1001 Cerita Masjid di Dunia

Selalu ada yang menarik dari masjid, mulai dari ceritanya, arsitekturnya sampai dengan sejarahnya. Yuk jalan-jalan ke beberapa masjid besar di dunia.

Halo Mamah, apa kabarnya ? Semoga selalu diberi kesehatan dan keselamatan ya Mah. Selaras dengan tema tantangan Mamah Gajah Ngeblog di bulan Februari 2022, saya mau mengajak mamah jalan-jalan lagi nih.

Kalau tahun lalu saya mengajak Mamah naik kereta api di India, kali ini saya ingin mengajak Mamah berjalan-jalan ke masjid-masjid besar di dunia. Tahun lalu juga, ada satu tulisan dari Mamah Dewi yang menuliskan cerita perjalanan beliau ketika berhaji, tentang Masjidil Haram dan juga Masjid Nabawi, sangat menarik.

Selalu ada hal-hal menarik yang bisa dipelajari dari masjid. Setiap melakukan perjalanan, saya selalu menyempatkan untuk berkunjung ke masjid setempat. Bukan saja ingin beribadah, tapi saya juga ingin mengetahui cerita tentang masjid itu sendiri, mempelajari arsitekturnya dan mengenal sejarahnya.

Kita mulai jalan-jalannya dari Jakarta, ibukota Indonesia tercinta dulu ya Mah.

Masjid Istiqlal, Jakarta – Indonesia

Mungkin banyak Mamah yang tidak mengetahui bahwa setiap tanggal 22 Februari diperingati sebagai Hari Istiqlal. Tepatnya pada tanggal 22 Februari 1978, 44 tahun yang lalu, Masjid Istiqlal diresmikan oleh Presiden RI saat itu, Bapak Soeharto.

Dikutip dari Wikipedia, arti harfiah Masjid Istiqlal adalah masjid merdeka. Dibangun sebagai ungkapan dan wujud dari rasa syukur bangsa dan rakyat Indonesia yang mayoritas beragama Islam, atas berkat dan rahmat Allah SWT yang telah menganugerahkan nikmat kemerdekaan dari cengkraman penjajah selama kurang lebih 350 tahun.

Masjid negara kita ini adalah masjid terbesar di Asia Tenggara, dengan luas sekitar 9 hektar dan terdiri dari 5 lantai yang mampu menampung 200 ribu jamaah. Luar biasa besar ya Mah. Uniknya, Masjid Istiqlal yang diprakarsai oleh Presiden Soekarno ini dibangun dengan semangat Bhineka Tunggal Ika. Di seberang masjid berdiri Gereja Katedral Jakarta sebagai simbol toleransi beragama. Bahkan, arsitek Masjid Istiqlal sendiri adalah seorang pendeta Kristen Protestan yang berasal dari Sumatra Utara – Frederich Silaban.

Frederich adalah seorang arsitek yang merupakan salah satu lulusan terbaik Academie van Bouwkunst, Belanda. Pada tahun 1955, Frederich memenangkan sayembara desain Masjid Istiqlal dengan karyanya yang berjudul “Ketuhanan”. Selain mendapat hadiah emas 75 gram dan uang Rp25 ribu, beliau juga mendapat julukan “By the Grace of God” dari Presiden Soekarno.

Saya sendiri belum pernah ke Masjid Istiqlal, adakah Mamah yang pernah kesana ? Bagaimana kesan Mamah ?

Masjid Jame’Asr Hassanil Bolkiah, Bandar Seri Begawan – Brunei Darussalam

Di negara tetangga kita, Brunei Darussalam, ada satu masjid yang sangat cantik, namanya Jame’Asr Hassanil Bolkiah. Masjid terbesar di salah satu negara terkaya di dunia ini dibangun sebagai penghormatan untuk Sultan Brunei yang ke 29, Sultan Hassanil Bolkiah pada peringatan ke-25 tahun beliau menjadi sultan di tahun 1994.

Saya berkesempatan mengunjungi masjid ini di tahun 2016. Masjid yang sangat cantik, dengan kubah-kubah emasnya yang berjumlah 29 buah, melambangkan urutan kesultanan dari Sultan Hassanil Bolkiah. Di sekeliling mesjid ada kebun yang sangat luas dengan beberapa air mancur yang terawat sangat baik.

Masjid Jame’Asr Hassanil Bolkiah, Bandar Seri Begawan – Brunei Darussalam

Interior dalam masjid sangat indah, sangat menenangkan, betah berlama-lama di dalamnya. Sayangnya saya tidak bisa mengambil photo karena tidak diperbolehkan, bahkan semua kamera dan mobile phone harus dititipkan di loker yang tersedia di pintu masjid.

Masjid Putra, Putrajaya – Malaysia

Masih dari negara tetangga kita, di Malaysia ada sebuah masjid yang dikenal sebagai pink mosque. Namanya Masjid Putra yang terletak di Putrajaya, pusat pemerintahan Malaysia. Masjid Putra ini selesai dibangun di tahun 1999 dan bisa menampung 12 ribu jamaah. Nama Putra sendiri diambil dari nama Perdana Mentri Malaysia yang pertama, Tungku Abdul Rahman Putra Al-Haj.

Bukan tanpa alasan masjid ini lebih dikenal sebagai pink mosque, dari kejauhan memang warna pink yang sangat dominan. Kubah terbesar dan kubah-kubah kecil yang mengelilinginya dibuat dari batuan granit yang berwarna pink. Warna tembok dan menara masjid juga didominasi oleh warna pink.

Desain masjidnya sendiri merupakan perpaduan dari arsitektur Persia dan Malaysia, masjid ini juga disebut-sebut sebagai masjid tercantik yang dibangun di atas air, di Danau Putrajaya.

Kalau nanti ada kesempatan berkunjung ke Malaysia, sempatkan mampir ke sini ya Mah.

Masjid Jama Delhi, Old Delhi – India

India mungkin lebih dikenal sebagai negara non muslim, tetapi sebetulnya ada kurang lebih 200 juta umat Islam di India, atau kurang lebih 15 % dari populasi. Di New Delhi ada satu masjid yang sangat terkenal dan merupakan salah satu masjid terbesar di India, Masjid Jama Delhi namanya.

Masjid yang terletak di kawasan Old Delhi ini dibangun oleh Shah Jahan, penguasa Mughal Emperor yang juga membangun Taj Mahal. Selesai dibangun pada tahun 1656 sebagai simbol penyebaran Islam di India. Saat itu, Mughal Emperor adalah kerajaan Islam yang sangat dihormati, bukan saja di India, tapi juga sampai ke area Timur Tengah.

Walaupun sudah berusia lebih dari 350 tahun, Masjid Jama Delhi masih tegak berdiri dan aktif digunakan untuk beribadah. Kawasan Old Delhi memang didominasi oleh umat Muslim, tidak heran kalau masjid ini selalu ramai.

Ada satu hal menarik dari arsitektur masjid-masjid di India, yaitu keberadaan kolam besar yang disediakan sebagai tempat bersuci. Kolam ini terletak di tengah-tengah area luas seperti lapangan (courtyard) yang ketika Sholat Jumat atau Sholat Ied akan digunakan juga sebagai tempat sholat berjamaah.

Selain itu, selalu ada area terbuka (facade) di sekeliling masjid yang saat ini sering digunakan sebagai tempat beristirahat. Saya membayangkan mungkin dulu area terbuka itu digunakan sebagai madrasah, tempat mengkaji kitab suci.

Bangunan masjid sendiri dibangun dari batu pasir merah, limestone dan juga marmer berwarna putih dan hitam. Dibangun 10 meter lebih tinggi dari jalanan membuat Jama Masjid terlihat sangat megah. Shah Jahan mengklaim bahwa masjid ini dibangun menyerupai Jama Masjid Fatehpur Sikri di Uttar Pradesh India, tetapi interior bagian dalam masjid serupa dengan Jama Masjid di Agra.

Masjid Taj Mahal, Agra – India

Masih dari India, ada satu lagi masjid cantik yang sayang untuk dilewatkan kalau Mamah berkunjung ke India. Masjid Taj Mahal yang terletak di kompleks Taj Mahal, Agra.

Bangunan utama Taj Mahal yang ikonik merupakan mausoleum dari Shah Jahan dan istri beliau – Mumtaz Mahal. Di sebelah kiri dan kanannya, ada dua bangunan merah yang identikal, masjid di sebelah kiri dan guest house di sebelah kanan.

Sama seperti Masjid Jama Delhi, Shah Jahan membangun masjid ini dari batu pasir merah, limestone dan marmer. Terdapat tiga buah kubah yang menyerupai kubah Taj Mahal, dengan kubah di bagian tengah berukuran lebih besar. Uniknya, kubah ini dihiasi dengan lambang bunga Teratai yang merupakan simbol agama Hindu. Bunga Teratai adalah simbol hidup yang berkesinambungan, manusia yang dapat beradaptasi dengan lingkungannya.

Secara keseluruhan, masjid ini sangat cantik. Di pagi hari, dinding masjid menjadi kemerahan, terkena sinar matahari. Ditambah lagi dengan ukiran-ukiran cantik yang berpola bunga dan tanaman. Sama seperti mauseloum Shah Jahan, Masjid Taj Mahal is a great beauty.

Saat ini Masjid Taj Mahal juga masih aktif digunakan. Di hari Jumat pengunjung tidak diperbolehkan masuk ke dalam kompleks kecuali untuk menunaikan ibadah sholat Jumat. Jadi sebaiknya jangan berkunjung ke Taj Mahal di hari Jumat ya Mah.

Penutup

Tentunya masih banyak lagi cerita dari masjid-masjid di seluruh dunia. Apakah Mamah ada cerita berkesan mengenai masjid yang pernah Mamah kunjungi ? Silakan bagikan pengalaman Mamah di kolom komentar ya Mah.

(Disunting oleh :Β Risna)

Default image
May Sari Hendrawati
Articles: 7

5 Comments

  1. Sungguh megah kelima masjid yang May jabarkan, dan arsitekturnya membuat kagum. Pasti sholat di dalamnya terasa berbeda dan makin trenyuh. πŸ™‚

    Aduhh duh duhh, Pink Mosque yang paling mengundang perhatian saya, indah sekali. Kayanya baru pertama kali saya melihat ada masjid yang terlihat pink. Insha Allah, jika maen ke Malaysia, pingiin banget merasakan sholat di situ. πŸ™‚ Semoga bisa tercapai. πŸ™‚

    Saya baru ke Masjid Istiqlal 2 kali saja, May. Dan sudah 2 atau 3 tahun yang lalu, sebelum pandemi pokoknya. Tempatnya luas, arsitekturnya khas, dan banyak pengunjung, bahkan wisatawan asing yang hanya berfoto juga ada. Namun sayang, kesan saya waktu itu kurang, karena saat itu terlihat kurang bersih dan agak tidak well-organized. Ini hanya opini saya secara pribadi. Mohon maaf jika tidak berkenan.
    Namun semoga saat ini sudah tidak begitu lagi. Makin majestic dan makin PAS sebagai masjid terbesar di Asia Tenggara. πŸ™‚

    Makasiiy ulasannya ya Mamah May, menambah wawasan saya. πŸ™‚

  2. Uril, yuk kalau ke Malaysia kita kopi darat ya. Aku juga belum pernah ke pink mosque ni, padahal dekat aja dari rumah, hanya selalu lewat πŸ™‚ Cita-cita juga dari dulu pengen ke Istiqlal tapi belum kesampaian, mudah-mudahan bisa nanti.

    Tentang kebersihan, aku setuju sama Uril, satu hal yang kuamatin di Indonesia ini kebanyakan memang tidak terawat ya. Banyak masjid bagus-bagus seperti masjid di Semarang, waktu baru jadi aku sempat kesana, lalu kesana lagi beberapa tahun kemudian, eh udah kotor dan banyak yang rusak, sayang banget.

    • Wah Mayyyy, dengan senang hati mauuu banget May. Insha Allah, semoga suatu saat saya diberikan kesempatan olehNya bisa ketemu dengan May di dunia nyata, di masjid pink ini pula. πŸ™‚

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: