Basmi Vampire Listrik, Bantu Cegah Krisis Listrik dan Uang Belanja

Listrik dan Kehidupan

Hallo, para Mamah kesayangan! Kali ini kita bahas tentang listrik yuk. Tanggal 27 Oktober diperingati sebagai hari listrik nasional. Pada hari tersebut 76 tahun yang lalu, Indonesia berhasil menasionalisasi perusahaan listrik milik pemerintah kolonial Belanda, yang kemudian diberi nama Perusahaan Listrik Negara. Sejak saat Perusahaan Listrik Negara, menghasilkan listrik yang dikonsumsi di seluruh wilayah Indonesia.

Jaringan Listrik (Sumber : Technology photo created by dashu83 – www.freepik.com)

Listrik memang telah menjadi bagian penting dalam kehidupan manusia. Hampir seluruh aspek kehidupan saat ini memerlukan listrik. Tanpa listrik kekacauan sudah dipastikan akan terjadi. Masih ingat mati lampu masal Jawa Bali bulan Agustus 2019, kan ya Mah? Saat itu hampir semua kota besar lumpuh. Macet terjadi dimana – mana karena lampu lalu lintas dan gerbang tol otomatis tidak berfungsi. Komunikasi terputus karena sinyal telepon hilang. Lilin jadi komoditas penting nan langka karena diborong orang. Begitupun dengan power bank.

Belum lagi kerugian materil yang harus ditanggung banyak pihak, terutama di bidang manufaktur karena pabrik terpaksa shut down selama lebih dari 8 jam. Kekacauan yang terjadi pada hari itu, jika berlangsung lama, pasti akan menimbulkan huru hara. Oleh karena itu listrik adalah komoditas vital yang wajib dijaga terus menerus agar senantiasa lancar suplainya.

Listrik padam secara masal di Jawa dan Bali akibat putusnya suplai listrik dari pembangkit listrik di bulan Agustus Tahun 2019
(Sumber : medcom.id)

Sayangnya, walaupun vital dan diperlukan di hampir seluruh sudut dunia, listrik, berbeda dengan air dan udara, adalah suatu produk yang tentu bisa habis jika tidak bisa dibuat. Pembuatan listrik memerlukan bahan bakar. Masalahnya listrik di kebanyakan negara, termasuk Indonesia, masih diproduksi dengan bahan bakar tidak terbarukan, seperti minyak bumi, gas alam, dan batubara.

Bahan bakar tidak terbarukan ini semakin hari semakin berkurang ketersediaannya, karena memang jumlahnya terbatas. Jika tidak segera beralih ke energi alternatif untuk pembangkit listrik, bukan tidak mungkin kedepan pasokan listrik di dunia akan semakin berkurang (shortage) dan harganya menjadi semakin mahal.

Krisis Listrik Mengancam Dunia

Power shortage atau krisis listrik saat ini hampir terjadi di negara tetangga kita Singapura lho mah. Secara singkat, listrik di negara tersebut diproduksi bukan hanya oleh perusahaan milik negara tapi juga oleh produsen swasta. Para produsen listrik swasta di Singapura ini sekarang sudah hampir menyerah karena harga bahan bakar yang diperlukan untuk pembangkit listrik, seperti gas alam dan batu bara, melonjak tinggi akibat keterbatasan suplai yang semakin diperparah oleh situasi pandemi.

Singapura memang bergantung penuh pada impor untuk memenuhi kebutuhan energinya. Semakin tinggi harga bahan bakar, semakin tinggi pula ongkos produksi. Karena para produsen listrik swasta tidak bisa menjual listrik dengan harga lebih mahal ke konsumennya, maka keuntungan mereka semakin berkurang, atau kabarnya malah harus nombok. Sepatriotik apapun sebuah perusahaan, kalau harus nombok terus – terusan ya pasti akan collapse juga.

Ilustrasi gedung pemukiman di Singapura. Data World Bank menyebutkan konsumsi listrik perkapita di Singapura adalah 8 kali konsumsi listrik perkapita di Indonesia. Seperti layaknya negara yang makmur, penduduk Singapura sudah terbiasa dengan aliran listrik yang lancar. Bisa huru hara kan kala tetiba listrik tidak tersedia. (Sumber foto : www.straitstimes.com)

Untung Singapura negara kaya dan penduduknya relatif sedikit, sehingga pemerintahnya masih bisa mengatasi masalah kekurangan suplai listrik dengan mengalihkan produksi ke perusahaan listrik milik negaranya. Hanya saja kapasitas produksi perusahaan ini tentu terbatas sehingga sewaktu waktu Singapura bisa mengalami power shortage yang membuatnya gelap gulita. Tidak terbayangkan kan, pulau yang begitu hidup penuh cahaya seperti Singapura, tetiba jadi gelap gulita.

Krisis listrik juga membayangi negara di belahan dunia lainnya seperti Cina bahkan Eropa. Beberapa negara di Eropa bahkan terancam tidak punya listrik saat musim dingin. Memang kalau sudah begini, punya uang banyak juga percuma. Mau bagaimana kalau barang yang diperlukan memang tidak tersedia. Saat – saat seperti ini adalah waktunya kita bisa bersyukur menjadi penduduk Indonesia, Mah. Karena walaupun terlilit hutang yang semakin mencekik tidak punya banyak uang, Indonesia punya batu bara dan gas alam sendiri. Jadi produksi listrik masih relatif aman. Suplai listrik malah berlebih dengan adanya pembangkit listrik baru. Meskipun tetap sering mati lampu dengan alasan maintenance dan gangguan jaringan. Masih peer nampaknya untuk persoalan distribusi.

Eh tapi walaupun pasokan listrik di Indonesia saat ini masih cenderung aman, bukan berarti kita bisa foya – foya menghabiskan listrik ya Mah. Karena seperti sudah disampaikan diatas, listrik adalah komoditas yang terbatas jumlahnya. Kita harus belajar menghemat listrik demi kebaikan masyarakat, bangsa dan negara, serta tentu saja uang belanja.

Ada banyak cara hemat listrik, tapi yang sering dilupakan adalah membasmi vampire listrik di rumah. Seram nggak sih namanya? Tapi sebetulnya apa sih vampire listrik itu? dan bagaimana cara membasminya? Yuk mumpung Hallowen, kita bahas dibawah XD

Vampire Listrik

Kebanyakan peralatan elektronik modern saat ini dilengkapi dengan mode standby. Hal ini dimaksudkan agar peralatan bisa segera siap saat akan digunakan. Beberapa peralatan listrik seperti PC, printer laser/mesin fotokopi, pemanas air, AC, dan sebagainya memang memerlukan waktu persiapan yang cukup lama hingga bisa digunakan. Sehingga keberadaan standby mode menjadi fitur yang menarik.

Vampire listrik mengintai di rumah. Salah satu jenis vampire paling berbahaya untuk emak – emak. Karena membuat boros listrik dan kantong bolong (Sumber : powercompare.co.n)

Sayangnya fitur standby membuat peralatan mengonsumsi listrik terus menerus walaupun tidak digunakan. Istilah vampire listrik dipakai untuk menyebut peralatan elektronik yang masih menyedot banyak listrik walaupun dalam kondisi mati atau standby. Gara – gara makhluk satu ini listrik bisa jadi boros, tagihan jadi mahal, dan kepala pening loh Mah!

Listrik yang disedot oleh peralatan elektronik dalam kondisi standby memang tidak terlihat signifikan. Hanya sekitar 1 – 25 Watt perjam (Wh). Tapi bayangkan di satu rumah ada 5 peralatan dengan kebutuhan listrik sebesar 15 Wh di mode standby dan idle selama 8 jam. Dalam sehari listrik yang dihabiskan oleh seluruh peralatan dalam mode standby tersebut adalah sebanyak 15 Wh x 8 Jam x 5 peralatan = 600 W perhari atau 219 kWh pertahun. Harga listrik saat ini sekitar Rp. 990 per kWh maka biaya yang harus Mamah bayarkan hanya untuk peralatan standby selama 1 tahun adalah Rp. 216.810 Lumayan kan mah, 200 ribu bisa buat beli baju lebaran baru XD

Jika 219 kW perumah belum cukup membuat vampire listrik terasa mengancam, bagaimana kalau kita hitung begini Mah : berdasarkan data PLN, jumlah pelanggan listrik rumah tangga di Indonesia ada 72 juta. Jika 60 persen dari jumlah pelanggan tersebut menghabiskan 219 kWh pertahun untuk peralatan dalam kondisi standby, berarti listrik yang terbuang percuma di seluruh Indonesia adalah sebesar 9,46 milyar kWh pertahun. Dengan asumsi kebutuhan rata – rata listrik rumah tangga sebesar 15 kW perhari, maka listrik sebanyak ini mampu memenuhi kebutuhan listrik untuk 1,72 juta rumah tangga dalam setahun.

Padahal di Indonesia masih ada daerah – daerah yang belum mendapatkan listrik sama sekali atau suplai listriknya kurang. Kalau listrik yang dihabiskan oleh vampire listrik dialihkan ke daerah – daerah tersebut pasti lebih bermanfaat.

Gambar pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Paiton di Jawa Timur. Pembangkit listrik berkapasitas 4600 mW ini menyumbang 20% suplai listrik di Jawa dan Bali. Bahan bakar yang digunakan di pembangkit listrik berusia seperempat abad ini adalah batu bara. Sebanyak 3,5 juta ton batu bara diperlukan setiap tahunnya untuk menghasilkan listrik di PLTU Paiton (Sumber : https://economy.okezone.com/)

Dilihat dari sisi produsen, keberadaan vampire listrik juga tidak menguntungkan. Selain menambah beban yang tidak perlu dari sisi kapasitas produksi listrik, modal yang dikeluarkan juga lumayan. Berdasarkan data PLN, biaya pokok produksi listrik per kW adalah sekitar US$ 0,06 atau sekitar Rp. 840. Untuk memproduksi 9,46 milyar kW diperlukan modal sebesar 7,95 triliun. Uang sebesar 7,95 triliun terbuang oleh vampire listrik. Mubazir sekali ya Mah. Padahal uang sebanyak itu kalau untuk beli lumpia basah Mamang Kribo, seluruh penduduk Indonesia masing – masing bisa dapat 2,5 bungkus loh.

Sarang Vampire Listrik

Untuk membasmi vampire listrik kita harus mengetahui di peralatan mana saja makhluk ini biasa bersarang. Pada umumnya setiap kabel yang ditancapkan ke sumber listrik akan terus mengalirkan listrik ke peralatan walaupun peralatan tersebut berada dalam mode sleep atau standby. Hal ini yang menyebabkan peralatan berikut ini menjadi sarang vampire listrik :

  1. Komputer dan peralatan yang berkaitan dengannya (Monitor, PC, printer, modem internet, mesin fax, mesin penjawab telepon)
  2. Peralatan yang dinyalakan menggunakan remote (TV, DVD Player, LCD, game console, Air Conditioner, garasi otomatis)
  3. Peralatan dengan display jam digital seperti microwave, kompor dan oven listrik, mesin cuci dan pengering, serta jam dinding digital
  4. Peralatan yang sering idle dalam waktu lama karena hanya digunakan saat tertentu. Pemanas air listrik, dispenser, mesin pembuat kopi, exhaust fan, cooker hood.
  5. Charger yang tidak dilepaskan dari sumber listrik ketika digunakan, biasanya laptop dan gadget.
Telepon genggam yang chargernya tetap menancap saat baterainya sudah penuh merupakan sarang vampire listrik lho Mah. Hayo siapa yang hobinya ketiduran sambil charge telepon genggam? (Sumber : https://www.verdeenergy.com/)

Tips Membasmi Vampire Listrik

Cara membasmi vampire listrik bukan dengan cara mengoleskan bawang putih atau menempelkan kertas bertuliskan mantra ke kabel listrik ya Mah. Itu sih cara membasmi vampire yang lain. Untuk membasmi vampire listrik kita harus mengubah kebiasaan – kebiasaan kecil yang tanpa sadar sering kita lakukan. Ini beberapa tips untuk membasmi vampire listrik :

  1. Lepaskan charger gadget dan laptop dari stop kontak setelah baterai penuh. Hanya isi baterai jika diperlukan. Selain menghemat listrik juga memperpanjang umur baterai.
  2. Rapihkan kabel yang ada di rumah. Kelompokkan sesuai penggunaannya, misal komputer dan printer, mesin cuci dan pengering, kemudian gunakan power strip (kabel ekstensi listrik dengan saklar pemutus hubungan listrik). Power strip memungkinkan untuk memutus aliran listrik secara sekaligus ke seluruh peralatan yang terhubung dengannya.
  3. Cabut kabel untuk memutuskan aliran listrik ke peralatan yang hanya digunakan di waktu – waktu tertentu seperti dispenser, mesin pembuat kopi, microwave.
  4. Jika ada budget lebih, ganti peralatan lama dengan peralatan yang lebih hemat energi. Peralatan terbaru sudah dilengkapi dengan teknologi yang membuat konsumsi listrik saat standby semakin efisien. Refer ke sertifikasi hemat energi untuk mengtahui tingkat efisiensi konsumsi energi dari sebuah peralatan elektronik.
Kabel yang berantakan merupakan salah satu tempat yang paling disenangi vampire listrik Mah. Rapihkan kabel yang ada di rumah untuk menemukan sarang – sarang vampire listrik yang bisa dibasmi (sumber : https://www.cnet.com/)

Penutup

Begitulah mah, dongeng horror saya kali ini. Bukan untuk ikut merayakan Hallowen, walaupun membahasnya vampire. Hanya berbagi info mengenai vampire listrik, makhluk merepotkan yang tidak banyak disadari menghuni rumah. Walaupun tips – tips diatas tidak serta merta bisa membasmi vampire listrik sepenuhnya, tapi konon jika dilakukan secara konsisten terbukti bisa mengurangi penggunaan listrik. Hemat energi hemat biaya. Selain itu juga membantu bumi juga dan anak cucu kita.

Tahun 2021 akan segera berakhir, boleh loh hemat energi jadi salah satu resolusi tahun baru, selain kembali menggeluti hobi lama membaca buku. Supaya bisa menghemat uang belanja dan mengalihkannya untuk kepentingan lain. Jalan – jalan misalnya. Sekian dari saya, tetap sehat dan bahagia semuanya yaa 🙂

Default image
Restu Eka Pratiwi
Articles: 7

5 Comments

  1. Ahahaha. Benar-benar mood boster di Minggu pagi. Membaca tips yang super bermanfaat sambil giggling. Ehehe.

    Ndilalahnya kok ya pas banget hari ini Halloween, dan ada ‘vampire-nya’ wkwkwkwk, ampuuun.

    Btw, ada beberapa hal yang masih sering saya lakukan, wah betul sekali, Restu, resolusi hemat energi untuk tahun 2022, sungguh ide yang bagus.

    Makasiiiy info pentingnya ya Mamah Restu 🙂

  2. Zaman sekarang listrik sudah jadi bagian kehidupan. Tidak mungkin hidup tanpa listrik. Sepakat dengan pernyataan, “Padahal di Indonesia masih ada daerah – daerah yang belum mendapatkan listrik sama sekali atau suplai listriknya kurang…” karena saya mengalaminya sendiri. Sungguh berbeda sekali suplai listrik di Jawa dan di luar Jawa.

    PR ke depan untuk kita semua, selain bagaimana bisa menghemat listrik, juga bagaimana bisa memeratakan suplai listrik sehingga bisa dinikmati oleh semua daerah.

  3. Sempat mikir, ini kok tiba-tiba tulisan serius amat, ternyata… sampai paragraf vampire listrik, ketemu deh gaya penulis aslinya. Tapi baru tau kalau listrik di Singapura tidak cukup untuk memenuhi kebutuhannya. Sepertinya di sana lebih banyak vampirnya dibandingkan di Indonesia ya. Di Indonesia kan sering ada pemadaman listrik, otomatis vampirnya hilang deh, hehehe…

  4. ((dioles bawang putiiiih))) 😂😂😂😂

    Takjub juga deh ama perhitungannya, apalagi perbandingannya pake lumpia basah mang kribo, jadi kebayang banget gitu.

    Sebagai anggota darmawanita PLN, terimakasih tulisannya ya mamah restu. Mengedukasi sekali. #brb cabut kabel carjer

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: