perpustakaan digital

Perpustakaan Digital, Tempat Akses Buku Elektronik Secara Legal

Untuk Mamah yang suka baca buku tapi sering merasa berat kalau harus beli semua yang ingin dibaca, perpustakaan digital ini bisa jadi pertimbangan Mah!

Kebanyakan orang selalu berpikir kalau buku elektronik itu adalah buku yang tidak resmi alias bajakan. Memang, buku elektronik ini mudah sekali diduplikasi dan disebarluaskan. Akan tetapi, sekarang ini sudah ada banyak tempat untuk mengakses buku elektronik secara resmi.

Apa bedanya buku elektronik bajakan dengan di tempat yang resmi? Ya ini mirip dengan membeli buku bajakan dengan buku asli, buku yang diakses di tempat yang legal tentu saja lebih berkualitas dan nyaman untuk dibaca, dibandingkan buku elektronik bajakan.

Seperti halnya perpustakaan atau tempat peminjaman buku fisik, perpustakaan digital ini pun sistemnya ada kemiripan. Ada yang memberikan gratis, ada juga yang harus bayar keanggotaan dengan harga yang terjangkau. Kalau mamah memang suka membaca dan tidak ada masalah membaca buku versi elektronik, perpustakaan digital ini bisa jadi pertimbangan.

Yuk Mah, kalau mau tahu bagaimana bisa membaca banyak buku tanpa membuat kantong kempes karena harus membeli banyak buku, baca tulisan ini sampai habis ya.

Website iPusnas (ipusnas.id)

Aplikasi iPusnas ini resmi dari Perpustakaan Nasional Indonesia. Kita bisa mengunduh aplikasinya di ponsel, tablet ataupun di komputer. Untuk berlangganan, kita bisa membuat akun dengan menggunakan alamat e-mail, atau menggunakan facebook.

Koleksi buku bahasa Indonesia cukup lengkap dan yang paling menyenangkan adalah, kita bisa meminjam buku secara gratis. Kalau mau melihat ada koleksi apa saja, langsung saja Mah akses ke ipusnas.id. Ada banyak koleksi buku anak-anaknya termasuk dongeng atau fiksi lainnya juga.

Meminjam buku dari iPusnas, artinya kita mengunduh buku ke gawai kita. Buku itu tetap bisa dibuka walau kita tidak terhubung ke internet. Akan tetapi, buku tersebut hanya bisa dibuka dari aplikasi iPusnas saja. Jadi, jangan pikir mau kirim-kirim buku elektroniknya ke orang lain. Kalaupun ada yang bisa dikirim adalah tautan untuk teman kita berlangganan dan mengunduh sendiri ke aplikasinya dari sebuah buku.

Kekurangan dari aplikasi ini, karena gratis, terkadang untuk meminjam buku populer itu harus mengantri karena stok terbatas. Lalu, lama peminjaman juga terbatas beberapa hari (kurang dari seminggu). Tentunya ini untuk memberi kesempatan buat yang lain meminjam juga. Oh ya, kita tidak perlu mengembalikan buku secara manual, karena setelah masa peminjaman habis, otomatis bukunya tidak tersedia lagi di rak peminjaman. Kalau kita belum selesai membacanya dan ingin meneruskan, ya kita harus meminjam lagi (dan mudah-mudahan bukunya masih ada stok yang bisa dipinjam).

Kalau Mamah seorang yang bisa membaca dengan cepat, tentunya batas waktu peminjaman yang singkat ini tidak masalah. Kalaupun masih harus menunggu antrian meminjam, ada banyak sekali kok buku yang bisa dipinjam di iPusnas. Saya lupa berapa hari batas peminjamannya sekarang ini, awalnya dulu hanya 3 hari, tapi rasanya belakangan 5 hari. Oh ya, ada batasan juga jumlah buku yang bisa dipinjam dalam satu waktu bersamaan. Ini tentunya juga untuk membatasi ada yang meminjam terlalu banyak sekaligus.

Gramedia Digital, Ada Buku, Majalah, Koran, dan Buku Sekolah

Berbagai Paket Premium Gramedia Digital (ebooks.gramedia.com)

Gramedia Digital ini aplikasi untuk mamah yang tidak sabar menunggu antrian dan atau membacanya tidak bisa terlalu cepat. Sesuai dengan namanya, aplikasi Gramedia Digital ini dari Gramedia grup. Berbeda dengan iPusnas yang gratis, untuk bisa mengakses buku di Gramedia Digital kita harus membayar biaya belangganan.

Berapa harga berlangganannya? Bervariasi sih, karena ada paket yang bisa dipilih apakah kita ingin paket fiksi, paket anak atau paket lengkap. Paket sekolah juga ada. Eits, tapi kalau Mamah sering memantau, Gramedia Digital sering ada promosi loh Mah. Akhir tahun lalu, saya berhasil berlangganan setahun dengan membayar 50 persennya saja. Kalau setiap bulan membaca 1 buku, rasanya sudah lebih murah deh daripada harga membeli 12 buku.

Di Gramedia Digital ini, selain buku elektronik, ada majalah, koran dan buku sekolah juga. Memang sih kebanyakan waktu di depan layar tidak baik, jadi harus pintar-pintar juga mengatur waktu kalaupun mau memberikan kesempatan buat anak membaca buku dan majalah di Gramedia Digital ini.

Oh ya, aplikasi Gramedia Digital ini bisa dibuka di android dan iOS saja, jadi bisa dibuka di ponsel dan tablet, tapi tidak bisa di komputer. Sama seperti iPusnas, kita bisa mengunduh buku yang ingin dibaca, lalu membacanya tanpa terhubung ke internet. Akan tetapi, kita hanya bisa membuka buku tersebut di dalam aplikasi Gramedia Digitalnya saja.

Kelebihan dari Gramedia Digital ini tentunya selain kita bisa meminjam dalam waktu lama, kita juga bisa meminjam banyak buku sekaligus. Buku tidak akan pernah kembali dengan sendirinya, sampai kita menghapusnya dari koleksi buku di gawai kita. Akan tetapi, buku-buku tersebut hanya bisa diakses selama kita masih berlangganan. Kalau kita sudah tidak berlangganan, otomatis buku-buku tersebut tidak bisa kita buka lagi walaupun sudah kita unduh.

Selain buku yang bisa dipinjam tanpa batas waktu, ada juga beberapa buku yang tersedia di Gramedia Digital dan kita masih perlu membayar lagi. Tapi, untuk buku jenis itu, nantinya kalaupun kita berhenti berlangganan, kita akan tetap bisa mengaksesnya.

Storytel, Bisa Mendengar Buku Selain Membaca

Mendengarkan buku selain membaca (Storytel.com)

Aplikasi Storytel ini baru masuk ke Indonesia di tahun 2022 ini. Storytel sendiri berdiri sejak tahun 2006 di Swedia. Saat ini, aplikasi ini sudah merambah ke berbagai negara dan biasanya kontennya juga jadi menyesuaikan dengan konten buku-buku yang populer menggunakan bahasa di negara tersebut selain berbagai koleksi buku berbahasa Inggris. Storytel ini merupakan aplikasi pertama, di mana saya bisa mendengarkan buku-buku dalam bahasa Indonesia.

Fitur unggulan dari aplikasi Storytel ini adalah buku bersuara alias audiobook. Akan tetapi, koleksi Storytel ini juga ada yang bukan hanya bisa didengar, tapi juga ada buku elektroniknya. Untuk buku yang tersedia versi suara dan versi tulisannya, kita bisa berpindah-pindah dengan mudah. Jadi kita bisa membaca teks, lalu ketika berpindah mendengarkan bukunya akan secara otomatis langsung melanjutkan tanpa harus mencari titik di mana kita harus mulai mendengarkan.

Seperti halnya aplikasi iPusnas dan Gramedia Digital, buku yang ingin dibaca atau didengarkan bisa diunduh ke gawai dan diakses tanpa menggunakan internet. Karena ada sistem berlangganan, kita tidak dibatasi waktu mengakses bukunya selama kita masih membayar.

Harga berlangganan di tiap negara tidak sama. Saya perhatikan, harga berlangganan di Indonesia masih lebih murah daripada harga berlangganan di Thailand. Dan karena saya ingin mendengar buku bahasa Indonesia, makanya saya memutuskan untuk berlangganan storytel versi Indonesia.

Tidak Perlu Lagi Buku Bajakan

Dengan tersedianya berbagai tempat untuk mengakses buku yang tersedia dalam genggaman saat ini, sebenarnya tidak ada alasan buat kita untuk tidak membaca. Sesibuk-sibuknya kita, sebenarnya kita bisa mendengarkan buku atau membaca di gawai ketika menunggu atau sedang bengong.

Saya juga mau mengingatkan kita, dengan tersedianya berbagai tempat untuk mengakses buku secara legal, semoga kita tidak lagi terpikir untuk mencari buku bajakan ya Mah. Sungguh kasihan dengan nasib penulis yang sudah susah payah berkarya, kalau kemudian yang mengeruk keuntungan adalah orang yang menyediakan bajakan. Coba deh baca buku Tere Liye yang berjudul Selamat Tinggal, kalau mau tahu bagaimana keluh kesah dari penulis yang bukunya dibajak.

Oh ya, mungkin akan ada yang merasa harga berlangganan Gramedia Digital atau Storytel terlalu mahal. Padahal, kalau dihitung-hitung, harga berlangganan sebulannya masih lebih murah daripada harga membeli sebuah buku fisik. Tapi ya sudah kalau memang masih merasa mahal, cari bukunya yang ada di iPusnas saja ya Mah. Banyak kok buku menarik di iPusnas.

Sebenarnya masih ada beberapa tempat lain seperti Kindle dan Scribd untuk membaca buku elektronik secara legal, tapi koleksi buku bahasa Indonesianya hampir tidak ada, jadi tidak akan saya bahas di tulisan ini. Mamah sudah pernah mencoba aplikasi yang mana? Atau ada aplikasi lain yang Mamah tau memiliki koleksi buku berbahasa Indonesia dan ingin dibagikan ke pembaca lainnya? Yuk tuliskan di komentar, Mah!

Default image
Risna

WordPress Blogger, tinggal di Chiang Mai Thailand. Sedang hobi desain Canva dan Kinemaster selain menonton Film dan drama Korea.

Articles: 18

2 Comments

  1. Saya juga lagi usaha banget untuk beli buku buku asli. Sekarang juga lbh fokus ke ebook karena udh pusing ttg penyimpanan buku hardcopy. Termasuk beberapa text book kuliah, saya beli di google play book. Btw di play book suka ada gratisan juga loh

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: