang, “Ini belum bisa sampai ke anak yang belum punya modal dasar rasa aman, konsep negara, konsep geografis dan lain sebagainya sebagai background knowledge yang membentuk wisdom mereka.” Beda lagi. Gap!
Hal ini boleh banget Mamah sampaikan.
Saya ingat, gen Alpha di rumah kami saat lebih kecil dulu menolak sikat gigi sebelum tidur😅.
Sebagai gen Alpha yang semuanya ditanya dan semuanya perlu perjelasan serta tidak menerima ‘I told you so!’ si Gadis cilik menghighlights dengan perbandingan, “Memangnya orang purba juga sikat gigi?”
Nah lo! 😆😆😆
Malam-malam, sudah mau tidur pun gen Milenials ini, masih dapat pertanyaan begini.
Atau kalau di rumah orang tua, saya dituntut untuk bantu-bantu. Antara saya sebagai si Kakak dan saya sebagai anak perempuan satu-satunya. Sementara saat menikah dan datang ke keluarga suami–jadi menantu, lain lagi urusannya. Ibu mertua saya tidak suka dibantu beberes. Karena beliau punya spesifikasi tersendiri untuk beberes dan kebersihan. Jadi saya diminta santai. Kalau butuh bantuan, beliau akan bilang. Di rumah orang tua, kelakuan saya duduk-duduk begitu, akan kena laknat. Sementara kalau bantu-bantu Ibu mertua tanpa seizin beliau, itulah laknat. Gap oh gap yang sering saya anggap bonus setelah “bekerja keras” di keluarga sendiri😆
Maka, bulan ini jadi menarik untuk mengangkat perbedaan/gap. Ya ilmu pengetahuan, ya pengalaman, ya pola bertahan, ya kebiasaan, ya budaya.
Bukan, bukan untuk meruncing-runcingkan perbedaan. Tetapi untuk melihat harmoni dalam kehidupan. Melihat berbagai sudut pandang. Menambah lapisan baru lagi dalam hidup.
***
Menarik ya temanya? yuklah ikutan jangan sampai terlewat lagi ya Mah!
I. Ketentuan Umum Tantangan Blogging MGN
- Peserta telah menjadi anggota Mamah Gajah Ngeblog dan mengisi formulir pendaftaran anggota.
- Peserta menulis tulisan blog sesuai dengan tema Tantangan Blogging bulanan MGN yang telah ditentukan.
- Peserta hanya bisa menyetor tautan tulisan yang berisi ketentuan lengkap Tantangan MGN.
- Tulisan minimal berjumlah 500 kata dan maksimal 17845 kata.
- Periode menulis dari tanggal 5 hingga 20 Juni 2026 (Pukul 23.59 WIB)
- Memberikan tautan ke halaman ini di pada teks ‘Tantangan Blogging Mamah Gajah Ngeblog’.
- Menaruh banner Tantangan Blogging MGN 2026 dalam artikel. Unduh di sini.
- Mengisi formulir setoran Tantangan Blogging MGN. Jika terkendala mengisi form di bawah, bisa mengisi melalui tautan ini.
- Peserta mengutamakan mengisi formulir setoran, kemudian mengisi list blogwalking di dalam grup Whatsapp Mamah Gajah Ngeblog
- Tanggal 21-25 Juni 2026 periode voting 4 kategori (relatable, unik, enak dibaca dan populer)
- Juara favorit dihitung dari total 3 kategori (relatable, unik, dan enak dibaca)
- Juara favorit pilihan Mamah Host, sesuai dengan penamaannya, tulisan yang dipilih khusus secara independen oleh Mamah Host.
- Peserta dipersilahkan membagikan/mengkampanyekan pada umum untuk memilih tulisannya dalam form voting agar terpilih sebagai tulisan populer. Tulisan populer akan dihitung setiap tiga bulan sekali.
II. Hadiah Tantangan Blogging
- 5 Penyetor Tercepat mendapatkan badge menarik
- 10 Penyetor Tercepat mendapat tambahan poin, maksimal pengumpulan adalah 5 hari (9 Juni 2026). Lima penyetor pertama akan memperoleh poin setara 3 votes dan 5 penyetor selanjutnya memperoleh poin setara 2 votes
- 10 Juara Favorit yang terpilih mendapatkan badge menarik
- 5 Mamah juara lainnya mendapatkan badge masing-masing sesuai kategorinya
- Konsisten menyetor artikel Tantangan Blogging MGN per bulan mendapatkan E-certificate setahun
- Mamah Host yang rajin mendapatkan badge menarik
III. Penutup
Ehem, meskipun Mamah Host sudah lebih dari tiga bulan tidak mengikuti tantangan di MGN–sengaja tiga bulannya ditulis tebal–harapannya Mamah tidak ikutan-ikutan tergelitik untuk membagikan hal-hal pernah, sedang atau akan menjadi gap di dalam hubungan antarindividu, antarkelompok, hubungan romantis maupun hubungan tidak romantis.
Jangan bingung-bingung Mah, langsung saja tuangkan pemikiranmu dalam tulisan. Ingat untuk ikut tantangan saja sudah suatu kemenangan.
Semangat Mamah!





