Butter Chicken – Chicken Curry ala India yang Mendunia

Apakah Mamah pernah mendengar atau bahkan mencicipi Butter Chicken ?

Butter Chicken mungkin kurang dikenal di Indonesia ya Mah, tapi sebetulnya ini adalah makanan India yang sangat populer yang bisa ditemukan di restoran-restoran India di seluruh dunia.

Di India, Butter Chicken disebut Murgh Makhani, berasal dari bahasa Punjabi, murgh (chicken) dan makhani (butter) alias chicken with butter. Potongan ayam goreng/panggang yang kemudian dimasak dengan campuran rempah, krim masak, puree tomat, dan tentunya butter. Disajikan dengan roti naan atau nasi basmati dan sup lentil. Rasanya luar biasa, ayam di dalam saus kental dengan rasa rempah yang tidak terlalu kuat, tidak heran kalau Butter Chicken menjadi favorit.

Serupa tapi tak sama dengan Chicken Tikka Masala, sejarah Butter Chicken berawal dari tahun 1950-an ketika Kundan Lal Gujral dan kedua temannya, membuka restoran Moti Mahal di New Delhi.

Restoran Moti Mahal di New Delhi, tempat kelahiran Butter Chicken . Sumber : Butter chicken: A brief history | MENU (menumag.ca)
First served back in the 1950s, its invention is attributed to three Punjabi restaurateurs, Kundan Lal Jaggi, Kundan Lal Gujral and Thakur Dass, who founded the world-renowned Moti Mahal restaurant in Delhi. 

Dikutip dari website menumag.ca, awalnya Moti Mahal adalah sebuah restoran yang terletak di Peshawar, yang saat ini merupakan bagian dari Pakistan. Saat itu, India dan Pakistan masih menjadi satu. Kundan Lal Gujral dan Kundan Lal Jaggi bekerja di Moti Mahal sebagai pelayan, sedangkan Thakur Dass mengelola bisnis beras keluarga yang terletak di seberang restoran. Saat konflik India-Pakistan, Moti Mahal terpaksa ditutup. Sebagian besar pekerjanya bergabung dengan pengungsi lain, pindah ke area India termasuk New Delhi, tempat Moti Mahal berdiri kembali dengan ciri khas makanan Peshawar. Target pelanggan mereka tentunya orang-orang Punjabi yang merindui makanan tradisional Peshawar.

Butter Chicken ala Moti Mahal. Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=jbk9iSrfUVg

Diawali dengan menjual roti dan teh, mereka kemudian membeli 3 oven tandoori dan mulai menyajikan hidangan ikan dan ayam tandoori. Masalah kecil muncul dengan hidangan tandoori yang menjadi ciri khas Moti Mahal. Selalu ada ayam tandoori yang tersisa dan kering, mereka pun memutar otak bagaimana memanfaatkan sisa ayam tersebut. Solusi-nya didapat ketika seorang Bengali datang ke restoran dan ingin memesan curry chicken tapi saat itu mereka hanya memiliki sisa chicken tandoori. Pengunjung tersebut memberi saran kepada koki untuk memasak kari dengan memanfaatkan sisa ayam yang ada, dicampur dengan rempah-rempah, krim masak, butter dan puree tomat. 

The rest is history, sejak saat itu Butter Chicken menjadi hidangan andalan Moti Mahal. Sangat populer, bukan saja di New Delhi, tapi juga India dan saat ini di dunia. Moti Mahal sendiri berkembang menjadi salah satu restoran terbaik dan paling populer di New Delhi, berawal dari tempat sederhana di Daryaganj, sekarang Moti Mahal menjadi brand yang mendunia, semua gara-gara Butter Chicken.

Memasak Butter Chicken

Perkenalan saya dengan Butter Chicken terjadi di bulan Agustus 2017, saat itu kami makan siang di Restoran Karim, New Delhi. Restoran ini terkenal dengan masakan ala raja-raja Mughal. Makanan yang paling populer dari restoran ini adalah Brain Curry yang disajikan dengan naan dan berbagai jenis hidangan tandoori. Saat itu kami memesan Brain Curry dan Butter Chicken yang ternyata luar biasa enak. Semua hidangan yang disajikan habis tidak bersisa. Setelah menjadi vegetarian selama 20 hari karena susahnya menemukan makanan halal selama perjalanan di Ladakh, kami merasa Butter Chicken di Restoran Karim adalah masakan terlezat di dunia.

Pulang ke rumah, beberapa kali saya mencoba memasak Butter Chicken dengan mengadopsi berbagai resep yang ada di internet. Resep – resep yang berbeda tapi dengan komposisi yang kurang lebih sama, ayam dimarinasi, dipanggang, dan dimasak dengan campuran krim, puree tomat dan butter. Rasanya semua enak tapi sebetulnya saya masih penasaran, bagaimana cara memasak Butter Chicken yang otentik.

Kesempatan mengunjungi India untuk kedua kalinya membawa saya ke Amritsar di bulan Januari 2020. Amritsar- ibukota Punjab adalah pusat cuisine Punjabi yang bisa disebut sebagai pusatnya makanan di India Utara. Dipengaruhi oleh budaya India dan Pakistan, masakan Punjabi sangat kaya dan beraneka ragam. Saya mengikuti kelas memasak bersama Mrs. Gurpreet Kaur seorang koki yang terkenal sebagai ahli memasak makanan tradisional Punjabi.

Kelas Memasak Punjabi bersama Mrs. Gurpreet Kaur di Amritsar

Di rumah beliau yang cantik, kami belajar memasak beberapa masakan khas Punjabi dan tentunya kami belajar memasak Butter Chicken. Ternyata luar biasa mudah, dan dari Mrs. Gurpreet saya mengetahui kalau tidak ada resep otentik untuk Butter Chicken, setiap keluarga akan memiliki resep andalan masing-masing, sama seperti resep garam masala yang tidak ada pakemnya, atau Rendang Padang, semua keluarga akan memiliki resep yang diturunkan dari generasi ke generasi.

Jadi bagaimana cara memasak Butter Chicken ? Berikut cara memasak ala Mrs. Gurpreet ya Mah, bahannya mudah ditemukan dan caranya sangat mudah. Untuk jenis ayam yang digunakan tergantung selera Mamah dan keluarga, kami di rumah lebih menyukai ayam kampung atau drummet yang kecil-kecil. Tapi bisa juga menggunakan fillet ayam dada atau paha atas tanpa tulang.

Butter Chicken ala Mrs. Gurpreet Kaur

Bahan Marinasi Ayam

1 ekor ayam, potong 8 bagian atau 600 fillet dada ayam, potong dadu

100 gram plain greek yoghurt

2 siung bawah putih, haluskan

1 ruas jahe, haluskan

2 sdm cabai bubuk kashmiri*

1 sdm kunyit bubuk

1 sdm garam masala*

1 sdm garam

1 sdm air jeruk nipis

Bahan Saus Krim

2 siung bawang putih, haluskan

1 ruas jahe, haluskan

4 buah tomat masak, rebus, buang kulitnya dan blender halus

100 gram mentega

250 ml krim masak atau cashew paste*

1 lembar daun salam atau bay leaf *

1 batang kayu manis

2 kapulaga hijau

10 butir merica hitam

2 buah cabai kering

1 sdm kunyit bubuk

1 sdm cabai bubuk kashmiri*

1 sdm ketumbar bubuk

1/2 sdm garam

*Catatan :

  • Cabai bubuk kashmiri mungkin sulit ditemukan di Indonesia. Ciri khas cabai bubuk ini adalah warna yang merah menyala tapi tidak pedas. Bisa diganti dengan cabai bubuk yang ada di pasaran, tapi disesuaikan tingkat kepedasannya sesuai selera, Butter Chicken rasanya tidak pedas.
  • Apabila susah mendapatkan garam masala, bisa membuatnya sendiri di rumah. Salah satu resep garam masala ala Punjabi ada di sini.
  • Cashew paste alias pasta kacang mede banyak digunakan di masakan Punjabi terutama di masakan vegetarian sebagai pengganti krim masak. Salah satu cara membuat cashew paste ada di sini.
  • Bay leaf, rempah dedaunan yang biasa digunakan di masakan India. Apabila tidak ada bisa digantikan dengan daun salam.

Cara Membuat

  1. Campurkan semua bumbu marinasi dengan ayam, aduk rata. Simpan di lemari pendingin minimal 2 jam agar bumbu meresap
  2. Oven ayam selama 45 menit suhu 180 derajat, panggang atau goreng hingga matang
  3. Lelehkan mentega dengan api kecil, masukkan bawang putih dan jahe, tumis sampai harum. Masukkan cabai kering, merica hitam, kayu manis, daun salam, kapulaga hijau, kunyit bubuk, cabai bubuk dan ketumbar bubuk, tumis kembali hingga harum
  4. Tambahkan tomat yang sudah dihaluskan dan krim masak, aduk rata
  5. Masukkan ayam yang sudah dioven/digoreng, masak sebentar sambil diaduk hingga saus mengental
  6. Tambahkan garam, aduk kembali
  7. Sajikan dengan nasi basmati atau roti naan

Selamat mencoba ya Mah, semoga bisa menjadi tambahan resep favorit keluarga, atau jadi hidangan spesial sambil menikmati film-film Bollywood hehe.

Default image
May Sari Hendrawati
Articles: 3

6 Comments

    • selamat mencoba Andina, ini enak karena ga bikin enek..dan ga berminyak juga, kalau mau lebih sehat ganti krim dengan cashew paste, jadi lebih light tapi tetap creamy.

      Oiya, ayamnya aja sebenernya udah enak, bisa jadi alternatif resep ayam goreng juga. Aku biasa marinate dada ayam pakai resep ini, nanti bisa untuk isian wrap.

  1. Butter chicken itu salah satu favorit saya di resto India. Bersaing dengan tikki masala. Duh, jadi pengen. Sayangnya paksu ga terlalu suka ke resto India, mana mahal :'(. Akhirnya pas liat ada bumbu jadi butter chicken di toko Turki, aku cuss beli. Itu aja udah enaaak. Kapan2 mau coba buat from scratch, ah. Makasih resepnya, Teh!

  2. Aku bisa membayangkan enaknya makanan ini, dan memang pintar ya trik membuat ayam. yang kering jadi lembut kembali dengan memberi butter dan aneka rempah yang kuat rasanya. Dimakan dengan nasi yang ngepul panas-panas juga pasti enak ini.

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: