Berbuka Dengan yang Manis

Pernah dengar tagline “Berbuka dengan yang manis”, Mah? Tagline ini sangat akrab dengan salah satu minuman teh dalam kemasan botol. Tagline ini dipopulerkan dari tahun 2006 dan hingga kini masih melekat. Sehingga, ketika berbuka puasa, segelas teh manis atau teh botol merk tersebut seakan selalu menemani.

Namun, apakah benar berbuka itu harus dengan yang manis?

Dalam Islam, Nabi Muhammad SAW mengajarkan dan mencontohkan untuk berbuka puasa dengan segelas air putih dan kurma. Berbuka puasa pun disunnahkan untuk dilakukan di awal waktu. Hal ini bermaksud agar ketika sudah masuk maghrib, mereka yang berpuasa bersegera mencari air putih atau kurma untuk mengakhiri puasa yang sedang dilakukan.

Air putih yang kita minum saat berbuka, selain sebagai cairan pelepas dahaga, juga sebagai pengganti cairan yang berangsur berkurang ketika kita berpuasa. Air putih yang diminum disarankan dalam keadaan hangat. Air putih hangat akan membantu pencernaan, terutama setelah lebih dari sepuluh jam kondisi perut dalam keadaan kosong. Sehingga perut tidak langsung merasa kenyang, padahal belum diisi dengan makanan berat.

Sedangkan kurma ternyata menurut penelitian memiliki kandungan nutrisi yang berbeda berdasarkan tingkat kematangannya. Untuk kurma segar memiliki 142 kalori dan 37 gram karbohidrat, sedangkan untuk kurma yang dikeringkan mengandung 284 kalori dan 76 gram karbohidrat.

Sehingga, berbuka puasa dengan air putih dan kurma saja seharusnya cukup agar perut tidak terlalu kenyang dan bisa melakukan ibadah lainnya setelah berbuka.

Namun ternyata perut yang lapar memberikan godaan yang menarik mata, sehingga aneka makanan yang menarik perhatian seakan harus tersaji di meja.

Euforia Berbuka Puasa

Hidangan untuk berbuka puasa di Indonesia sangatlah beragam. Bermacam olahan makanan, mulai dari yang ringan hingga mengenyangkan tersedia. Sebutlah bubur kampiun dari padang yang sebenarnya cukup mengganti porsi makan berat karena padatnya kandungan karbohidrat.

Satu porsinya adalah campuran dari berbagai komponen yang berpadu sehingga menghasilkan cita rasa manis; yaitu ketan putih yang dikukus, bubur sumsum, bubur ketan hitam, kolak ubi/pisang, bubur kacang hijau, dan candil.

Selain bubur kampiun masih banyak lainnya, yang bila bulan puasa tiba ramai dijajakan. Sehingga banyak penjual dadakan yang ikut meraih berkah.

Bubur Kampiun yang kaya rasa dan padat nutrisi.

Sebut saja kawasan Pasar Benhil Jakarta. Lokasi di pinggir jalan yang dekat dengan area perkantoran menjadi surga bagi para pencari hidangan berbuka. Bahkan tak sedikit orang yang menganggap saat seperti ini adalah waktunya wisata kuliner, karena banyaknya hidangan yang dijajakan. Bahkan warga sekitar yang tidak berpuasa pun turut merasakan euforia ragamnya hidangan berbuka.

Hidangan Berbuka Puasa

Dengan maraknya penganan dengan cita rasa yang manis, wajar saja bila taglineBerbuka dengan yang manis” tetap melekat. Sebutlah beberapa hidangan yang menjadi incaran, yaitu kolak pisang, es campur, es cendol, bubur kacang hijau, kolak biji salak, es buah, dan aneka gorengan. Wah, membacanya saja jadi tergoda ya, Mah.

Aneka gorengan, sop buah, kolak dan es cendol yang menjadi favorit saat berbuka puasa.

Berikut beberapa hidangan berbuka yang menjadi favorit di rumah, beserta resepnya.

1. Sop Buah

Campuran dari aneka buah dengan guyuran sirop ditambah es batu, membuat berbuka puasa menjadi spesial. Cara membuatnya pun cukup mudah, sehingga tidak membutuhkan banyak waktu untuk mengolahnya.

Bahan-bahan:

6 sdm mangga, potong kecil-kecil (buah bisa diganti sesuai selera ya, Mah)

6 sdm kelapa muda kerok

4 sdm nata de coco

2sdm biji selasih, rendam dengan air panas

900ml air kelapa

100ml susu kental manis

3 sdm sirup cocopandan

Es batu secukupnya

Cara Membuat:

  1. Campur air kelapa, susu kental manis dan sirup ke dalam wadah. Aduk rata.
  2. Masukkan mangga, nata de coco, biji selasih.
  3. Tambahkan es batu. Sajikan selagi dingin.

2. Bubur Sumsum

Bubur sumsum memiliki tekstur yang lembut, cocok menjadi hidangan berbuka puasa. Bisa dihidangkan selagi hangat atau dengan tambahan es batu. Cara membuatnya pun cukup mudah.

Bahan-bahan:

700 ml air

100 gram tepung beras

2 bungkus santan instant (@65ml)

2 lembar daun pandan

1/2 sdt garam

Untuk kuah siapkan: 1 sdt maizena, 160 gram gula merah, 300 ml air.

Cara membuat:

  1. Campurkan semua bahan ke dalam panci. Aduk rata. Masak dengan menggunakan api kecil
  2. Setelah meletup, tetap masak sambil diaduk selama 3 menit. Pastikan mengaduk hingga dasar panci agar bagian bawahnya tidak gosong.
  3. Setelahnya pisahkan
  4. Siapkan panci kecil untuk merebus bahan kuah.
  5. Setelah mendidih, diamkan hingga dingin lalu tuang ke wadah lain sambil disaring.
  6. Bubur sumsum beserta kuahnya siap dihidangkan.

3. Es Kelapa

Air kelapa menjadi favorit saat berbuka puasa. Hal ini dikarenakan air kelapa memberikan manfaat untuk kesehatan dan membantu menghidrasi tubuh. Meminum langsung dari batok kelapanya pun sudah menghilangkan dahaga, apalagi bila ditambahkan es dan sirup. Berikut resep es kelapa yang menjadi favorit.

Bahan-bahan:

1 buah kelapa muda. Kerok dagingnya, pisahkan airnya.

2 buah alpukat matang, kerok dagingnya.

4 Buah jeruk peras.

Air gula

Es batu secukupnya.

Cara Membuat:

  1. Campurkan semua bahan dalam wadah.
  2. Hidangkan selagi dingin

4. Kolak Ubi Pisang

Kolak ubi pisang atau kolak biji salak menjadi primadona saat bulan puasa. Karena kandungannya yang padat dan manis sehingga bisa mengganti energi yang terpakai seharian. Kolak yang isiannya bermacam ini ternyata adalah penganan yang berasal Timur Tengah lho, Mah. Di beberapa daerah, kolak ubi pisang ini disajikan dengan potongan nangka, tambahan kolang kaling dan candil ubi.

Bahan-bahan:

2 buah pisang tanduk, potong-potong.

1 Buah ubi jalar, potong kotak-kotak.

4 bungkus santan instan (@65ml)

500ml air

200 gram gula merah, iris kecil.

1 sdm gula pasir.

2 lembar daun pandan.

1 sdt garam.

Cara Membuat:

  1. Rebus air, lalu masukkan ubi. Masak hingga ubi hingga agak empuk, lalu masukkan daun pandan dan pisang.
  2. Setelah mendidih masukkan santan, gula merah, gula pasir dan garam.
  3. Masak hingga mendidih sambil diaduk.
  4. Kolak ubi pisang siap dihidangkan.

Penutup

Sepertinya sudah mulai terasa lapar yaa membahas aneka hidangan berbuka, hehehe.

Pastikan yang sudah Mamah siapkan untuk berbuka tidak berlebihan ya, seperti yang disampaikan oleh Imam Asy-Syafi’i “Karena kekenyangan membuat badan menjadi berat, hati menjadi keras, menghilangkan kecerdasan, membuat sering tidur dan lemah untuk beribadah.” Dikarenakan setiap ibadah di bulan puasa ini bernilai pahala dan dilipatgandakan, sehingga jangan sampai perut yang kekenyangan mengakibatkan ibadah setelahnya jadi terlewatkan.

Jadi, apa yang disiapkan untuk berbuka sore ini, Mah? Beritahu kami di kolom komentar ya.

Default image
Amelia A.Lukitawati
Articles: 2

7 Comments

  1. Ahahaha, aduh betul banget niy Teh Lia, kok ngiler ya membaca dan melihat foto-foto makanannya. Terutama saat tadi siang baca-baca web MGN dan ‘terdampar’ di artikel Teteh ehehe.

    Namun tadi siang sengaja tidak membaca mendetail; menunggu setelah berbuka saja, yakni sekarang. 🙂

    Sejak hari 1 puasa Ramadan tahun ini, saya sama sekali belum ‘menyentuh’ per-KOLAK-an niy ehehe. Karena setelah selesai berbuka, sudah keburu kenyang dengan yang tersedia di meja makan. Kalaupun dibelikan Pak Suami, mungkin juga sudah tidak kuat menyantapnya.

    Terima kasih resep-resep tajilnya ya Mamah Lia, serta reminder-nya untuk tetap ‘cool’ dan tidak kalap saat berbuka puasa, agar ibdaha tetap optimal. 🙂

  2. Walaupun saya tidak puasa, tapi saya termasuk yang suka mencari makanan buka puasa yang manis-manis seperti yang disebutkan di tulisan ini. Rasanya tapi makanan berbuka di bulan puasa lebih enak loh dibandingkan yang dijual di hari biasa, nggak tahu kenapa, mungkin efek ikutan ramai-ramai nyari makanan manis ya.

    Selama ini sih, saya nggak pernah masak sendiri, tetep lebih suka yang beli, hehehe. Tapi kalau mau bikin sendiri, udah ada resepnya di sini, tinggal eksekusi, hehehe…

  3. Untung baca ini menjelang sahur hehe. Dulu aku termasuk nyari yang manis-manis, tapi sekarang udah makin tua agak males, karena seringnya malah ga kemakan hehe, kalap aja pas menjelang buka.

    Makasih remindernya Teteh Lia, bener banget itu soal jangan kekenyangan, besoknya pasti jadi lemes kalau buka kekenyangan. Selamat berpuasa ya Teh Lia

  4. Untung lagi gak puasa pas baca ini. Hehehe…

    Makasih info soal kalori kurmanya, teh. Sayangnya di sini karena bukan habitat pohon kurma, kurma kita kering semua, ya 😂

    Resep2 menu takjilnya bisa nih kupakai buat acara berbuka puasa sama keluarga besar. Dari pada bikin es timun melulu… 😁

  5. Waw ada resepnyaa…
    Puasa taun ini aman dari yang manis manis, karena anak sulung ga suka, dan si paksu yg seneng manis manis kebetulan sedang di lapangan.
    Nanti nyontek resep ah, dibikin pas lagi ada paksu 😁

  6. Aku dah kelewatan nih karena dah nggak bulan puasa lagi (padahal emang nggak puasa, haha). Tapi satu hal yang membuat Indonesia adalah surga di masa bulan puasa ya itu, ada pilihan tak terbatas jenis makanan buat buka. Duh, beneran kangen bulan puasa di Indonesia…

  7. Aduh, aku dah kelewatan nih karena dah nggak bulan puasa lagi (padahal emang nggak puasa, haha). Tapi satu hal yang membuat Indonesia adalah surga di masa bulan puasa ya itu, ada pilihan tak terbatas jenis makanan buat buka. Duh, beneran kangen bulan puasa di Indonesia…

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: