E-book ke-3 MGN: Landmark Kota yang Pernah/Ingin Dikunjungi, Sudah Terbit!

Mamah Gajah Ngeblog dengan bangga mempersembahkan e-book ketiga dengan judul Landmark Kota yang Ingin/Pernah Dikunjungi . E-book Landmark Kota ini berisi 19 tulisan tentang landmark kota di dalam dan luar negeri dari Mamah Gajah Ngeblog. Baca yuk keseruan acara Mamah Gajah Ngariung dalam rangka launching e-book ke-3 ini!

Mamah Gajah Ngeblog dengan bangga mempersembahkan e-book ketiga dengan judul Landmark Kota yang Ingin/Pernah Dikunjungi . E-book Landmark Kota ini berisi 19 tulisan tentang landmark kota di dalam dan luar negeri dari Mamah Gajah Ngeblog.

Kisah-kisah yang ada merupakan hasil dari kegiatan Tantangan Mamah Gajah Ngeblog di bulan April 2023. Setelah melewati penyuntingan dan proses layout yang dikerjakan bersama-sama, akhirnya buku ini bisa dibaca untuk semua.

Sudah hadir e-book ke-3 dari Mamah Gajah Ngeblog

Pengantar dari Mamah Host

Seperti yang kita tahu, di dunia ini banyak sekali tempat-tempat indah, baik yang sudah ramai dikenal khalayak maupun yang masih tersembunyi dan jarang didengar orang. Kata “landmark” mempunyai arti, yang mengutip dari Thomas Gordon Cullen, yaitu simbol yang dibuat menarik secara visual dan ditempatkan pada tempat yang menarik perhatian, biasanya mempunyai bentuk unik dan monumental serta terdapat perbedaan skala dalam lingkungannya.

Landmark yang terkenal secara domestik contohnya Monas atau Monumen Nasional yang identik dengan kota Jakarta. Bahkan landmark tersebut sampai dijadikan sebagai lambang pemerintahan Provinsi DKI Jakarta. Untuk landmark yang terkenal secara internasional, tentu sudah banyak dari kita yang tahu atau bahkan sudah pernah mengunjunginya, antara lain Menara Eiffel di Paris, Prancis, atau Menara Miring Pisa di kota Pisa, Italia.

Namun selain itu, pasti masih banyak landmark yang indah dan megah yang masih jarang terdengar orang. Seperti Visby Domkyrka, sebuah katedral indah yang berada di kota Visby, Swedia, yang menjadi tempat ter-bucket list versi MGN. Atau ada juga Istana Versailles yang ternyata menyimpan kisah sedih Marie-Antoinette di dalamnya. 

Bila lebih memilih untuk berjalan-jalan di dalam negeri, kita pun bisa melihat berbagai mercusuar yang ternyata terdapat di berbagai kota di Indonesia. Jadi bukan hanya ada di drama Korea Hometown Chachacha saja, hehe. Ketika sedang pulang atau mudik ke kampung halaman pun, biasanya ada berbagai landmark yang menjadi ciri khas kota tersebut dan menjadi objek pariwisata lokal. 

Jika ada “pintu kemana saja”-nya Doraemon, mungkin setiap minggu kita dapat mengunjungi tempat-tempat tersebut secara bergantian sesuka hati. Namun kali ini, biarlah kita mengunjungi landmark-landmark tersebut melalui buah pena para Mamah MGN melalui tantangan “Landmark yang Pernah atau Ingin Dikunjungi”. 

Selamat membaca dan bertualang lewat tulisan- tulisan menarik ini. 

Mamah Host

Ariesty Asikin

Tim Kreatif

Penulis: Dewi Laily Purnamasari, Yustika, Reisha Humaira,     Tri Wahyu Handayani, Irene Cynthia, May, Andina R., Risna, Ariesty Asikin, Dini Yudison,  Alfi P.A., Tera Harsa, Ilma H. Purnomo, Yulianti Haratulisanah, Restu Eka Pratiwi, Ririn Restu Adiati, Shanty Dewi Arifin, Sari Rochmawati, Zeneth Ayesha Thobarony

Penghimpun Naskah: Restu Eka Pratiwi 

Tata Letak: Andina R., Risna

Desain Sampul: Andina R.

Penyunting: Alfi P.A., Sri Nurilla F.

Terima Kasih

Alhamdulillah terciptanya e-book Landmark Kota yang Pernah/Ingin Dikunjungi ini tak lepas dari campur tangan banyak orang. Khususnya mamah-mamah yang bertemu di komunitas Mamah Gajah Ngeblog. Untuk itu saya ingin mengucapkan terima kasih untuk pihak-pihak ini:

  1. Tuhan Yang Maha Mengizinkan. Tentunya tidak akan ada e-book ini tanpa izin dan kuasa-Nya. Ketika saya memulai tantangan blogging MGN, tak pernah saya terpikir bisa akhirnya dijadikan e-book seperti ini. Terlebih sampai e-book ketiga. Allah Yang Maha Kuasa lebih tahu. 
  2. Mamah Admin Tantangan Restu dan Uril yang solid dalam menjalankan Tantangan Mamah Gajah Ngeblog hingga kini. Untuk ide-idenya terutama ide melibatkan mamah host tema agar tantangan blogging kita semakin berwarna. Banyak ide tulisan dari Mamah yang unik dan bahkan memengaruhi secara positif.
  3. Mamah Aity selaku mamah host tema ini. Tema Landmark tak pernah terpikirkan dan beda dari yang lain, tetapi sangat menarik dibahas, khususnya untuk Mamah yang senang traveling juga mengagumi arsitektur.
  4. Mamah Alfi selaku mamah ketua e-book yang penuh semangat, gigih dan tanggap merampung- kan e-book ini. Alhamdulillah sekali di tangan Teh Alfi e-book ini cepat rampung dan tidak cuma wacana saja. Merci, Mamah Alfi! 
  5. Mamah Uril yang kali ini ikut membantu Mamah Alfi menyunting tulisan-tulisan Mamah. Nuhun ya Teeh. 
  6. Mamah Dewi dan Mamah Risna selaku mamah admin. Mamah Dewi yang menggagaskan sistem penulisan e-book mandiri per penulis/blogger/ mamah sehingga penciptaan e-book ini jadi lebih praktis dan mudah. Mamah Risna yang memberikan banyak ilmu dalam teknik penggunaan aplikasi penulisan e-book ini.
  7. Semua Mamah MGN yang ikut serta tantangan ini maupun yang menyetorkan untuk e-book ini. Komitmen dan rasa solidaritas untuk ikut tantangan dan terlibat dalam penyusunan e-book tentu membutuhkan energi dan waktu Mamah semua yang tentunya suka “dihiasi” dengan kebutuhan anak-anak dan keluarga. Untuk juga memeriksa tulisan sendiri agar layak dimasukkan e-book, tentu beda rasa dan usaha dibandingkan dengan tayang di blog sendiri. Terima kasih atas komitmen dan usahanya merampungkan segala sesuatunya.
  8. Keluarga dan pengalaman mamah-mamah yang ikut serta tulisannya di e-book ini sehingga dijadikan bahan tulisan. Siapa yang tahu bahwa tulisan itu bisa dimasukkan e-book dan bahkan mempermudah hidup mamah yang lain?
  9. Keluarga besar ITB Motherhood yang memungkin-kan Mamah Gajah Ngeblog hadir di antara subgrup-subgrup lainnya. Semoga semua anggota tetap saling support dan menguatkan. 

Semoga e-book ini bisa memberikan banyak manfaat dan inspirasi untuk semua. Aamiin.

Andina R.

Koordinator Admin MGN

Keseruan Mamah Gajah Ngariung

Ngariung dalam rangka launching E-book ke-3 MGN ini dilaksanakan Senin, 24 Juni 2024 pukul 15.30. Iya jam sibuk-sibuk Mamahs. Namun, itulah hasil polling di grup Telegram MGN. Jadi ya, ceritanya lucu-lucu ada Mamah yang sambil nyetir antarkota-antarpropinsi,

Mamah yang lagi santai pas baru masuk rumah dan selonjoran, Mamah yang baru mendarat, Mamah yang sempet tampil mode incognito, Mamah yang di tengah jam mandi anak yang baru sembuh masuk angin, dan tentu saja Mamah-mamah yang sibuk cari dinding kosong buat background biar gak keliatan-keliatan banget kapal pecahnya rumah. Relate ya, Mah?

Kenalan lagi yuk biar makin sayang

Ngariung daring gak kalah seru dari ngariung luring

Kali ini yang didaulat menjadi host adalah Mamah Risna, oh sudah pasti belum mulai saja vibesnya sudah seru, sambil kami semua punya waktu untuk mencoba-coba fitur di video chat telegram. Maklum sudah lama video chat ini gak dipakai, Mah.

Namanya juga ngariung, apa lagi isinya kalau bukan ngobrol dan heureuy. Mamah Risna sebagai host mulai dengan meminta Mamah-mamah memperkenalkan diri lagi. Meskipun ya, sudah pada kenal juga lewat ketikan masing-masing yang lewat pandangan layar untuk dibaca ceritanya.

Siapa yang mulai duluan? Mamah Risna dong sebagai host. Habis itu, Mamah diminta bergiliran menyebutkan nama, jurusan, angkatan dan domisili, based on abjad! Mamah Andin sudah duluan mantengin giliran dan diperkenalkan Mamah Risna sebagai inisiator MGN yang konsisten.

Berikutnya Mamah Alfi, sang editor e-book ke-3 MGN ini. Yang Mamah Risna setengah mati menahan biar gak banyak nanya dulu, disimpan sampai sesinya Mamah Alfi nanti. Hehe. Setelahnya, kami semua baru sadar. Kan N dan L duluan huruf L. Harusnya Mamah Alfi duluan ini gilirannya, baru Mamah Andina. Memang Mamah Risna paling jago membawa suasana ngikik terus berlanjut.

Setelahnya giliran Mamah Dewi yang ternyata lagi nyetir. Saya deg-degan waktu Mamah Risna mengurut kacang abjad sampai di J. Wah, masih dalam mode speaker sayup-sayup nama saya dipanggil dan kedengeran dari kamar mandi. Jadilah segera menuju ke ponsel yang terletak di rak kamar.

Mamah Risna yang disambung dengan Mamah Shanty, Mamah Alfi dan para mamah jadi sekalian interview sekaligus klarifikasi nama saya itu dibaca Jade (baca: jeid) atau ja-de (baca: ja-deh). Panjang dan lebar sampai Mamah Risna, dengan jeniusnya, mengusulkan ini jadi tema yang perlu ditulis di blog. Haha. Lalu waktu saya habis, karena tangisan anak memanggil-manggil.

Masih diupayakan dalam alfabetical order, Mamah Risna melanjutkan acara perkenalan sambil menyambut Mamah yang baru hadir. Juga diseling dengan mamah yang sebelumnya absen karena lagi jam “prime time”.

Uniknya, Mamah Risna dan Mamah Andina, meyakini suara Mamah Ririn mirip dengan suara Mamah Restu yang sebelumnya izin gak bisa hadir tepat waktu. Menurut Mamah berdua tadi, apa mirip gara-gara sama-sama berawal dari huruf R? Haha kami semuanya ngikik lagi. Memang harus begini sepertinya ya, pembicaraan receh yang jadi energizer buat para Mamah ngobrol ngalor-ngidul.

Ngariung kali ini juga merayakan Mamah Aity, mamah host tema ini yang come back ke Telegram setelah sekian lama. Yippey! Mamah Aity cerita tentang ide awal tema ini diangkat. Karena meskipun rasanya sudah mengubek-ubek kota, masih ada saja spot yang kita seperti baru tau, entah dari pengalaman yang dibagikan para Mamah ataupun sudut pandang (angle foto )yang cakep. Meskipun jadi buat kami semua tambah kabitaaa sambil berujar, “Berangkaaat yuk, Mah!”

Update dari Mamah Dewi yang baru mendarat roadtrip dengan Teteh, putrinya, akhirnya kami dengar. Maklum Teteh sedang musim liburan. Untuk keluarga Mamah Dewi yang petualang, diam di rumah sekian lama saat anak sedang libur rasanya seperti mati gaya karena dipanggil-panggil oleh sebuah kota di sebuah tempat di bagian bumi yang lain.

Sejalan dengan itu, para Mamah juga senyum-senyum melihat tim arsitek yang selain ada Mamah Dewi, ada juga Mamah Shanty dan Mamah Hani. Iya, Mamah Shanty yang hafal benar Mamah siapa, jurusan apa dan angkatan berapa, waktu kami ngomong tentang yang termuda di telegram grup MGN. Itu kali pertama saya tahu Mamah Shanty benar-benar punya catatannya.

Sementara itu Mamah Uril berbagi cerita tentang Khazakstan yang mulai menghangat. Persis saat ngariung juga semakin hangat, dekat ke detik-detik launching yang dijaga ketat oleh Mamah Risna dan Mamah Andina dengan countdown yang diperlihatkan di layar. Takut keliwatan karena asik ngobrol.

Saatnya, launching!

“5… 4… 3… 2… 1… ,” Seru para Mamah kompak.

Kami semua melihat e-book ini barengan di layar sambil nyengir-nyengir. Kelegaan jadi milik semua.

Mamah Risna memperlihatkan fitur-fitur canggih yang dimiliki e-book ke-3 ini, ada index kotanya di bagian belakang! Huhuy!

Kami juga mendengar cerita Mamah yang berbagi tentang hal lucu-lucu di balik penulisan tantangan menulis saat itu. Sebagai deadliners, Mamah Shanty mengusung tema unik. Saat itu sedang hype tema 9.9, jadilah tema ini juga yang dibawa Mamah Shanty dalam tulisannya. Meskipun di balik itu, Mamah Shanty masih punya kepinginan untuk punya foto dirinya sendiri di setiap landmark yang diulasnya. Baru nyadar belum ada.

Ngariung selalu istimewa karena mamah selalu bisa berbagi dan mendengar cerita istimewa. Seperti pengakuan Mamah Risna yang suka lupa angka, angkatan, bahkan umur. Ehehe kalau yang terakhir sih, mungkin saya juga. Mamah gitu juga gak?

Semua bisa bikin e-book

Cover e-book ke-3 ini dibuat oleh Mamah Andina. Idenya diambil dari foto 10 tulisan terbaik dan eye catching.

Diakui Mamah Alfi, progress e-book kali ini lebih sat-set karena selain sudah ada template yang dipersiapkan oleh para Mamah Admin, Mamah Alfi jadi makin paham cara kerja menyusun e-book. Kali ini, Mamah Alfi tidak sendirian menyunting, tetapi didampingi oleh Mamah Uril yang banyak mendapatkan ilmu baru dalam kepenulisan, termasuk onomatope. Seru ya, Mah.

Meskipun sudah ada template, masih saja ada kesalahan yang lazim terjadi seperti pada penulisan judul dalam teks, kesalahan tata bahasa sampai perkara tipo yang mungkin saja terjadi karena para mamah nulisnya malem-malem sambil kriyep-kriyep.

Walaupun ini terdengar seperti “sidang akhirnya” Mamah Alfi, wajahnya tetap sumringah penuh kebahagiaan karena tuntas sudah tugas beratnya tahun ini.

Mamah Risna yang sudah mengumpulkan pertanyaan mulai mengeluarkannya satu per satu. Sambil tetap mesem-mesem, Mamah Alfi menjelaskan setiap detailnya. Teriring pesan sponsor, “ditunggu versi resminya dalam tulisan di blog ya, Mamah Alfi.”

At the end of the day, selain naskah yang masuk, template dan konsep, membuat e-book ini ternyata do-able lho, Mah. Pesan Mamah Alfi sih ini ya, “Gak ada alasan gak bisa buat e-book.”

Bukan ngariung namanya kalau gak ada sesi foto-foto yang gak udah-udah.

Sampai jumpa di sesi ngariung MGN berikutnya. Selamat membaca e-booknya ya, Mah!

Jade Petroceany
Jade Petroceany
Articles: 3

One comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *