Curhatan Mengurus MGN di 2022 dan Harapan Baru di 2023

Bismillah,

Alhamdulillah, tahun 2022 ditutup dengan manis dengan pengumuman juara tahunan. Insya Allah bisa menyemangati Mamah ngeblog selalu.

Nah kali ini izinkan saya sedikit cerita mengenai ‘perjuangan’ saya mengelola Mamah Gajah Ngeblog di tahun 2022. Ya mohon maaf dan peringatan, isinya agak curhat.

Mengingat Mamah Gajah Ngeblog Tahun 2021

Kalau mengingat mulainya MGN di 2021,  saya masih bisa merasakan semangatnya. Begitu besar waktu itu semangat saya untuk nyemplung ke berbagai komunitas dan tak disangka, malah saya yang memulai komunitas baru. 

Kala itu, pandemi dimulai maka sepertinya banyak Mamah mencari kegiatan di rumah saja. Dan blogging adalah kegiatan yang pas sekali dilakukan, dan cara untuk tetap semangat adalah dengan berkomunitas.

Kala itu masih di grup WhatsApp, tak jarang grup ramai dengan obrolan dan diskusi. Saya senang MGN bisa menyatukan Mamah alumni dari berbagai generasi dan jurusan karena satu minat yaitu blogging, dari yang newbie sampai yang senior.

Di satu sisi, mungkin berbagai topik obrolan mengenai blogging bisa mengintimidasi lainnya, sehingga banyak juga yang menjadi silent reader, sayangnya. Padahal saya pribadi selalu terbuka dengan Mamah yang ingin tahu soal blogging.

Harus diakui beberapa kali sayapun agak kewalahan meladeni banyak pertanyaan dan mengisi bagian-bagian MGN yang belum terbentuk. Wajar sih karena komunitas baru, belum banyak rules maupun guidelines yang dibuat. Tidak banyak role yang diisi, sebagai admin-admin dan pengurus. Akhirnya, saya berusaha mengurus banyak kekosongan itu. Alhamdulillah, di tahun 2021 MGN berjalan dengan baik.

MGN di 2022

Perubahan dan Admin di 2022

Di tahun 2022, Grup chat MGN pindah ke aplikasi Telegram demi memudahkan keadminan dan memanfaatkan sederet fitur lainnya. Ternyata dari member yang aktif sampai semi dan yang ngga aktif juga ikut pindah (Alhamdulillah).

Saya berharap bisa ‘ditemani’ Mamah-mamah lain sebagai admin. Saya beruntung sampai sekarang ada Teh Sri Nurilla dan Teh Restu Eka yang membuat tantangan MGN 2022 berjalan baik.

Begitu juga Teh Risna yang mengusulkan sistem voting sebagai juara tantangan, ternyata cukup sukses karena banyak Mamah menyukai sistem ini. Teh Risna juga banyak membantu mengelola website MGN dan MGNGARIUNG.

Adapula Teh Dewi yang rajin posting di Selasa Baca di ITB motherhood. Mamah May Sari juga ikut membantu, di sela-sela kesibukannya. Terima kasih semuanya.

Perubahan Atmosfer dan Tantangan di 2022

Namun memulai dan mempertahankan konsistensi adalah 2 hal yang berbeda. Memulai ketika semangat sedang berapi-api tentu lebih mudah dibandingkan terus konsisten saat kesibukan dan kejenuhan melanda. Apalagi ketika pandemi mulai mereda maupun naik lagi. Ketika cuaca tidak bersahabat dan musim ujian/masuk sekolah anak. Ibu adalah yang tersibuk karena mengelola banyak hal untuk keluarga.

Mengurus komunitas sejatinya digerakkan dengan rasa kepedulian dan kerelaan. Kepengurusan ini adalah juga bentuk amal karena menggunakan waktu dan energi tanpa dibayar. Demi menjalankan tujuan dan kebersamaan.

Saya sendiri tidak bisa tidak menjadi homemaker di rumah, mengurus anak, suami dan perintilannya. Semua harus saya jalankan, just as semua Mamah admin dan member. Basically, semuanya adalah Ibu dulu di rumah dan keluarga. Belum sebagai pekerja juga. Belum lagi mengurus blog sendiri dan komunitas. Semua butuh komitmen dan semua dijalankan menurut prioritas.

Itulah juga kesulitan saya sebagai admin. Peran ibu adalah yang pertama dari semua, sebelum komunitas dan hobby. Tak jarang, Ibu mengorbankan waktu istirahatnya dan waktu me-time nya demi keluarga. Itu bentuk jihad Ibu, kalau di Islam. Di saat yang sama, ada role baru sebagai pekerja lepas yang load kerjanya lebih rutin bahkan ngga libur yang saya kini kerjakan.

Karena banyaknya peran itu, di MGN dan di rumah. Plus di profesi, sayapun merasa overwhelmed dan kadang burn out kalau peak atau load kerjaan tinggi. Padahal ada 2 admin tantangan yang sudah membantu. Tapi tetap saja, saya merasa kewalahan.

Selain dari kesibukan diri, adapula rasa sungkan saya nge-push mamah admin lain maupun member, karena saya tahu peran Ibu di rumah seperti apa. Pun selain jadi ibu, kita juga memiliki peran sebagai anak, saudara, tante, tetangga, menantu dan sebagainya.

At worst of the worst, di hari dimana saya pikir saya sudah melakukan ‘semua’ tapi ternyata ada 2 deadline lagi. Tak jarang, saya tidur larut. Selain juga karena saya juga cenderung seseorang yang night owl dan menyempatkan diri me-time, tapi ada kalanya saya baru bisa mengerjakan banyak hal saat tengah malam.

Yah, sejujurnya ada banyak hari dimana saya menyeret diri sendiri biar jalan terus. Beberapa kali rasanya saya ‘babak belur’, sampai akhirnya saya berpikir untuk stop. Ya karena ujungnya kan kembali ke batin dan fisik juga. Saya rasa untuk kebaikan saya sendiri, saya harus ‘memotong’ role-role saya di MGN.

Jujurly, bukannya waktu memulai MGN bukannya ngga ada yang protes. Bahkan minta saya berhenti mengurus. Tapi karena saya sudah mengusulkan dan bahkan memulai tantangan bulanan, ya masa berhenti? Apalagi melihat antusiasmenya. Ya ini mungkin bentuk kekeraskepalaan saya juga hingga sampai sini.

Entah dari kepindahan grup ke Telegram ataupun pandemi yang menurun kemudian naik lagi, saya merasa kurva semangat Mamah ngeblog menurun. Ataukah, ini juga karena ada kekurangan dalam mengelola MGN, saya agak clueless. Rasanya agak miris ketika sayapun bergelut dengan kesibukan diri dan sering melihat grup minim respon. Hmm, mungkin saya perlu belajar lagi dalam mengelola grup.

Setelah 2 tahun, sayapun merenung dan mendiskusikan ini kepada mamah admin tantangan lainnya. Menurut mereka, yuk kita kembalikan ke member. Maksudnya, membagi peran ke member. Mereka yang merasa terhubung dengan MGN dan ingin MGN tetap berjalan.

Namun jika inipun tidak berjalan, maka maaf berarti harus meminimalisir beberapa bagian di MGN. Insya Allah ini dilakukan demi MGN tetap berjalan dengan lancar. Sayapun tidak tega melihat MGN tidak terurus.

Penutup

Ini alasan kenapa saya menulis curhatan ini, demi MGN. Agar MGN tetap menyemangati mamah lain ngeblog dan tidak stuck di mamah admin yang burn out. Saya tidak mau menjalankan sesuatu menjadi beban dan akhirnya menularkannya ke mamah lain. Sungguh bukan itu tujuan dan harapan saya pada MGN. Semoga bisa dimengerti 🙂

Untuk itu, setelah ini akan ada informasi lowongan yang dibutuhkan di MGN. Agar dijalankan mamah yang mengerjakan dengan sepenuh hati. Semoga MGN jalan terus, from member to member. 

Semoga momen ini menjadi momen baik untuk lebih semangat dan comeback dengan lebih baik.

Andina Rezki
Andina Rezki
Articles: 14

2 Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: