Eksfoliasi Kunci Kulit Glowing Hakiki

Wow, judulnya menunjukkan klaim yang sangat jumawa ya, Mah. Hehe. Padahal eksfoliasi bukan tahap yang wajib di basic skincare. Memangnya eksfoliasi tuh apa dan apa pengaruhnya buat kulit?

Yuk, kita bahas bareng, Mah!

Eksfoliasi adalah proses pengangkatan sel kulit mati dari permukaan kulit. Dengan melakukan eksfoliasi, sel kulit mati dan kulit kering akan terangkat. Pengangkatan sel kulit mati ini membantu proses peremajaan kulit sehingga kulit akan terlihat lebih cerah, tidak kusam, dan teksturnya akan lebih halus.

Melakukan eksfoliasi rutin juga sangat baik untuk sirkulasi yang dapat menstimulus produksi kolagen. Selain itu, kulit yang bersih dari sel kulit mati juga dapat menyerap produk perawatan dengan lebih baik. Kulit jadi glowing deh!

Terdengar sangat menjanjikan ya Mah. Jadi kapan sebaiknya melakukan eksfoliasi? Katanya sih lebih optimal dilakukan di pagi hari karena biasanya kulit melakukan regenerasi di malam hari dan menumpuk sel kulit mati, jadi sebaiknya kita angkat sel kulit mati ini keesokan paginya. Tapi ini tergantung sama kebiasaan dan produk yang dipakai masing-masing sih. Choose what’s best for you!

Seberapa sering kita harus eksfoliasi? Ini juga tergantung dari kebutuhan dan jenis kulit masing-masing orang juga jenis produk yang digunakan. Tetapi ada anjuran yang bisa Mamah ikuti kalau baru mau mulai:

  • Kulit normal : 2 – 3 kali seminggu
  • Kulit kering : 1 – 2 kali seminggu
  • Kulit berminyak : 3 – 4 kali seminggu
  • Kulit sensitif : 1 kali seminggu
Ilustrasi kulit sebelum dan sesudah eksfoliasi (Sumber: Embassy of Beauty)

Jenis-jenis Eksfoliasi

Eksfoliasi dibagi menjadi dua jenis berdasarkan cara atau bahan yang digunakan, dua-duanya punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Pilihannya lagi-lagi tergantung jenis kulit dan juga preferensi masing-masing ya Mah.

1. Physical/Mechanical Exfoliation

Eksfoliasi fisik ini maksudnya mengangkat sel kulit mati dengan sesuatu yang permukaannya tidak rata. Gampangnya sih kaya digosok atau diamplas gitu, Mah. Medianya bisa bermacam-macam, scrub, kapas, loofah, shower puff, atau prosedur dermabrasi di klinik.

Namun metode ini cukup kontroversial dan katanya kurang cocok bagi kulit sensitif, berjerawat, atau kulit yang sudah menunjukkan tanda penuaan. Hal ini disebabkan karena eksfoliasi secara fisik berpotensi menimbulkan luka kecil (microscar/microcut) yang malah bisa menimbulkan masalah baru.

Eksfoliasi fisik bisa langsung terlihat hasilnya, tetapi harus cermat pengaplikasiannya
(Foto oleh Polina Kovaleva dari Pexels)

Saya sendiri sebenarnya masih suka melakukan eksfoliasi fisik denga face scrub, karena memang hasilnya langsung kelihatan. Tekstur wajah langsung jadi halus, lembut, dan skincare juga gampang meresap. Tips kalau mau melakukan eksfoliasi fisik: gunakan scrub yang lembut dan lakukan dalam keadaan wajah basah atau lembab.

2. Chemical Exfoliation

Eksfoliasi kimiawi seperti namanya adalah pengangkatan sel kulit mati dengan senyawa kimia, misalnya asam atau enzim. Cara kerjanya adalah dengan mengikat lipid yang ada pada kulit, sehingga “lem”-nya terlepas dan sel kulit mati dapat terangkat.

Produk yang digunakan bisa berupa serum maupun toner. Jenis asam yang biasa digunakan untuk eksfoliasi kimiawi ada 3 jenis, yaitu:

  • AHA (Alpha Hydroxy Acids) : sifatnya larut dalam air dan bekerja pada lapisan terluar kulit dan memiliki efek melembabkan, tetapi membuat kulit jadi sensitif terhadap sinar matahari. Contohnya adalah glycolic acid, lactic acid, citric acid, mandelic acid, malic acid, dan tartaric acid.
  • BHA (Beta Hydroxy Acids) : sifatnya dapat larut dalam minyak sehingga dapat terpenetrasi ke lapisan kulit yang lebih dalam. Paling ampuh untuk melawan jerawat, komedo, dan memperbaiki tekstur kulit, tetapi bisa menyebabkan kulit kering. Contohnya adalah salicylic acid.
  • PHA (Poly Hydroxy Acids) : merupakan asam turunan dari AHA, bekerja seperti AHA, tetapi molekulnya lebih besar sehingga tidak terpenetrasi terlalu dalam, sehingga lebih lembut dan minim iritasi.

Masing-masing jenis asam ini meskipun fungsinya sama-sama untuk eksfoliasi juga memiliki keunggulan masing-masing dan lebih optimal digunakan untuk skin concern tertentu. Misalnya jika masalahnya adalah kulit kusam dan bekas jerawat lebih oke kalau pakai AHA. Jika yang jadi masalah adalah komedo dan jerawat, lebih ampuh pakai BHA. Kalau mau eksfoliasi kimiawi tetapi kulitnya sensitif, lebih baik pakai PHA.

Mengaplikasi jenis asam yang berbeda untuk eksfoliasi memberi manfaat yang berbeda juga untuk kulit. (Foto oleh Ivan Samkov dari Pexels)

Tips Eksfoliasi

Untuk Mamah yang baru mau mulai atau sudah rutin eksfoliasi berikut ini ada beberapa tips yang bisa diterapkan untuk melakukan eksfoliasi yang aman dan efektif:

  • Mulai dari produk yang paling gentle
    Seperti yang sudah disinggung di atas, karena jenis exfoliant itu bermacam-macam dan pengaruhnya juga bisa berbeda-beda, sebaiknya mulai dari produk yang paling ramah kulit. Kalau sudah nyaman dan memang cocok, coba tingkatkan konsentrasi atau beralih ke produk yang lebih strong.
  • Mulai pelan-pelan
    Mulai dari 1x seminggu, lihat reaksi kulit, baru tingkatkan frekuensinya sesuai kebutuhan. Jika dirasa perlu bisa ditingkatkan 2-3x seminggu. Jika produk yang digunakan memang ramah kulit, lama kelamaan mungkin bisa digunakan setiap hari. Perhatikan juga anjuran dari produk yaang dipakai.
  • Perhatikan kandungan dan cara aplikasi dari setiap produk yang digunakan
    Hal ini penting untuk mencegah over eksfoliasi. Perhatikan pembersih wajah, toner, serum, pelembab, apakah mengandung exfoliant? Jangan-jangan kita menggunakan beberapa jenis exfoliant di berbagai produk yang berbeda?

    Perhatikan juga cara aplikasinya, misalnya jika kita melakukan eksfoliasi dengan toner menggunakan kapas, kita juga sebenarnya melakukan eksfoliasi secara mekanik. Lakukan dengan lembut, jangan terlalu digosok. Let the toner do the work.

    Selalu observasi kulit, jika skin barrier kita teramati mengalami kerusakan, bisa jadi kita over eksfoliasi. Sebaiknya hentikan dulu rutinitas eksfoliasi.
  • Pakai sunscreen!
    Kalau ini sih melakukan eksfoliasi atau tidak, menggunakan sunscreen wajib dilakukan. Apalagi kalau kita rutin melakukan eksfoliasi karena kulit kita menjadi lebih sensitif terhadap sinar UV. Bukannya glowing nanti kulit malah jadi makin kusam karena terkena dampak sinar UV.
Photo by Raphael Lovaski on Unsplash

Penutup

Meskipun eksfoliasi banyak manfaatnya, kita harus perhatikan juga kondisi dan kebutuhan kulit kita ya, Mah! Jangan cuma asal ikutan tren atau pakai produk viral tetapi tidak memperhatikan kebutuhan kulit. Bukannya glowing kulit malah jadi kering.

Gimana Mah, sudah pernah coba eksfoliasi? Produk apa yang jadi andalan Mamah? Kalau belum apakah tertarik untuk mencoba? Share jawabannya di kolom komentar ya, Mah!

Laksita Kharima
Laksita Kharima
Articles: 8

5 Comments

  1. Ternyata eksfoliasi ada 2 jenis ya. Akupun baru ngeh kalau beda banget kulit setelah eksfoliasi, lebih glowing dan bersih aja rasanya. Makasih teh penjelasannya

  2. Setelah membaca tulisan ini, saya jadi teringat bahwa sudah lamaaa sekali saya tidak melakukan eksfoliasi wajah, ehehe. Jadi pengen cepet-cepet melakukannya.

    Barusan banget saya membaca info tentang promo mikrodermabrasi di sebuah klinik kecantikan, yang biayanya menjadi lumayan banget murahnya. Sudah tergiurr pooll.
    Namun syukurlah, saya membaca penjelasan Mamah Laksita bahwa prosedur ini berpotensi menimbulkan luka kecil (microscar/microcut) yang malah bisa menimbulkan masalah baru.
    ***

    Hhmm sepertinya saya akan beralih ke chemical peeling saja. Nuhuun pisan informasinya ya Mamah Laksita. 🙂

  3. Aku baru mau mulai rutinitas skin care lagi dan tulisan ini pas banget dengan kebutuhanku.
    Jadi mencari informasi lebih dalam lagi tentang eksfoliasi untuk ibu menyusui dan ternyata PHA aman untuk digunakan. Thank you teh tulisannya, jadi mencerahkan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: