Mengenal dan Merawat Skin Barrier

Kemarin kita sudah bahas basic skincare ya Mah. Nah, sekarang ada lagi istilah yang harus Mamah ketahui dan perhatikan untuk mendapat kulit sehat dan terawat, yaitu skin barrier. Apa tuh? Bukannya skin itu merupakan barrier (penghalang) ya?

Baru belakangan ini saya tahu ada istilah skin barrier setelah mantengin berbagai media sosial produk skincare lokal. Ada banyak sekali rangkaian produk yang dibuat untuk merawat atau memperbaiki skin barrier. Bahkan di sesi tanya jawab dengan dokter kulit pun seringkali dokternya menyarankan untuk mengecek kondisi skin barrier sebelum menangani masalah kulit lainnya.

Saya jadi semakin penasaran, apa sih sebenarnya yang dimaksud skin barrier itu dan bagaimana merawatnya? Oleh karena itu saya ingin membagikan hasil penelusuran saya dengan Mamah-Mamah.

Seperti yang Mamah-mamah sudah tahu, kulit kita ini terdiri dari beberapa lapisan; epidermis, dermis, dan hipodermis. Skin barrier ini adalah lapisan terluar dari epidermis kita yang terikat dengan lipid (lemak). Dalam istilah medis, skin barrier ini disebut dengan stratum korneum. Komponen penyusun utamanya adalah kolesterol, asam lemak, dan ceramide

Sesuai namanya, skin barrier ini melindungi kita dari berbagai ancaman seperti infeksi virus, bakteri, dan polutan serta menjaga kelembapan kulit. Oleh karena itu, lapisan ini sangat penting sekaligus sangat rentan sehingga tidak boleh dianggap remeh.

Beberapa hal yang dapat menyebabkan kerusakan skin barrier di antaranya adalah kondisi lingkungan yang terlalu lembab atau kering. Kemudian adanya paparan sinar matahari, paparan zat kimia yang terlalu keras, terlalu sering eksfoliasi atau cuci muka, perawatan kulit yang buruk, penuaan dan penggunaan obat-obatan tertentu seperti steroid. Disertai pola hidup yang kurang sehat seperti kurang tidur. Huhuhu, banyak yaa ternyata penyebabnya.

Tanda kerusakan skin barrier

Tanda kerusakan skin barrier ini macam-macam dan bisa bervariasi pada setiap orang. Namun gejala yang umum adalah kulit yang kering dan terasa seperti ditarik, gatal, kulit menjadi lebih sensitif, bahkan meradang.

Gejala lain yang mungkin timbul adalah kulit terasa kasar, bersisik, tebal, atau terjadi perubahan warna. Timbulnya jerawat padahal bukan masa pre-menstrual, juga bisa menjadi salah satu indikator bahwa skin barrier kita butuh perhatian lebih.

Ilustrasi perbedaan kulit yang sehat dengan kulit yang barrier-nya rusak (Sumber: Geut)

Tips merawat skin barrier

Jika skin barrier terlanjur rusak, tidak usah panik. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengembalikan kondisi skin barrier dan merawatnya.

1. Back to Basic

Untuk mengurangi iritasi yang semakin parah pada kulit, sederhanakan rutinitas perawatan kulit dan fokus pada mengembalikan kelembapan kulit. Bisa juga menggunakan metode skip care sebagai alternatif.

Bahkan bisa lebih sederhana lagi misalnya: mencuci muka, dengan pencuci muka berbahan lembut, dilanjutkan dengan serum pelembab (moisturising/hydrating), dan pelembab dengan konsistensi yang lebih kental, misalnya yang berbentuk krim. Fokus pada penyembuhan, melembapkan, dan menutrisi kulit.

Lakukan rutinitas yang sederhana dan hentikan dulu tahap eksfoliasi atau penggunaan bahan aktif berupa asam (serum Vit. C, retinoid, AHA, BHA) setidaknya selama 2-3 minggu. Dan gunakan kembali produk-produk asam tersebut secara bertahap setelah 2-3 minggu.

2. Perhatikan pH produk yang digunakan

Seperti yang disebutkan di atas, hindari produk yang ber-pH rendah, termasuk pembersih muka. Pilihlah produk dengan pH yang mendekati pH kulit kita (pH ~5,7) atau memiliki klaim gentle.

3. Gunakan face oil

Minyak wajah dari tumbuhan juga bisa menjadi andalan untuk mengembalikan kelembapan kondisi skin barrier. Beberapa jenis minyak yang patut dicoba di antaranya adalah:

  • minyak jojoba
  • minyak argan
  • minyak rosehip
  • minyak kelapa
  • minyak bunga matahari

4. Gunakan pelembab yang mengandung ceramide

Seperti yang disebutkan di atas, skin barrier ini tersusun dari ceramide, jadi untuk memperbaikinya bisa menggunakan produk-produk dengan key ingredients ceramide. Key ingredients lain yang harus dicari adalah gliserin, hyaluronic acid, dan petrolatum.

Ceramide sudah terbukti secara ilmiah dapat memperbaiki dan memperkuat skin barrier, serta mengurangi gejala gatal, kering, dan kulit kasar yang disebabkan oleh kerusakan skin barrier. Ceramide juga dapat membantu bagi pemilik kulit yang rentan terhadap jerawat (acne prone).

5. Hindari kebiasaan yang merusak kulit

Kebiasaan yang bisa merusak kulit di antaranya mandi dengan air yang terlalu panas, sering menggaruk terlalu keras (wah, ini sih kebiasaan saya ๐Ÿ˜…), over exfoliating, terlalu sering mencuci muka, dan malas menggunakan losion dan tabir surya (ehehe ini juga masih sering ๐Ÿ˜ช).

6. Jalani pola hidup sehat

Ini mah sebenarnya kunci dari segala kunci yaa. Mau kulit sehat yaa pola hidup juga harus sehat. Jaga makanan, olahraga rutin, dan cukup tidur. Selain itu coba kelola stres agar tidak terlalu berpengaruh pada kondisi fisik dan mental yang bisa berdampak pada kondisi kulit juga. Lebih mudah diucapkan daripada dilakukan, tetapi bukan berarti tidak bisa diusahakan ya, Mah? (sambil menyemangati diri sendiri ๐Ÿค—).

skin barrier
Perbandingan kulit dengan skin barrier sehat dan rusak. Skincare tidak akan diserap baik oleh kulit jika skin barrier-nya rusak, oleh karena itu penting memerhatikan kondisi skin barrier. (Sumber: Glowinc Potion)

Rekomendasi produk

Rekomendasi produk ini saya buat berdasarkan hasil kepo dari sumber lain dan juga klaim produk yang saya sebutkan di sini. Kebanyakan produk lokal belum saya coba karena saya saja baru sekarang aware soal skin barrier. Jadi ini bukan ulasan atau first impression yaa, tetapi kalau nanti ada yang mau nitip sponsored post yaa boleh banget #ngarep. ๐Ÿ˜†

  • The Body Shop Vit. E
    Produk pertama ini sudah saya coba dan saya rekomendasikan karena mengandung hyaluronic acid, Vit. E dan juga wheat germ oil serta sangat efektif melembapkan kulit. Ini holy grail saya karena cocok digunakan di cuaca dan iklim apapun. Ketika menggunakan ini kulit terasa lebih sehat, kenyal, dan lembab.
  • Glowinc Potion
    Glowinc Potion memiliki berbagai macam varian, tetapi semua rangkaian produknya memiliki 3 jenis ceramide; Ceramide NP, Ceramide AP & Ceramide EOP. Ketiga Ceramide ini berfungsi untuk menjaga skin barrier sekaligus merupakan โ€œlemโ€ yang mengikat lipid di lapisan kulit.
  • Somethinc Ceramic Skin Saviour
    Ini produk yang cukup viral dan hype karena diulas Sisca Kohl kandungannya yaitu ceramide, peptide, dan hydrolized marine collagen yang efektif untuk melembapkan dan meremajakan kulit serta bisa aman untuk kulit sensitif.
  • Dear Me Beauty Skin Barrier Cream
    Pelembab ini sudah cukup lama ada di wishlist saya, dan dari namanya saja sudah cukup menjelaskan ya kalau produk ini ditujukan untuk mengatasi masalah skin barrier. Di antara klaim produknya adalah menjadikan kulit lebih sehat, kenyal, dan bercahaya.ย Produk ini juga mengandung antioksidan yang membantu memberikan perlindungan pada kulit dari efek penuaan dini.
  • Hale Comfort Zone Soothing Moisturizer
    Produk ini mengandung gliserin, ceramide, pro-vitamin B5, dan bisabolol. Kandungannya sedikit sehingga mengurangi risiko iritasi. Teksturnya ringan dan cepat menyerap dan cocok untuk semua jenis kulit karena tidak mengandung alkohol, pewangi, dan paraben. Terbukti dapat menenangkan kulit yang iritasi, dan membuat kulit halus serta kenyal.

Penutup

Bagaimana Mah, sudah cukup tercerahkan belum soal skin barrier ini?

Jadi, kalau punya masalah kulit dan coba segala macam produk skincare tidak ada efeknya atau malah timbul keluhan baru, mungkin harus diobservasi lagi kondisi kulitnya. Apakah skin barrier-nya sedang dalam kondisi prima atau tidak.

Evaluasi lagi rutinitas perawatan kulitnya apakah sudah lengkap dan menggunakan produk yang tepat? Karena sesungguhnya kalau rutinitas perawatan kulitnya sudah oke, harusnya skin barrier pun terjaga kondisinya.

Yuk, semangat observasi dan merawat kulit, dengan target yang realistis tentu, biar semakin percaya diri dan yang terpenting comfortable in our own skin!

Referensi

Alodokter. 2022. Mengenal Skin Barrier, Garda Depan Pelindung Kulit. Diakses dari https://www.alodokter.com/mengenal-skin-barrier-garda-depan-pelindung-kulit [11 Mei 2022]

Calaor, Jesa Marie. 2021. What Is My Skin Barrier and Why Does it Matter?. Diakses dari https://www.cosmopolitan.com/style-beauty/beauty/a36685356/what-is-skin-barrier/ [11 Mei 2022]

Glowinc Potion. 2021. Skin Barrier 101. Diakses dari https://glowincpotion.com/id/article/skin-barrier-101 [11 Mei 2022]

Healthline. 2020. What to Know About Your Skin Barrier and How to Protect It. Diakses dari https://www.healthline.com/health/skin-barrier#how-to-protect [11 Mei 2022]

Perkasa, Gading. 2021. Mengenal Skin Barrier dan Pengaruhnya pada Kesehatan Kulit. Diakses dari https://lifestyle.kompas.com/read/2021/05/10/135153620/mengenal-skin-barrier-dan-pengaruhnya-pada-kesehatan-kulit?page=all [11 Mei 2022]

Wulandari, Dhevita. 2021. 10 Rekomendasi Skincare dengan Kandungan Ceramide beserta Manfaatnya. Diakses dari https://mommiesdaily.com/2021/10/26/10-rekomendasi-skincare-dengan-kandungan-ceramide-dan-manfaatnya/ [19 Mei 2022]

Featured Image by Toa Heftiba on Unsplash

Default image
Laksita Kharima
Articles: 4

4 Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

  1. Baru tau ada skin barrier ini. Berarti emang penting banget perawatan kulit terutama wajah ya.

    Yang sulit emang pola hidup sehat, udah tau dari dulu tapi masih sering gagal melakukannya setiap waktu.

    • Iyaa bener Teh, setelah tahu jadi ngeuh kalau beli serum mahal-mahal kalau basic routinenya belum baik yaa engga akan terlalu ngaruh huhu.

      Setujuu, terutama soal begadang ahaha

  2. Wah Teh Laksita, terimakasih artikelnya ya. Sangat informatif dan bermanfaat.

    Saya juga tahu mengenai perihal SKIN BARRIER juga baru-baru ini, dari beauty guru di Instagram, yang masih awet muda di usianya yang ke 48 tahun, Mba Heny Harun.
    Dari beliau pulalah, saya purchased Studio Tropik Rich Skin Barrier Cream buat di-apply di leher. Dan yang membanggakan, ini produk LOKAL euy. Keren!

    Dari tulisan Teh Laksita, saya jadi lebih paham mengenai skin barrier secara mendalam.

    Sudah pas niy Mah Laksita menjadi beauty guru di kalangan Mamah Gajah. Ehehe. ๐Ÿ˜

    • Alhamdulillah terima kasih Teh Uril.

      Wah, menarik, kenapa spesifik di apply di leher Teh?

      Iyaa beneran kagum deh sama produk-produk lokal sekarang. Dari segi kualitas, packaging engga kalah sama yang impor tetapi harga lebih terjangkau.

      Haduh saya mah modal kepo aja ini, kalau praktik masih jauh panggang dari api ๐Ÿคฃ

%d blogger menyukai ini: