Tips Penulis Menembus Penerbit Mayor

Hari Minggu, 27 Februari 2022 yang lalu, di sore hari yang santai, Thessalivia, salah satu mamah gajah yang bukunya baru saja diterbitkan oleh Gramedia berbagi tips untuk mamah gajah lainnya tentang apa yang dia lakukan untuk menembus penerbit mayor. Yuk, sini mari kemari para mamah yang suka menulis dan penasaran kenapa selama ini naskahnya belum tembus juga diterbitkan oleh Gramedia.

Sudah tahu belum apa keuntungannya kalau naskah kita diterbitkan penerbit mayor seperti Gramedia Pustaka Utama, Grassindo, Gagas Media, Elex Media komputindo, atau Mizan? Tentu saja ini mempermudah urusan penerbitan. Penulis tidak harus memikirkan biaya cetak dan distribusi. Semuanya akan dibantu oleh penerbit, dan penulis tinggal menunggu bayaran berupa royalti saja. Semua yang ingin menjadii penulis besar, pastinya berharap tulisannya ditertbitkan oleh penerbit mayor.

Nah, kalau mamah adalah salah satu dari penulis yang bercita-cita tulisannya dilirik penerbit mayor, baca tulisan ini sampai habis, atau tonton juga rekaman kegiatan sharing “Menembus Penerbit Mayor, Mimpi Besar Setiap Penulis”, bersama Thessalivia di kanal ITBMH TV yang dipandu oleh mamah Sari Agustia dari MaGaTa.

Penasaran? Tonton aja di kanal itbmhtv. Jangan lupa like, komen, share, dan subscribe ya mah!

Kolaborasi 3 Subgrup ITBMH

Acara ini merupakan kolaborasi dari 3 sub grup ITBMotherhood (ITBMH). ITBMH TV mengajak Mamah Thessalivia yang aktif di MaGaTa (Mamah Gajah Bercerita) dan punya blog untuk sharing yang disiarkan langsung di kanal youtube ITBMH TV.

ITBMHTV merupakan kumpulan mamah gajah yang suka bikin siaran. Isi siarannya tentu saja sharing dari para mamah ITBMH. Nah, kalau ada mamah yang mau berbagi menjadi kontributor ataupun pengisi konten, langsung aja ya DM Instagram @itbmhtv. Kalau belum bisa jadi kontributor ya bisa juga ikut like, komen, share dan subscribe kanal youtube itbmhtv ini ya mah!

Sedikit informasi, mulai bulan Februari ini, kanal youtube ITBMH TV sudah memenuhi syarat untuk monetisasi dan tentunya sesuai dengan tagline, make herstory for charity, harapannya sharing yang dibagikan di kanal ini bisa berguna untuk lebih banyak orang dan hasilnya tentu saja akan disalurkan melalui beasiswa mamah gajah atau kegiatan sosial lainnya untuk yang membutuhkan.

Tentang Mamah Thessalivia

Tak kenal maka tak sayang, Mamah Thessalivia ini asli minang dan suka menulis sejak kecil. Di tengah kesibukannya yang aktif bekerja dan sedang sekolah lagi, dia tetap menyediakan waktu untuk belajar menjadi penulis yang tulisannya bisa diterbitkan oleh penerbit mayor.

Di tahun 2020, novelnya berjudul 40 Hari menjadi Ibu diikutsertakan dalam kompetisi Gramedia Writing Project namun tidak menang. Mamah Thessa tidak menyerah, kemudian mengikuti GWP Creative Writing Bootcamp Expert Class untuk menyelesaikannya. Akhirnya di tahun 2021 novelnya dipinang oleh Gramedia, dan mengalami pergantian judul menjadi “Semangat, Tante Sasa!” Buku tersebut telah terbit di bulan September dan lebih dulu bisa dibaca di Gramedia Digital sebelum akhirnya terbit versi cetak di bulan Oktober 2021.

Sejak tahun 2018, Mamah Thessa sudah pernah menerbitkan buku di penerbit lainnya. Tapi ya seperti impian semua penulis, mamah Thessa penasaran ingin tahu bagaimana sih caranya supaya bukunya bisa diterima oleh penerbit mayor, terutama Gramedia Pustaka Utama?

Nah, ternyata ada hal-hal yang perlu diperhatikan ketika memasukkan naskah. Ada juga hal-hal yang jangan dilakukan kalau mau editor membaca naskah yang kita kirimkan. Nggak terlalu sulit asal kita melakukannya dengan benar dan terus mau belajar.

Yuk, buat mamah yang ingin bukunya juga diterbitkan penerbit mayor, kita belajar dari pengalaman mamah Thessa menerbitkan buku “Semangat, Tante Sasa!”

3 Hal yang harus diperhatikan untuk menembus penerbit mayor

Udah penasaran, Mah? Kalau mau lengkapnya langsung klik rekamannya, tapi sambil dibaca tulisan sampai habis ya, Mah. Membaca tulisan ini pasti lebih cepat daripada menonton video, hehehe. Tapi menonton video, pastinya dapat informasi lebih lengkap. Jadi, yuk baca sambil mendengarkan pemaparan Mamah Thessa.

Ini dia 3 hal yang perlu diperhatikan (sumber: rekaman itbmh tv)

1. Selesaikan Naskah

Ini tuh udah jelas banget ya sebenarnya. Tapi, memang ada banyak distraksi yang mungkin membuat ide kita yang di awal sudah bagus banget akhirnya membuat naskah kita terbengkalai dan tidak selesai juga.

Mamah Thessa membagikan ramuan untuk menyelesaikan naskah mulai dari punya plot lengkap yang didalamnya mulai dari awal, kejadian yang mengakibatkan dunia tokoh berubah total sampai penyelesaiannya. Tokoh/ karakter harus realisits dengan kelebihan dan kekurangannya dan tentu saja punya tujuan. Di dalam cerita, dalam mencapai tujuan terlihat bertransformasi antara apa yang diinginkan menjadi apa yang dibutuhkan oleh sang tokoh.

Setelah punya plot dan karakter untuk dituliskan, ya berikutnya juga perlu belajar menulis sesuai kaidah penulisan yang benar.

Selanjutnya, tips tambahan untuk memacu diri menyelesaikan naskah adalah dengan mengikuti berbagai kompetisi. Dengan begini, biasanya jadi lebih semangat karena ada tenggat waktu dan tentunya harapan akan jadi pemenang.

Kalau ikut kompetisi tapi tulisan tidak menang atau tidak selesai juga gimana? Ya cari kelas yang dibimbing oleh ahlinya. Bukan kelas asal-asalan ya, kelas yang diadakan oleh penerbit mayor atau penulis yang memang sudah menghasilkan banyak buku tentunya lebih disarankan.

Setelah selesai naskah, nah ini baru langkah awal. Lanjutkan ke hal berikutnya yang juga tidak kalah pentingnya.

2. Perhatikan 3 Bab Pertama

Harus ada transformasi dari plot, struktur dan karakter! (sumber: rekaman itbmh tv)

Biasanya, ketika naskah masuk, editor tidak akan membaca keseluruhan naskah kalau 3 bab pertama tidak membuat greget. Jadi setelah naskah selesai, coba dibaca lagi dan diperiksa ulang. Jangan sampai ada typo atau ada bagian. yang tidak terasa penting.

Bagian yang terpenting yang juga harus segera ditampilkan selain premis cerita adalah adanya transformasi dari plot, struktur dan karakter seperti yang sudah ditentukan di bagian awal sebelum menulis.

Semua percakapan ataupun peristiwa yang terjadi di 3 bab pertama, harus menjadi kunci dari keseluruhan jalan cerita ataupun hal yang perlu diselesaikan dalam sebuah buku. Misalkan ada percakapan, yang tidak penting bisa dihilangkan dulu.

Dalam 3 bab pertama, kita juga tidak perlu memperkenalkan semua karakter dalam cerita secara detail. Kita bisa menyertakan tokoh-tokoh dan kejadian yang mempengaruhi terhadap transformasi dan penting sampai akhir cerita. Hal-hal klise juga sebaiknya dihindari dalam 3 bab pertama.

Kalau kita bisa membuat editor tertarik dari 3 bab yang dia baca, kemungkinan dia akan meneruskan membaca keseluruhan naskah kita sampai selesai.

3. Sinopsis

Sinopsis cerita berbeda dengan blurb. Di bagian sinopsis ini kita juga perlu menceritakan kejadian dari awal sampai akhir yang terjadi. Bagian sinopsis ini juga kunci utama sebelum editor membaca 3 bab pertama di buku kita.

Biasanya ketika mengirimkan naskah, kebanyakan penulis lupa untuk menyertakan sinopsis. Padahal sinopsis ini penting untuk mempermudah pekerjaan editor. Setelah editor membaca sinopsis, barulah mereka mungkin akan tertarik membaca 3 bab pertama. Kalau berhasil membuat editor membaca 3 bab pertama, ada harapan naskah kamu akan dibaca keseluruhannya.

Sesi tanya jawab yang tak kalah seru

Dalam acara kemarin, Mamah Thessa juga mengajak peserta untuk melihat buku-buku populer lain seperti Harry potter. Mamah Thessa juga bertanya pada peserta, buku apa yang menjadi favorit mereka dan apa kejadian penting yang terjadi di buku tersebut yang membuat buku tersebut menarik.

Acaranya juga ada bagi-bagi hadiah loh. Walaupun buku “Semangat, Tante Sasa!” ini bisa dibaca di Gramedia Digital, tentunya lebih seru kalau dapat buku versi cetaknya juga ya.

Di sesi tanya jawab, Mamah Thessa mengingatkan kepada para penulis yang masih dalam penantian kabar dari penerbit untuk tetap sabar. Untuk para penulis yang masih belum menyelesaikan naskahnya untuk tetap memupuk semangat dan terus belajar. Dan untuk penulis yang mungkin sudah berkali-kali naskahnya ditolak penerbit untuk tetap mau belajar dan mempelajari buku-buku yang berhasil tembus ke penerbit itu seperti apa.

Kalau mau tahu lengkapnya, pastikan menonton rekamannya dari awal sampai akhir ya mah, pastinya rekamannya lebih lengkap dari tulisan saya ini, hehehe.

Penutup

Sebelum mendengarkan cerita dari Mamah Thessa, saya sudah sering mendengar cerita dari teman-teman yang bilang sulit sekali memang menembus penerbit mayor. Tapi karena saya belum pernah bercita-cita jadi penulis buku dan bukan penulis fiksi, saya tidak pernah terpikir ternyata 3 bab pertama itu memang penting sekali menentukan apakah saya akan meneruskan membaca buku tersebut atau tidak.

Saya jadi mengingat-ingat berbagai buku yang saya baca, dan memang benar, 3 bab pertama itu akan ada hal luar biasa yang terjadi di dalam kehidupan tokohnya dan itulah yang menjadi awal dari cerita bergulir (dan membuat saya tertarik dan penasaran meneruskan membacanya).

Gimana Mah, setelah tahu tips menembus penerbit mayor ini, apakah kira-kira akan ada banyak mamah gajah yang menerbitkan buku fiksi melalui penerbit mayor? Yuk mah, tetap semangat selesaikan naskah supaya bisa dikirim ke penerbit ya, Mah!

Default image
Risna

WordPress Blogger, tinggal di Chiang Mai Thailand. Sedang hobi desain Canva dan Kinemaster selain menonton Film dan drama Korea.

Articles: 18

4 Comments

  1. Wuiihh, makasiy banget Risna atas rangkumannya. Sudah membagikan acara bincang dengan Mamah Thessalivia di ITBMH TV. 🙂

    Dari kisah Mamah Thessa ini, beliau orangnya gigih ya, tidak patah semangat meskipun awalnya tidak menang dalam kompetisi. Patut saya teladani, karena kadang sudah down kalau hasilnya tidak sesuai harapan ehehe.

    Dan ‘trik rahasia’ mengenai mind the 3 bab pertama itu akan saya ingat! Siapa tahu siapa tahu ehehe. Makasiiy Mamah Risna 🙂

  2. Tertohok dengan ‘selesaikan naskah’ karena bedanya yang menulis buku dan yang tidak adalah komitmen menyelesaikan tulisan. Itu saja sudah butuh kerja keras ya

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: