5 Hal yang Membuat Tidak Jadi Menulis

Ada setidaknya 5 hal yang biasanya membuat tidak jadi menulis blog, terutama kalau ditentukan topiknya. Cari tahu yuk bagaimana supaya tetap bisa menulis.

Salah satu kegiatan rutin Mamah Gajah Ngeblog sudah dimulai lagi di bulan Februari 2024 ini. Setiap bulannya akan selalu ada topik tantangan untuk ditaklukan eh dituliskan. Seperti biasa, tahun baru semangat baru dong. Pastinya setiap mamah yang tergabung di MGN ini merencanakan untuk kembali aktif mengisi blog, minimal dengan mengerjakan tantangan MGN.

Akan tetapi, rencana dan kenyataan tidak selalu berjalan sesuai harapan. Saya jadi bertanya ke para mamah di MGN kira-kira apa alasan yang membuat tidak jadi menulis blog, khususnya untuk tantangan pertama di bulan Februari 2024 ini yang memang topiknya agak berat: Harapan untuk Pemimpin Indonesia (Isu Meresahkan yang Diharapkan Bisa Diselesaikan Para Pimpinan).

Alasan Mamah Tidak Jadi Menulis (Tantangan)

Berikut ini alasan para mamah yang mungkin juga menjadi alasan kebanyakan blogger yang tidak jadi menulis, khususnya tulisan tantangan yang topiknya sudah ditentukan. Coba cek lagi apakah ini alasan Kamu juga?

1. Kehilangan Semangat

Biasanya, ketika kita sedang berjalan-jalan ataupun mempelajari hal baru, kita sangat bersemangat untuk mengabadikan pengalaman tersebut ke dalam bentuk tulisan. Ketika ada topik tantangan baru diumumkan, banyak juga tuh yang langsung semangat menuliskannya. Akan tetapi ada banyak juga yang semangatnya langsung hilang karena satu dan lain hal, misalnya karena tidak relate dengan topiknya atau “bukan gue banget”.

Kalau namanya sudah kehilangan semangat, waktu seberapa lama juga belum tentu membuat si semangat kembali. Walaupun ada ide banyak, bisa jadi nggak mulai-mulai menulisnya.

2. Banyak Distraksi

Kehidupan mamah itu walau judulnya banyak di rumah saja dan rutin, tetapi sebenarnya banyak variasinya dari waktu ke waktu. Mungkin saja ketika ingin menulis, ada banyak hal yang membutuhkan perhatian khusus. Atau mungkin juga, kita lagi asik dengan hal yang lain sehingga menulis menjadi prioritas belakangan. Bisa juga, tontonan drakor yang tadinya mau jadi sumber inspirasi menulis malah jadi distraksi karena menunggu-nunggu episode terbarunya.

Mulai dari pekerjaan rutin, sampai pekerjaan yang dadakan bisa menjadi distraksi. Apalagi untuk mamah yang pinginnya kalau menulis itu bisa duduk tenang tanpa gangguan sambil menikmati secangkir teh atau kopi dan mendengarkan alunan musik yang membuat ide mengalir dengan lancar.

3. Pingin Menambah Referensi, Tetapi Gak Jadi Melulu

Setiap orang menulis dengan cara yang berbeda. Ada yang menggunakan pengalaman sendiri menjadi referensi, ada juga yang membutuhkan studi literatur alias referensi untuk sumber informasi di internet ataupun dari buku bacaan.

Mamah Gajah sudah terbiasa kalau menulis butuh referensi, untuk menaklukan tantangan menulis blog juga akan lebih mantap kalau tulisannya ada referensinya. Akan tetapi, ketika draf sudah ditulis sejak hari topik diumumkan, bisa jadi berakhir deadliner karena referensi yang direncanakan tak kunjung selesai dibaca. Kemungkinan juga bukunya tak selesai dibaca karena adanya distraksi juga.

Untuk mamah deadliner, katanya mereka ga biasa menulis minimum, harus optimum! jadi referensi is a must.

4. Menunda lalu…

Ketika topik baru diumumkan, rasanya 20 hari itu waktu yang lama. Setiap hari ada kesibukan atau distraksi dan jadi alasan untuk menunda-nunda karena masih ada hari esok. Nah akan tetapi, bisa juga nih pada saat deadline tiba, mamah tiba-tiba sibuk dengan kerjaan yang bikin ga memungkinkan menulis lagi. Kalau sudah begini, akhirnya pasrah deh untuk gak jadi menulis.

Memang terkadang, deadline itu yang membuat beberapa mamah lebih lancar menulisnya. Katanya, kalau bukan karena deadline sudah di depan mata, sepertinya semua ide tulisan yang ada berasa ada saja kekurangannya. Tetapi ketika sudah menjelang deadline, ada yang langsung jadi semangat empat lima menyelesaikannya, ada juga yang akhirnya menyerah pada deadline.

5. Nggak Sreg dengan Topiknya

Nah, kalau alasan yang ini sih agak sulit diterobos. Saya sendiri bukan orang yang suka menulis dengan tema yang ditentukan. Sering kali saya akan memilih menyerah saja daripada memaksa menulis hal yang nggak sreg di hati. Topik bulan Februari juga salah satu topik yang memang rasanya enggan untuk dituliskan.

Eh tetapi sebenarnya nggak sreg dengan topik ini jadi mirip dengan kehilangan semangat menulis juga ya. Kurang semangat menulis karena nggak sreg dengan topiknya, lalu mencari distraksi untuk menunda-nunda dan akhirnya menyerah kalah.

Bagaimana Supaya Tetap Menulis?

Yuk tetap semangat ngeblog!

Ada beberapa mamah yang walau nggak sreg dengan topiknya, dengan tekad baja menyelesaikan tantangan karena sudah punya resolusi untuk mengerjakan semua tantangan Ngeblog MGN di tahun 2024 ini. Jadi kunci utamanya tentu saja kembali ke motivasi menulisnya untuk apa.

Ketika saya tanyakan apa yang dilakukan supaya tetap menulis walau tidak sreg topik dan sudah menjelang deadline, ada yang memaksakan menulis setelah mencari ide dari tulisan mamah lain yang sudah lebih dulu menyelesaikan. Yang terpenting kan partisipasi.

Ada juga yang memulai dengan memikirkan satu kalimat untuk menjawab pertanyaan tantangan, dan berakhir dengan tulisan hampir seribu kata, hehehe. Karena memang, menulis itu apalagi menuliskan bentuk opini atau harapan hanya perlu dimulai dari satu kalimat dan satu pokok pikiran, lalu tanpa terasa kalimat mengalir membentuk paragraf dan berakhir menjadi sebuah tulisan yang bisa saja berupa doa.

Yuklah Mah, tetap semangat mengikuti tantangan blogging MGN 2024, dan tetap semangat mengisi blog kita dengan tulisan-tulisan yang berguna untuk menjadi catatan buat kita dan juga semoga bermanfaat untuk pengunjungnya.

Risna
Risna

WordPress Blogger, tinggal di Chiang Mai Thailand. Sedang hobi desain Canva dan Kinemaster selain menonton Film dan drama Korea.

Articles: 28

3 Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *