Mengenal Skip Care: Metode Perawatan Kulit Tanpa Ribet

Klak-klik video tutorial skincare, klik “Save Video” rekomendasi skincare, follow influencer skincare. Cek ulasan berbagai skincare. Check out skincare inceran. Tetapi…. Pas aplikasi mager dan enggak konsisten. Apakah ini kisahmu, Mah? Atau cuma saya yang begini? 🤪

Saya memiliki ketertarikan yang cukup tinggi dengan hal-hal yang berkaitan dengan skincare, mulai dari video tutorial, review, artikel. Info dari dermatologist, beauty influencer, maupun diskusi dengan teman-teman membuat saya bersemangat.

Namun, pada kenyataannya saat mencoba mempraktikan sendiri seringkali tidak konsisten dan mager. Akibatnya produk skincare yang dibeli keburu mencapai masa kadaluarsa sebelum bisa saya habiskan. Mubazir banget!

Sampai akhirnya saya menonton video Liah Yoo, beauty influencer yang mencoba 10-Step Skincare Routine selama 10 hari. Ternyata setelah 10 hari itu memang ada perubahan, tetapi kurang sepadan dengan waktu dan biaya jika dipraktikkan terus menerus. Selain itu, banyak langkah-langkah yang fungsinya saling tumpang tindih, sehingga tidak efisien.

Setelah itu saya juga membaca artikel mengenai skip care. Rasanya seperti momen pencerahan dan terdengar lagu “You Raise Me Up” di kepala saya 😂. Akhirnya kutemukan jalan ninjaku!

Perawatan kulit menjadi investasi, waktu me time, dan juga pelepas stres bagian sebagian kalangan wanita. (Gambar oleh Pavel Danilyuk dari Pexels)

Wah, apa tuh skip care? Sebenarnya istilah ini sudah pernah nge-hype sekitar tahun 2019 dan 2020, jadi bukan istilah baru lagi. Bahkan mungkin Mamah-Mamah sudah mempraktikkannya tetapi tidak tahu kalau itu namanya skip care. 

Skip care adalah metode perawatan kulit yang fokus hanya kebutuhan esensial kulit dan menggunakan produk-produk multifungsi dan efektif untuk menyederhanakan rutinitas perawatan kulit. 

Kebutuhan esensial yang dimaksud apa saja?

Menurut Rodan, dkk dalam jurnal Plastic and Reconstructive Surgery, hal yang paling esensial dalam perawatan kulit adalah Cleansing, Moisturising, Prevention, Protection. Bagi yang belum familiar, tahap prevention atau pencegahan biasanya dilakukan dengan menggunakan produk seperti serum, sedangkan protection atau perlindungan tentu saja yang dimaksud adalah menggunakan produk tabir surya.

Kalau saya lebih mengenal istilah Double Cleansing, Toning, Moisturising, Protecting yang merupakan 4 langkah dasar dalam perawatan kulit.

1. Double Cleansing

Membersihkan wajah yang diawali dengan pembersih yang oil-based untuk melarutkan bahan-bahan hidrofobik (like dissolves like, ingat matkul Kimia Dasar kan, Mah? Hehe). Misalnya micellar water, cleansing oil, cleansing balm, dsb. Lalu disambung dengan pembersih yang water-based seperti sabun cuci muka.

2. Toning

Tahap ini dilakukan untuk menghidrasi muka dan menyesuaikan pH kulit agar optimal untuk menyerap produk di tahap selanjutnya.

3. Moisturising

Tahap yang sangat penting dan tidak boleh di-skip meskipun memiliki kulit berminyak sekalipun karena kulit lembab dan terhidrasi adalah koentji dari kulit yang sehat.

4. Protecting

Ini juga tahap yang krusial tetapi sering disepelekan (termasuk oleh saya). Idealnya kita menggunakan tabir surya dengan minimal SPF 30 dan rajin mengaplikasikan lagi setiap 2 jam atau sehabis wudhu dan berkeringat. Namun seringnya pakai saja sudah alhamdulillah ya Mah? Hehe.

Penggunaan skincare dinilai berpotensi memelihara kondisi kulit dalam jangka panjang (Gambar oleh RODNAE Productions dari Pexels)

Pada Metode Skip Care, langkahnya sebenarnya mirip dengan yang 10 tahap, rule of thumb-nya menggunakan produk yang kekentalannya paling rendah ke paling tinggi. Hanya saja dalam skip care kita menggunakan 1 produk untuk beberapa fungsi sekaligus, misalnya toner berfungsi sebagai essence maupun pelembab, pelembab sekaligus tabir surya, atau tabir surya yang mengandung pelembab. Sehingga langkahnya bisa dipersingkat.

Sebagai ilustrasi, setelah mencuci wajah, saya menggunakan produk yang memiliki fungsi 3-in-1 toner, essence, dan pelembab, terkadang saya pakai serum, lalu ditutup dengan losion tabir surya yang juga berfungsi sebagai pelembab. Jadi, totalnya saya hanya menggunakan 4 produk di pagi hari, dan 5 produk di malam hari karena harus melakukan double cleansing.

Eits, tetapi jangan salah, menerapkan skip care meskipun tanpa ribet, tidak berarti mudah loh. Justru kita harus lebih banyak observasi kondisi kulit dan riset mengenai produk. Kita harus benar-benar paham kondisi kulit serta permasalahan kulit kita, juga produk atau bahan aktif yang tepat bagi permasalahan tersebut. Perjalanannya bisa jadi sama panjang dan berlikunya dengan penganut skincare lengkap berlapis yang paripurna. 

Manfaat Skip Care

Selain mempersingkat waktu skincare-an, skip care juga memiliki manfaat lain:

Mengurangi risiko iritasi

Mencoba dan menggunakan berbagai produk sekaligus meningkatkan risiko iritasi pada kulit apalagi jika pengetahuan kita masih kurang tentang bahan aktif yang terkandung di produk yang kita gunakan.

Mengurangi risiko interaksi negatif antar bahan aktif

Sama seperti poin yang pertama, jika menggunakan berbagai bahan aktif dalam satu waktu ada kemungkinan ada reaksi antar bahan aktif yang menyebabkan iritasi atau bahkan saling menghilangkan fungsi masing-masing.

Menghemat anggaran

Menggunakan lebih sedikit produk bisa jadi bisa lebih menghemat anggaran, apalagi sekarang produk skincare lokal sudah banyak variasi dan fungsinya. Efektivitas dan kualitasnya juga tidak kalah dibandingkan dengan produk luar.

Melatih untuk lebih mindful

Dengan menerapkan metode skip care kita dipaksa untuk lebih mindful terhadap kebutuhan kulit dan produk yang kita gunakan, apalagi kalau produknya cocok dan bisa digunakan sampai habis. Koleksi skincare tidak sampai menumpuk dan tidak terpakai. Jadinya lebih sustainable juga ya kan?

Contoh Produk Skip Care

Saat ini sudah banyak produk skincare lokal maupun impor yang beredar di masyarakat, dan banyak juga di antaranya yang bisa dijadikan pilihan dalam skip care rutin Mamah. Berikut ini saya buatkan daftar singkat produknya. Ada yang sudah pernah saya coba, ada juga yang masih cita-cita hehehe.

  1. SK-II Facial Treatment Essence
    Kalau produk yang satu ini sih, kayanya enggak perlu dibahas lebih lanjut yaa. Sudah melegenda di jagad skincare lokal maupun internasional. Bahkan sampai ada yang rela cari dupe alias produk penggantinya yang lebih murah karena harganya memang relatif mahal.

    Namun memang 1 produk ini memiliki kandungan super yang bisa mencerahkan, melembabkan, dan menghaluskan kulit sehingga kulit tampak sehat dan awet muda. Dengan menggunakan essence ini kita mungkin bisa menghemat anggaran untuk pembelian serum.
  2. Muji All-In-One Gel
    This is one of my holy grail. Cinta banget sama produk ini karena klaimnya enggak aneh-aneh, tetapi bikin kulit nyaman, lembut, lembab dan sehat. Produk ini bisa berfungsi sebagai toner, essence, dan pelembab. Kalau lagi super malas, habis cuci muka biasanya saya hanya menggunakan ini, dan kulit saya bisa lembab, padahal kulit saya termasuk kering. Namun jika udara sedang sangat kering atau saya sedang di tempat yang dingin saya akan layer lagi dengan pelembab. Wanginya juga segar, tetapi tidak terlalu kuat.
  3. Laneige Cream Skin Refiner
    Saya mencoba produk ini atas rekomendasi teman. Ternyata oh ternyata, saya cinta banget juga sama produk ini. Saya beralih pakai Laneige karena gel Muji sudah mau habis. Produk ini sebenarnya hydrating toner tetapi digabung dengan cream, jadinya membuat kulit lembab seharian padahal teksturnya cair seperti toner pada umumnya. Kalau pake Laneige ini tidak perlu pake pelembab lagi.
  4. Base Deep Sebum Control and Pore Clarifying Serum
    Serum multifungsi ini ringan dan mudah menyerap. Dalam 1 produk terdapat 3 bahan aktif utama yaitu bakuchiol, Japanese knotweed extract, dan Mastic gum. Manfaat utama dari serum lokal ini adalah mengontrol sebum, mengecilkan pori-pori, mencegah jerawat, dan memperbaiki skin barrier. Lengkap banget!
Ada berbagai pilihan produk skip care yang beredar dan mudah didapatkan
(Gambar oleh Harper Sunday dari Pexels)

Penutup

Sebenarnya tidak ada pakemnya sih harus bagaimana untuk melakukan perawatan wajah asalkan cocok di wajah dan kantong. Kalau kuat melakukan yang 10 tahap ya boleh, kalau suka yang back to basic pakai metode skip care juga boleh. Soalnya banyak juga wanita (dan pria) yang menjadikan sesi skincare sebagai ajang me time dan pelepas stres. Intinya yang penting Mamah bahagia dan semakin cinta sama diri sendiri.

Nah, karena sedari tadi fokusnya adalah menggunakan produk yang efektif dan efisien, melalui tulisan ini saya juga ingin mengajak Mamah-mamah untuk lebih jeli dan bijak dalam membeli produk perawatan kulit. Berhubung sebentar lagi Hari Konsumen Nasional, penting bagi kita untuk lebih kritis dan mencari tahu lebih dalam produk yang kita gunakan. 

Pastikan produknya asli serta sudah memiliki sertifikat BPOM ya, Mah. Selain itu, seperti yang sudah kita bahas di atas, pastikan produknya sesuai dengan kebutuhan, kebiasaan, dan anggaran bulanan kita.

Jadi, produk apa saja yang Mamah pakai untuk perawatan kulit? Apakah ada produk skip care yang Mamah gunakan? Share di kolom komentar yuk Mah!

Apapun metode perawatannya yang penting pilih produk dengan teliti
(Gambar Oleh KoolShooters dari Pexels)

Referensi:

Allure. (2019). What You Need to Know About The “Skip Care” Skin-Care Trend. Diakses pada 17 April 2022, dari https://www.allure.com/story/skip-care-korean-skin-care-trend

Base. (2022). Cari Tahu Mana yang Lebih Cocok Untuk Kulitmu! Skip Care VS 10 Step Skincare Routine. Diakses pada 17 April 2022, dari https://www.base.co.id/blog/cari-tahu-mana-yang-lebih-cocok-untuk-kulitmu!-skip-care-vs-10-step-skincare-routine

HIjab Lifestyle. (2021). Mengenal Metode Skip-care, Perawatan Wajah yang Efisien bagi Perempuan Korea. Diakses pada 17 April 2022, dari https://kumparan.com/hijab-lifestyle/mengenal-metode-skip-care-perawatan-wajah-yang-efisien-bagi-perempuan-korea-1x1rk3MPsZR/1

Rodan, K., Fields, K., Majewski, G., & Falla, T. (2016). Skincare Bootcamp: The Evolving Role of Skincare. Plastic and reconstructive surgery. Global open, 4(12 Suppl Anatomy and Safety in Cosmetic Medicine: Cosmetic Bootcamp), e1152. https://doi.org/10.1097/GOX.0000000000001152

Laksita Kharima
Laksita Kharima
Articles: 8

9 Comments

  1. Skip care ini antitesis dari skincare yang sampai berlayer-layer ala Korean ya ehehe.

    Saya juga seperti Mamah Laksita, suka yang simple dan jitu. Karena tidak perlu waktu yang lama untuk menggunakannya.
    Memilih produk yang hi-end sekalian, tapi fungsinya banyak, macam SKII dan Estee Lauder. Daripada yang merk-merk baru harga miring tetapi banyak step-nya. Ehehe.

    Ya tapi semua pastinya cocok-cocokkan ya.

    PS: penasaran sama Muji, banyak good reviews ya.

    Makasiiy artikelnya ya Teh, ditunggu artikel kecantikan selanjutnya. 🙂

    • Iya, bener banget, Teh Uril.

      Wah, masih cita-cita nih aku mah pake SKII dan Estee Lauder. Apakah ini rahasianya supaya glowing awet muda kaya Teh Uril? Hehe

      Iyaa bagus Teh, bahkan tonernya itu katanya dupenya SKII FTE, tapi aku belum coba sih. Dan gatau beli dimana sekarang karena toko Mujinya udah engga ada di Indonesia 🙁

      Iyaa sama-sama, Teh. Semoga segera ada inspirasi buat nulis lagi artikel kecantikan ya hehe

  2. oh ternyata istilahnya skipcare ya.. klo sy memang ud lama hanya pake produk skincare yg bener2 kerasa efeknya aja di kulit sy, dan kadang coba2 produk baru trus nemuin yg lebih nampol lalu yg lama jd diskip gak dipake lg stelah habis. misal ni dulu sy nyaman pake serum dan moisturizer Novage, tp lalu ngerasa gak butuh dua produk itu lg stelah pake Novage Skin Priming Essence dr Oriflame. yg kerasa di sy dia jd kayak essence + serum + moisturizer sekaligus gt stelah trial2 gmn kerasanya klo serum diskip atau essencenya yg diskip. ada mgkn 3 taun pake itu aja Novage SPE, plus sunscreen klo keluar.
    nah baru2 ini nemu produk lain lg yg alhamdulillah buatan lokal, Moist in Jar dr The Aesthetics yg ternyata lebih nampol lg meskipun pemakaiannya tdk semudah essence yg hampir cair. klo MiJ berbentuk cream gt jd mesti colek2, tp kandungannya ud mengandung peptide2 dan ceramide jg jd bikin cakep. meski berbentuk cream tp nyerepnya cepet dan hampir gak keliatan bekas olesnya di kulit. recommended deh. stelah ini sy berencana ngeskip Novage SPE, tinggal ngabisin sisa yg ada aja..
    tp sejujurnya klo gak lg ramadhan sy seneng jg sih layer2in serum, jd skipcarenya musiman klo lg butuh aja 😁

    • ya ampun seneng banget baca komen ini jadi ada referensi produk baru hehe. Aku catet di wishlist ahh hehe.
      Kalau puasa emang jadi cenderung kering yaa kulitnya jadi enak kalau layering hihi.

  3. Wah makasih teh Laksita. Jd wawasan lagi buat skincare newbie kaya aku. Pantes kemarin aku baca tentang serum yang juga ada sunscreen nya, itu termasuk skip care gak ya?

    • Sama-sama, Teh Andin. Itu bisa jadi termasuk skip care kalau memang Teteh merasakan efek serumnya. Misal dia klaimnya mengandung serum pencerah terus ternyata sesuai bikin cerah kulit berarti bisa skip pake serum pencerah. Tapi kalau menurutku, balik lagi ke kebutuhan kulit masing-masing. Kalau misal kulitnya kusam banget atau ada freckles yang sulit hilang mungkin butuh kandungan pencerah (misal: niacinamide) yang konsentrasinya lebih tinggi baru kelihatan efeknya.

      Kalau aku sendiri cenderung pake produk terpisah kalau serum, atau pakai serum yang dalam satu botol bisa menarget beberapa permasalahan kulit sekaligus, kaya produk Base yang ada di artikel. Biar bisa tahu efektivitasnya, worth investing atau engga, terus kan emang biasanya konsentrasi yang dibutuhkan bisa beda, jadi kalau digabung produk lain tuh kaya engga yakin dia konsentrasinya sebenarnya cukup apa engga sih gitu, bener efektif atau gimmick marketing aja dan cuma pelengkap, engga memenuhi fungsinya sebagai langkah pencegahan. Hehe.

Tinggalkan Balasan ke ITBMH TV: Pentingnya Sunscreen Untuk Kulit - mamahgajahngeblog.comCancel Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: