Pernah nggak sih kamu niat menulis, tapi ujung-ujungnya cuma bisa menatap kertas atau layar kosong lalu menyerah? Padahal menulis itu hal yang kita lakukan sehari-hari. Mulai dari chat, caption, sampai status media sosial. Tapi tetap saja, banyak orang merasa terhambat saat ingin menulis sesuatu yang lebih serius. Tenang, kamu nggak sendirian. Berikut 7 alasan yang mungkin tanpa sadar menghambatmu untuk menulis.
1. Rasa takut
Rasa takut untuk menulis bisa dari luar maupun dari dalam diri sendiri. Rasa takut dari luar misalnya takut pemikiran kita dipandang aneh atau khawatir pesan dalam tulisan kita disalahpahami, khususnya oleh orang-orang terdekat. Singkatnya, penulis belum siap menghadapi tanggapan dari para pembaca.
Sedangkan rasa takut dari dalam diri sendiri hadir sebagai rasa tidak percaya diri, merasa tulisan kita tidak cukup bagus untuk dipublikasikan dibandingkan dengan tulisan para penulis berpengalaman.
Untuk mengatasi hal ini, coba untuk sedikit memberanikan diri. Seperti kata bapakku, jangan kalah sebelum bertanding. Cari orang-orang atau komunitas yang bisa menghargai tulisanmu.
Selain itu, belajarlah membedakan kritik yang membangun dan komentar yang hanya menjatuhkan. Kamu tidak bisa mengontrol apa yang orang lain katakan, tetapi kamu bisa mengatur cara menyikapinya. Tidak semua komentar tentang dirimu itu benar, apalagi dari orang yang tidak benar-benar mengenalmu.
2. Merasa kehabisan ide
Saat inspirasi terasa kering, coba perbanyak membaca buku, menonton podcast, atau mengamati hal-hal di sekitarmu. Ingat, apapun bisa jadi ide tulisan!
Tapi kalau kamu ingin menulis sekarang juga, mulailah dari apapun yang ada di pikiranmu. Meskipun hanya satu kalimat, bahkan satu kata. Ambil ponselmu, buka aplikasi catatan, dan tuliskan isi pikiranmu. Sesederhana itu. Jangan khawatir kalau tulisannya belum sempurna, ide itu bisa dikembangkan di lain waktu.
Saat kelelahan, otak akan memperlambat proses berpikir sehingga kamu sulit fokus dan tidak bisa melanjutkan aktivitas apapun. Ada baiknya beristirahat sejenak untuk menyegarkan diri. Bisa dengan tidur, makan sesuatu yang enak, atau melakukan aktivitas ringan seperti menonton televisi.
4. Idealis menyempurnakan tulisan
Kebalikan nomor 2, kamu sebenarnya punya ide, tapi rasanya kurang menarik atau kurang layak untuk ditulis. Segera catat ide yang terlintas dan tuangkan semua isi pikiranmu sampai tuntas, sampai tidak ada lagi yang bisa kamu katakan. Biarkan dulu jadi tulisan yang “biasa”, sempurnakan belakangan.
Untuk konsep awal, menulis ide sudah satu langkah yang bagus untuk memulai. Namun, kalau menulis tanpa arah dan tujuan yang jelas, tulisan bisa berhenti di tengah jalan. Temanya terlalu luas, tidak fokus, dan akhirnya bikin penulis bingung sendiri.
Untuk mengatasinya, tentukan dulu tema yang ingin ditulis. Pilih format yang sesuai — esai, artikel, cerpen, pantun, atau yang lainnya. Susun struktur yang kamu butuhkan. Dan yang paling penting, tentukan tujuannya. Apakah tulisan ini dibuat untuk menyampaikan pesan, menyelesaikan suatu masalah, menghibur pembaca, atau sekadar mengungkapkan perasaan.

6. Adanya gangguan dan distraksi
Manusia memiliki banyak hal yang harus dilakukan dalam hidupnya. Mungkin dia sibuk karena bekerja, mengurus rumah, mengurus keluarga, bersosialisasi, atau kegiatan lainnya. Untuk mengatasi hal ini, luangkan waktu untuk menulis, meskipun hanya 5 menit sehari untuk menulis satu kata atau satu kalimat.
Kadang distraksi itu datangnya dari dalam, seperti suasana hati yang sedang buruk. Saat itu terjadi, jangan memaksakan diri untuk menulis. Lakukan hal lain yang bisa meningkatkan suasana hati menjadi riang kembali. Dan siapa tahu, justru dengan menuliskan perasaan burukmu saat itu, pikiranmu bisa jadi lebih jernih.
7. Bosan dengan topik yang ditulis
Ketika sudah merasa bosan, seseorang tidak akan tertarik untuk menelusuri dan menulis topik itu lebih lanjut. Saat merasa bosan, penulis bisa memilih untuk beralih ke topik yang lebih menarik saat ini. Tidak perlu memaksakan diri menulis hal yang tidak kamu nikmati, karena tulisan yang dipaksakan biasanya juga terasa dipaksakan oleh pembacanya.
Itu dia 7 penyebab seseorang bisa terhambat untuk menulis. Menulis memang nggak selalu mudah. Tapi sering kali, yang paling sulit justru memulai. Nggak harus langsung jadi penulis hebat. Kadang, cukup mulai dari satu kalimat saja dulu. Adakah salah satu dari 7 alasan di atas yang mengganggumu saat menulis? Bagikan pengalamanmu di kolom komentar.





