Selamat Hari Pramuka Ke-60

Perayaan Hari Pramuka ke-60 akan jatuh pada 14 Agustus 2021 dan diikuti dengan Bulan Bakti Pramuka. Tema yang diangkat kali ini adalah “Berbakti Tanpa Henti”.

Yuk! Rayakan dengan memasang twibbon keren ini.

Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Komjen Pol (Purn) Drs. Budi Waseso memimpin Upacara Ziarah Nasional dalam rangka Peringatan Hari Hari Pramuka ke-60 Tahun 2021 di Taman Makam Pahlawan Nasional Kalibata Jakarta pada hari Minggu tanggal 8 Agustus.

Menilik Sejarah Berdirinya Gerakan Pramuka

Pada tanggal 9 Maret 1961 Presiden Soekarno mengumpulkan tokoh-tokoh dari gerakan kepramukaan Indonesia. Presiden mengatakan bahwa organisasi kepanduan yang ada harus diperbaharui, aktivitas pendidikan haruslah diganti dan seluruh organisasi kepanduan yang ada dilebur menjadi satu dengah nama Pramuka. Dalam kesempatan tersebut Presiden membentuk panitia pembentukan gerakan Pramuka yang beranggotakan Sultan Hamengkubuwono XI, Prof. Prijono. Dr. A. Aziz Saleh dan Achmadi. Peristiwa ini kemudian dikenal dengan Hari Tunas Gerakan Pramuka.

Gerakan Pramuka Indonesia adalah nama organisasi pendidikan nonformal yang menyelenggarakan pendidikan kepanduan yang dilaksanakan di Indonesia. Kata “Pramuka” merupakan singkatan dari praja muda karana, yang memiliki arti rakyat muda yang suka berkarya.

Gerakan Pramuka berusia 60 tahun pada 14 Agustus 2021. Namun, gerakan pendidikan kepanduan di Tanah Air sudah muncul sejak zaman Hindia-Belanda. Pada tahun 1912, dimulai latihan sekelompok pandu di Batavia (nama Jakarta pada masa penjajahan Belanda), dan menjadi cabang dari Nederlandsche Padvinders Organisatie (NPO). Dua tahun kemudian cabang tersebut disahkan berdiri sendiri dan dinamakan Nederlands-Indische Padvinders Vereeniging (NIPV) atau Persatuan Pandu-Pandu Hindia Belanda.

Gerakan Pramuka Indonesia memiliki 17.103.793 anggota (per 2011), menjadikan Gerakan Pramuka sebagai organisasi kepanduan terbesar di dunia.

Buah kelapa atau nyiur dalam kondisi tumbuh memiliki makna “cikal bakal”. Buah kelapa atau nyiur dapat bertahan lama dalam kondisi apapun, dapat tumbuh di mana saja, tumbuh menjulang tinggi lurus ke atas, akarnya tumbuh kuat ke dalam tanah, dan termasuk jenis pohon serbaguna dari mulai ujung sampai akarnya. Jadi lambang tunas kelapa memiliki arti kalau setiap pramuka merupakan sosok yang berguna serta membaktikan diri untuk kepentingan agama, tanah air, bangsa, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan pada semua masyarakat.

Tingkatan dalam kepramukaan merupakan sebuah tingkatan yang ditentukan dengan sebuah kapasitas kemampuan yang dimiliki oleh masing-masing anggota pramukanya. Kemampuan atau kecakapan ini sering disebut sebagai syarat-syarat kecakapan umum (SKU).

Untuk pramuka siaga dan penggalang, setiap kelompok umur memiliki tiga tingkatan. Untuk tingkatan penegak, memiliki dua tingkatan. Sementara itu pada pramuka pandega hanya mempunyai satu tingkatan saja.

  • Tingkatan Pramuka Siaga : Siaga Mula, Bantu dan Tata
  • Tingkatan Pramuka Penggalang : Penggalang Ramu, Rakit dan Terap.
  • Tingkatan Pramuka Penegak : Penegak Bantara dan Laksana.

Sumber : https://www.pramuka.id/berita-pramuka/sejarah-kepanduan-di-indonesia/

Gerakan Pramuka ITB

Pramuka ITB merupakan gugus depan perguruan tinggi yang pertama kali berdiri di Indonesia. Pramuka gugus depan 06005-06006 adalah unit kepemimpinan yang berasaskan kepanduan. Unit ini merupakan wadah pendidikan karakter bagi anggotanya. Gugus depan ini diresmikan oleh Rektor ITB saat itu, Prof.Doddy T. Tisnaamidjaja PhD, pada tanggal 12 maret 1972.

Logo Pramuka ITB.

Adapun visi Pramuka ITB adalah mewujudkan gugus depan yang mendidik dan membina anggotanya untuk membentuk insan yang religius, kreatif, dan ilmiah berdasarkan asas kekeluargaan.

Para Mamah Gajah tentu ingat jaman sekolah dasar ketika masih menjadi anggota Siaga atau Penggalang menyanyikan Hymne Pramuka. Syair lagu Hymne Pramuka adalah:

Kami Pramuka Indonesia
Manusia Pancasila
Satyaku kudharmakan, dharmaku kubaktikan
agar jaya, Indonesia, Indonesia
tanah air ku
Kami jadi pandumu.

Kode kehormatan dalam Gerakan Pramuka terdiri dari tiga janji yang disebut “Trisatya” dan sepuluh moral yang disebut “Dasadarma”. Khusus untuk golongan siaga kode kehormatan terdiri dari dua janji yang disebut “Dwi Satya” dan dua moral yang disebut “Dwi Darma”Trisatya Pramuka

Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh:

  • Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, mengamalkan Pancasila
  • Menolong sesama hidup, dan mempersiapkan diri serta membangun masyarakat
  • Menepati Dasadarma

Dasadarma Pramuka

  1. Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Cinta Alam, dan kasih sayang sesama manusia.
  3. Patriot yang sopan, dan kesatria.
  4. Patuh dan suka bermusyawarah.
  5. Rela menolong, dan tabah.
  6. Rajin, terampil dan gembira.
  7. Hemat, cermat, dan bersahaja.
  8. Disiplin, berani, dan setia.
  9. Bertanggung jawab, dan dapat dipercaya.
  10. Suci dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan.

Berbagi Pengalaman Menjadi Anggota Pramuka Sejak Siaga dan Penggalang

Siaga adalah anggota Pramuka berusia 7 hingga 10 tahun. Saat aku menjadi Siaga di kelas 2 sekolah dasar senang sekali bisa ikut berbagai kegiatan luar ruang. Aku menjadi Sulung, jabatan ketua Barung, yaitu satuan terkecil dalam Siaga yang terdiri dari 6 anggota. Barung diberi nama dengan warna semisal Barung Putih, Barung Merah, Barung Biru dan sebagainya.

Anak bungsuku, Teteh mengikuti kegiatan Pesta Siaga di sekolahnya.

Pembina Pramuka Siaga putra dipanggil Yanda dan Pembina Siaga Pramuka putri dipanggil Bunda. Pembantu Pembina Pramuka Siaga putra dipanggil Pakcik dan Pembantu Pembina Pramuka putri dipanggil Bucik. Kegiatan untuk Siaga salah satunya adalah Pesta Siaga berupa perkemahan satu hari tanpa menginap yang dilaksanakan di sekolah.

Ketika sudah kelas 5, aku harus mengikuti perkemahan penerimaan menjadi Penggalang yang di selenggarakan di Bumi Perkemahan Ragunan. Era tahun 1980, kawasan Ragunan masih sangat rimbun. Perkemahan berlangsung selama 2 malam 3 hari. Ada uji ketangkasan, teknik kepramukaan, mencari jejak, lomba memasak, dan kerapihan tenda. Seru sekali kegiatannya.

Perkemahan Sabtu Minggu diikuti oleh Teteh di Bumi Perkemahan Mekarsari Bogor. Teteh menjadi Pimpinan Regu.

Satuan kecil Penggalang disebut regu. Setiap regu terdiri atas 8 orang Penggalang. Aku terpilih menjadi Pimpinan Regu. Regu dalam penggalang mempunyai nama-nama untuk mengidentifikasi regu tersebut. Nama Regu Putra diambil dari nama hewan, misalnya harimau, kobra, elang, kalajengking, dan sebagainya. Sedangkan nama regu putri diambil dari nama tumbuhan (bunga), semisal anggrek, anyelir, mawar, melati. Reguku bernama Teratai. Bendera Regu dipasang ditongkat setinggi 160 centimeter.

Kegiatan perkemahan adalah pertemuan Pramuka Penggalang yang dilaksanakan secara reguler, untuk mengevaluasi hasil latihan di gugusdepan. Perkemahan diselenggarakan dalam bentuk Persami (Perkemahan Sabtu Minggu), Perjusami (Perkemahan Jumat Sabtu Minggu), perkemahan liburan dan sejenisnya. Aku paling suka dengan kegiatan perkemahan.

Suasana bumi perkemahan pada pagi hari yang cerah.

Penjelajahan (Wide Game), adalah pertemuan Pramuka Penggalang dalam bentuk mencari jejak (orienteenering) dengan menggunakan tanda-tanda jejak, membuat peta, mencatat berbagai situasi dan dibagi dalam pos-pos. Setiap pos berisi kegiatan keterampilan kepramukaan seperti morse/semaphore, sandi, tali temali dan sejenisnya.

Dalam membuat peta, pramuka penggalang memiliki teknik tersendiri seperti peta pita dan peta lapangan. Peta pita dibuat oleh dua atau tiga orang dengan mencatat posisi atau titik dari kompas bidik, kemudian anggota lain akan mencatat kondisi sekitar dalam sebuah meja jalan. Meja jalan dibuat sendiri berbentuk papan seukuran kertas folio yang kemudian ditempel kertas yang digulung panjang.

Seru sekali perjalanan Teteh menuju tempat berkemah menggunakan truk tentara.

Aku pernah mengikuti perkemahan gabungan di Bumi Perkemahan Cibubur saat kelas 6 sekolah dasar. Ada banyak lomba yang diikuti seperti baris berbaris dan pentas seni di acara api unggun.

Ketika masuk SMP aku masih menjadi Penggalang. Biasanya anggota pramuka tingkat penggalang berusia dari 11-15 tahun. SMP aku pindah dari Jakarta ke Cirebon. Nah … Perkemahan Lomba Tingkat Cabang (LT-III) aku ikuti saat kelas 2 SMP. Sayang tidak menang jadi tidak dikirim untuk lomba selanjutnya di tingkat daerah atau provinsi.

Berbagi Pengalaman Menjadi Anggota Dewan Kerja Cabang dan Dewan Kerja Daerah

Ketika duduk di bangku SMA, aku mengikuti seleksi untuk menjadi anggota Dewan Kerja Cabang (DKC). Bersyukur aku bisa lolos dan terpilih menjabat sebagai Sekretaris DKC Kota Cirebon masa bakti 1987 – 1990. Kegiatan tingkat daerah dan nasional aku ikuti diantaranya adalah Raimuna dan Kanira Daerah Jawa Barat tahun 1986 di Bumi Perkemahan Kiara Payung Jatinangor. Salah satu acara yang berkesan adalah mendaki gunung Manglayang.

Aku juga diutus untuk mengikuti kegiatan Raimuna dan Kanira Nasional di Bumi Perkemahan Cibubur pada tahun 1987. Senang sekali berjumpa dengan sesama pramuka dari seluruh Indonesia. Tendaku berdekatan dengan tenda teman dari Irian Jaya (nama provinsi ke-27 sebelum ada pemekaran menjadi Papua dan Papua Barat), Sulawesi Selatan, Nangro Aceh Darussalam, Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Kalimantan Selatan. Aku diberi hadiah berbagai kerajinan tangan dari mereka, yang menarik adalah sisir dari bambu buatan teman dari Jayapura.

Kemudian saat aku kuliah di ITB ada kesempatan untuk menjadi anggota Dewan Kerja Daerah (DKD). Aku pun semangat mengikuti seleksi dan bisa menjadi anggota DKD Jawa Barat masa bakti 1990 – 1994. Berbagai kegiatan tingkat daerah dan nasional aku berkesempatan mengikutinya. Diantaranya adalah Perkemahan Wirakarya Nasional (PWN) tahun 1990 di Purbalingga Jawa Tengah. Aku diutus untuk mengikuti kegiatan kursus intruktur untuk pengelolaan Dian Pinsat tingkat nasional pada tahun 1991 di Yogyakarta.

Aku menjadi utusan Jawa Barat pada kegiatan tingkat nasional.

Kesempatan emas datang ketika aku bisa menjadi salah satu panitia kontingen Jawa Barat pada ajang The first World Community Develompment Camp (Comdeca) di Malang Jawa Timur tahun 1993. Perkemahan Pramuka Wirakarya Sedunia pertama yang dilaksanakan tanggal 27 Juli 1993 sampai dengan 7 Agustus 1993 di Desa Lebakharjo, Kabupaten Daerah Tingkat II Malang Provinsi Jawa Timur.

Pramuka utusan dari seluruh dunia membangun jalan tembus Lebak Harjo ke Lebakroto. Daerah itu merupakan ibu kota kecamatan Ampelgading dan tempat pelelangan ikan. Mereka juga mengeraskan jalan Lebakharjo-Licin, renovasi masjid dan gereja serta bakti non-fisik. Aku berkenalan dengan anggota pramuka dari berbagai negara. Ada Inggris, Jerman, Australia, Jepang, Mesir, Thailand, Malaysia, dan banyak lagi. Salah satu acara yang seru adalah menjelajah gunung Bromo.

Berkuda di hamparan pasir gunung Bromo.

Perkemahan Wirakarya merupakan kegiatan bakti kepada masyarakat oleh penegak (usia 16-20 tahun) dan pandega (21-26). Kegiatan bakti ini diinspirasi oleh pidato Sri Sultan Hamengkubuwono IX pada World Scout Conference ke-23 tahun 1971 di Tokyo, Jepang. Pidato Sultan HB IX yang ketika itu menjabat Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka ini, mendapat sambutan luas dan dianggap sebagai pembaruan dalam kegiatan kepramukaan di dunia.

Kolase fofo kegiatan yang pernah aku ikuti.

Pesan Penting Pada Peringatan Hari Pramuka Tahun 2021

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin upacara secara virtual di Istana Bogor. Presiden berpesan agar Pramuka Indonesia dapat menjadi pelopor kedisplinan dalam menjalankan protokol kesehatan (prokes) pencegahan penularan Covid-19.

Pramuka Indonesia harus berdiri di barisan terdepan melindungi diri, teman-teman dan keluarga yang kita sayangi, kalau ada teman yang tidak patuh protokol kesehatan diingatkan, dberi penjelasan, diberi pengertian.

Presiden juga mengingatkan agar pramuka Indonesia jangan lupa akan identitas bangsa. Pramuka Indonesia harus bisa menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi setinggi-tingginya. Selain itu harus adaptif serta fleksibel mengejar kemajuan zaman.

Default image
Dewi Laily Purnamasari
Articles: 4

One comment

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: