Backup WhatsApp

3 Alasan dan Cara Melakukan Backup Pesan di WhatsApp

Halo mamah!

Setelah beberapa waktu lalu saya menulis tentang cara mengamankan akun WhatsApp dari pembajak, di tulisan kali ini saya mau memberitahu kenapa kita perlu mem-backup pesan WhatsApp dan bagaimana caranya. Karena saya menggunakan ponsel android, semua tangkapan layar di tulisan ini untuk WhatsApp di ponsel android.

Mungkin banyak yang merasa tidak butuh melakukan backup percakapan di WhatsApp dan selalu rajin membersihkan percakapan (clear chats) untuk menghemat tempat penyimpanan di ponsel. Tapi sebenarnya, mempunyai backup salinan percakapan di WhatsApp itu ada gunanya dan sebaiknya dijadwalkan setiap hari.

Minimal, kalaupun mamah termasuk yang rajin clear chats dan hanya menyisakan pesan yang dibintangi, kita tentunya perlu mem-backup pesan yang dibintangi tersebut. Kecuali, mamah termasuk orang yang rajin selalu memindahkan data yang dianggap penting ke aplikasi pencatat terpisah.

3 Alasan Pesan WhatsApp perlu di Backup

Seperti kata pepatah, sedia payung sebelum hujan. Demikian juga dengan punya backup pesan ini seperti lebih baik punya salinan daripada kehilangan data ketika dibutuhkan.

Buat saya pribadi, ada beberapa alasan kenapa saya melakukan backup pesan, antara lain:

1. Persiapan kalau hilang ataupun tiba-tiba mati total

Tidak ada yang berharap ponsel hilang atau mati total. Akan tetapi, namanya teknologi, selalu ada masanya terjadi hal-hal yang tidak diharapkan (dan seringnya terjadi ketika kita sedang butuh banget).

Untuk mencegah kehilangan data saat dibutuhkan, kita perlu melakukan backup WhatsApp kita secara rutin. Kalau di rumah ada internet yang kencang, lebih baik dijadwalkan setiap hari. WhatsApp akan melakukan proses backup setiap jam 2 dinihari, karena biasanya pada saat tersebut, ponsel kita tidak sedang digunakan sehingga tidak terasa ponsel melambat.

Jadi misalnya HP rusak/hilang, saya hanya kehilangan data mulai terakhir backup saja, Semua data hari sebelumnya sudah tersimpan file backup di google drive.

2.  Memudahkan berpindah ponsel

Salah satu alasan saya malas ganti ponsel adalah harus memindahkan semua login aplikasi ke ponsel yang baru termasuk semua percakapan WhatsApp. Kebanyakan orang yang saya kenal ketika berganti ponsel malah kehilangan semua daftar kontaknya (bukan cuma pesan WhatsApp nya saja).

Pergantian ponsel tidak menjadi alasan kehilangan informasi kalau kita punya backup dari percakapan WhatsApp kita.

Apalagi di masa sekarang ini rasanya kebanyakan komunikasi dilakukan lewat WhatsApp dan bukan lagi e-mail. Pindah ponsel tidak lagi membuat kita kehilangan informasi percakapan sebelumnya dalam komunitas yang kita ikuti, termasuk komunitas mamah gajah.

3. Arsip/ Catatan

Saya orangnya sentimentil (dan malas), saya jarang menghapus pesan di email ataupun percakapan WAG. Mungkin buat sebagian orang, hal ini aneh dan tidak perlu karena toh tidak akan dibaca lagi. Tapi, walaupun saya tidak dengan sengaja membaca ulang percakapan di pesan instan, sejarah percakapan itu buat saya seperti catatan untuk merujuk ke suatu peristiwa.

Buat saya, semua adalah arsip. Ketika dibutuhkan mencari sejarah percakapan siapa di mana dan bagaimana, saya tinggal melakukan pencarian dari sejarah percakapan yang ada.

Kalau memang file tersebut sangat besar dan saya yakin tidak akan saya pakai lagi, saya memang menghapusnya, tapi sebagian besar informasi kecil-kecil malahan tidak pernah saya hapus. 

Saya tidak menghapusnya karena ada kalanya saya butuh informasi kapan suatu peristiwa terjadi. Kronologis dari sesuatu, atau karena kadang-kadang saya butuh nomor atau tanggal sebuah peristiwa. 

Buat sebagian orang, mereka hanya menyimpan informasi yang dibintangi, lalu secara berkala menghapus yang tidak dibintangi.

Apapun alasannya, lebih baik punya salinan daripada tidak, karena sudah sering saya mendengar teman saya mengeluh karena butuh suatu informasi yang ada di dalam percakapan WhatsApp, dan tiba-tiba aplikasinya atau ponselnya error atau malah hilang.

Cara Backup Pesan WhatsApp ke Google Drive

Oh ya, saat ini backup pesan yang saya tuliskan cuma untuk ponsel android dan disimpan ke Google Drive. Kalau ponsel iPhone, backup disimpan ke icloud. 

Untuk memindahkan backup pesan WA dari ponsel android ke  iPhone, saat ini belum bisa dilakukan. Wacananya dalam waktu dekat kita bisa mem-backup pesan WA di iphone ke Google drive juga, sehingga bisa berpindah ke android dan sebaliknya.

Untuk bisa mem-backup ke Google Drive, kita akan membutuhkan hal berikut ini:

  • Google Account yang aktif di ponsel kita
  • Google Play services yang terinstal di ponsel kita untuk mengupdate aplikasi Google dari Google Play Store.
  • Ruang penyimpanan yang cukup di ponsel untuk menciptakan backup
  • Dan tentu saja koneksi internet yang stabil (sebaiknya ketika terhubung ke Wifi)

Langkah pertama kita perlu melakukan pengaturan Google Drive yang dipakai untuk backup

  1. Buka aplikasi WhatsApp
  2. Dari menu more options (titik tiga), pilih Settings > Chats > Chat backup > Back up to Google Drive
  3. Pilih frekuensi backup : Daily (atau pilihan lain selain Never), back up akan dilakukan jam 2 dini hari setiap harinya.
  4. Pilih akun Google yang akan dipakai untuk menyimpan salinan percakapan,
  5. Kembali ke awal untuk memilih jaringan yang digunakan untuk backup apakah Wi-Fi atau Wi-Fi or cellular
Cara Backup pesan WhatsApp
Cara backup pesan WhatsApp

Untuk pertama kali, kita bisa melakukan backup secara manual, caranya mirip dengan langkah sebelumnya:

  1. Buka WhatsApp
  2. Pilih More options > Settings> Chats> Chat backup
  3. Pilih BACKUP

Cara Backup/ Export Pesan Satu demi Satu

pilih menu export chat
Pilih Export Chat

Selain mem-backup keseluruhan isi percakapan, ada juga pilihan untuk memindahkan percakapan spesifik. Cara ini juga dipakai kalau kita ingin memindahkan WhatsApp dari ponsel dengan sistem operasi berbeda.

Kalau kita ingin bertukar ponsel dari android ke iphone atau sebaliknya, karena iPhone belum bisa di-backup ke Google Drive, kita harus memindahkan percakapan yang kita anggap penting satu demi satu.

Misalnya, saya ingin menyimpan percakapan di grup mamahgajahngeblog saja. Saya bisa buka grupnya terlebih dahulu, lalu pilih 3 titik di kanan atas lalu pilih More > Export Chat

pilihan export chat
Pilih ke mana pesan ingin di export

Selanjutnya saya bisa pilih apakah percakapan ingin dikirimkan INCLUDE MEDIA atau WITHOUT MEDIA.

Pilih kemana percakapan tersebut ingin dikirimkan. Bisa ke Google Drive, e-mail ataupun ke aplikasi pesan instan lainnya seperti Telegram.

Cara ini juga bisa dilakukan, misalnya kita ingin memindahkan grup percakapan kita dari WhatsApp ke Telegram. Nantinya setelah percakapannya dipindahkan ke Telegram, kita tinggal menambahkan anggotanya di grup Telegram yang sudah berisi percakapan pindahan dari WhatsApp.

Cara Mengembalikan Pesan WhatsApp dari Backup

Setelah kita membuat backup, kemungkinan kita memerlukan mengembalikan ke ponsel yang berbeda, atau setelah kita melakukan instalasi ulang WhatsApp.

Untuk bisa mengembalikan pesan, kita harus menggunakan nomor telepon dan akun Google yang sama dengan yang digunakan untuk menciptakan backup

  1. Buka WhatsApp dan verifikasi nomor
  2. Ketika ditanya, pilih RESTORE untuk mengembalikan percakapan dan media dari Google Drive
  3. Setelah proses restore selesai, pilih NEXT. Seluruh percakapan akan ditampilkan setelah inisialisasi awal selesai.
  4. Setelah semua data percakapan dikembalikan, file media juga akan menyusul dikembalikan oleh WhatsApp.

Penutup

Kalau tidak ingin melakukan salinan data setiap hari, kita bisa mengaturnya sekali seminggu. Tapi semakin jarang kita melakukan frekuensi backup, maka semakin besar kemungkinan banyak data yang hilang. 

Semoga mamah tidak ada lagi yang kehilangan data dan bisa dengan mudah memindahkan percakapan WhatsApp ketika berpindah ponsel. Yuk jangan lupa untuk membuat backup data percakapan WhatsApp, kalaupun tidak rutin, lakukan sesekali.

Default image
Risna
WordPress Blogger, tinggal di Chiang Mai Thailand. Sedang hobi desain Canva dan Kinemaster selain menonton Film dan drama Korea.
Articles: 8

One comment

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: