Inilah 7 Destinasi Wisata Idaman di Indonesia

Piknik di Indonesia Aja

Objek wisata di Indonesia tak terhingga jumlahnya. Mulai dari wisata alam berupa kawasan pegunungan, pantai, kepulauan, danau, hingga budaya, objek wisata Indonesia tak pernah mengecewakan. Keanekaragaman objek wisata budaya di Indonesia menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Objek wisata idaman di Indonesia ini tersebar di seluruh penjuru negeri.

Ragam destinasi wisata ini menjadi sorotan dunia berkat keindahan dan pesonanya. Siapapun akan terpikat dengan keunikan dan pesona wisata di Indonesia. Melakukan wisata atau rekreasi merupakan aktifitas yang membentuk dan meningkatkan kembali daya karya serta cipta manusia yang dilakukan dengan jalan mencari suasana yang berbeda sehingga dapat memberikan kepuasan dan kegembiraan (Willian Wayne, Recreation Place, Reinhold, New York 1959).

Fungsi wisata atau rekreasi di antaranya adalah :

  1. Perkembangan intelegensia
  2. Mengasah imajinasi
  3. Menimbulkan sifat ingin tahu dan jiwa petualang
  4. Pendidikan dan menjaga kesehatan mental
  5. Mengasah keterampilan, menambah pengetahuan, dan menambah hal-hal baru dalam kehidupan.

Beberapa objek wisata sudah pernah dibahas dalam artikel Wisata Alam Air Terjun Yang Memukau Dan Mudah Dijangkau di Website Mamah Gajah Ngeblog.

Berikut ini rekomendasi berbagai objek wisata lain di Indonesia yang sayang untuk dilewatkan

Rekomendasi 7 Destinasi Wisata

Pemerintah telah menyiapkan berbagai strategi untuk memulihkan pariwisata Indonesia. Di masa wabah pandemi Covid-19 ini, pemerintah ingin menjadikan wisatawan domestik sebagai tulang punggung pemulihan pariwisata. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) terus fokus mengembangkan 5 (lima) Destinasi Super Prioritas di Indonesia, yaitu Borobudur, Likupang, Mandalika, Danau Toba, dan Labuan Bajo.

Ada 7 destinasi yang direkomendasikan dan telah dikunjungi oleh penulis. Baik objek wisata alam maupun wisata budaya.

  1. Danau Toba
  2. Borobudur
  3. Labuan Bajo dan Pulau Komodo
  4. Pulau We dan Banda Aceh
  5. Sungai Musi dan Pulau Kamaro
  6. Pulau Belitung
  7. Lagoi Pulau Bintan

Danau Toba

Berlayar selama 20 menit dari Balige menuju sebuah tanjung nan indah. Air danau berkecipak, beriak-riak, gelap membiru.

Inilah karya cipta Allah Yang Mahakuasa lagi Mahaperkasa. Danau dengan luas 82 km x 42 km di ketinggian lebih dari 1000m dpl sangatlah indah. Luar biasa … Aku tak henti berdzikir menikmati keindahannya. Bukit hijau lekuk-lekuknya terpahat mempesona. Angin membelai lembut semakin sore semakin kencang mengibaskan kerudung panjangku.

Terletak di Tapanuli Utara, lokasi istimewa ini memang patut disambangi. Terdapat geosite terkenal di tepian Danau Toba ini. Huta artinya kampung atau desa. Ginjang artinya tinggi, atas, atau bukit. Ooo … Huta Ginjang adalah kampung di atas bukit yang tinggi. 

Aku bisa menikmati keajaiban Danau Toba dari ketinggian. Hijau kebiruan air memantulkan keindahan yang membuat hati berucap Masya Allah. Bukit-bukit hijau mengelilingi danau membentuk liuk menawan. Pulau Samosir juga tampak di kejauhan. Menurut ahli Geologi, perbukitan dan pulau itu adalah jejak sejarah tentang ledakan dahsyat 74.000 tahun yang lampau.

Borobudur

Hari yang cerah. Langit biru memayungi Borobudur. Candi umat Budha yang dibangun mulai tahun 770 Masehi. Selesai pembangunan pada tahun 825 Masehi. Hehehe … Aku jadi guide-nya Teteh nih. Sekalian reka ingatan saat kuliah dulu kudu hafal sejarah bangunan yang spektakuler pada zamannya hingga saat ini.

Gunadharma, arsitek kerajaan Syeilendra dikisahkan berdiri di sebuah bukit yang dikelilingi danau. Posisi bukit dengan ketinggian 265 mdpl yang dikelilingi bentang alam sangat indah memberikan inspirasi kepada Gunadharma. Namun, Gunadharma sendiri masih misteri loh! 

Labuan Bajo dan Pulau Komodo

Bersyukurlah sebagai bangsa Indonesia. Telah dianugerahi keindahan alam yang tiada taranya. Salah satu destinasi yang layak diacungi jempol dan membuat hati ini kepincut adalah pulau Komodo dan pantai Pink.

Keindahan Labuan Bajo memang sangat istimewa, berada di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur adalah destinasi wisata super prioritas. Hampir setiap meter desa yang awalnya dijadikan tempat berlabuh bagi orang-orang asal Bajo dan Bugis Sulawesi Selatan itu, mempunyai keindahan masing-masing. Mulai dari pantai, laut, bukit serta padang rumput.

Laut yang tenang. Airnya begitu bening hingga terlihat karang di bawahnya. Walau bukit-bukit terlihat tandus, namun itulah perpaduan sempurna sebuah ciptaaan Allah Yang Mahatinggi lagi Maha Pemberi Karunia. Pulau-pulau dengan bukit-bukit yang hijau kecoklatan khas daerah timur Indonesia.

Begitupun pasir yang berwarna merah muda, hingga dinamakan pantai Pink. Terlihat eksotik dari atas bukit. Bentang alam yang begitu menakjubkan. Masya Allah … Nikmat mana lagi yang dapat kita dustakan? Kita seharusnya lebih bangga bila bisa berkunjung ke tempat-tempat indah di negeri sendiri. Apalagi kita bisa menuliskannya dan menjadi jalan bagi pengetahuan masyarakat dunia. Hingga akan berbondong-bondong turis mancanegara yang datang ke negeri kita. 

Pulau Weh dan Banda Aceh

Alam yang masih terjaga keasriannya haruslah terus dijaga. Pariwisata boleh saja menjadi andalan bagi kesejahteraan ekonomi masyarakat Indonesia. Namun … kearifan dan perhatian akan keberlangsungan hidup penghuni alam juga harus diutamakan. Janganlah sampai kita merusak dan menghancurkannya. Lihatlah betapa bening air di Pantai Iboih ini. Masya Allah … Akan sedih rasanya bila dikotori oleh sampah dari wisatawan bukan?

Pantai Iboih memiliki beragam bungalow di lereng bukit yang menghadap ke pantai dan akomodasi tepi pantai yang nyaman. Fasilitas pendukung juga mudah ditemukan seperti restoran, pusat oleh-oleh, operator selam scuba dan snorkeling. Kegiatan menyelam menjadi salah satu atraksi utama bagi banyak wisatawan asing pada umumnya. Banyak penyelam baik profesional dan amatir yang masih mengambil lisesi selam datang ke tempat ini. 

Keindahan pulau Weh sangat mengesankan. Betapa Allah Yang Mahaagung lagi Mahakuasa telah melimpahkan karunia-Nya kepada bangsa Indonesia.  Pantai Sumur Tiga sungguh indah dengan pasir putih yang lembut ini terletak di gampong Ie Meulee, Pulau Weh. Panorama alam yang begitu mempesona pantai saja ramai dikunjungi oleh wisatawan lokal dan mancanegara. Pantai Sumur Tiga bisa dikatakan sebagai surga untuk penyuka aktivitas diving dan snorkeling dan berselancar angin.

Menilik sejarah saat Belanda menyerah Kesultanan Aceh, masjid ini menjadi benteng pertahanan juga untuk menyerang balik. Namun, Belanda menembakkan meriam ke atap masjid hingga terbakar. Pada tahun 1607 hingga 1636, Belanda membangun masjid ini dengan desain dari arsitek bernama Geritt Bruins.

Gaya arsitektur yang dipilih adalah gaya Kebangkitan Mughal. Dengan atap berkubah besar warna hitam. Bahan bangunan pun didatangkan dari Belgia untuk kaca patri jendela, pintu kayu, dan lampu gantung perunggu. Tangga marmer dan lantai berasal dari Tiongkok. Bebatuan ada yang dikirim dari Belanda.

Penasaran dengan kisah Dua Masjid Saksi Kekuasaan Allah di Banda Aceh silakan mampir membacanya.

Sungai Musi dan Pulau Kamaro

Kota Palembang berdasarkan data di wikipedia adalah kota tertua di Indonesia. Prasasti Kedukan Bukit bertanda tahun 683 Masehi yang ditemukan di Bukit Siguntang sebelah barat Kota Palembang menjadi bukti klaim tersebut. 

Sungai terpanjang di pulau Sumatera ini memiliki sejarah panjang dan berpengaruh terhadap perkembangan kerajaan Sriwijaya hingga negara Indonesia sekarang.  Di tepi sungai Musi banyak perahu motor yang biasa digunakan oleh wisatawan untuk berlayar menyusuri sungai. Baik jarak dekat ataupun hingga jauh menuju Pulau Kamaro yang unik.

Aku memilih menyewa perahu secara privat. Ya! Berdua saja dengan Teteh menyusuri sungai Musi menuju pulau Kamaro. Seru … Sepanjang perjalanan banyak kapal besar baik yang mengangkut belerang, minyak bumi, atau barang produksi lainnya. Ada juga perahu nelayan kecil yang sepertinya sedang memancing ikan. 

Sekitar satu jam sampailah di Pulau Kamaro. Ada bangunan Klenteng Hok Tjing Rio dan legenda tentang harta berupa emas permata yang dibuang ke sungai Musi. Bangunan dengan arsitektur khas negeri Tiongkok yang berpadu dengan kebudayaan lokal sangat mencolok berada di delta sungai Musi. 

Warna merah cerah, kuning keemasan dengan sedikit hijau menjadi latar yang menarik untuk berfoto. Rimbunnya pepohonan juga membuat betah berlama-lama menikmati suasana sambil menyeruput air kepala muda yang segar.

Pulau Belitung

Pulau Pasir Belitung adalah pulau kecil yang terbentuk dari gundukan pasir di tengah laut. Waahhhh … keren sekali ya dan pastinya unik. Sebagian masyarakat Belitung menyebut pulau pasir ini dengan pulau pasir gusong (gosong). Namun pulau ini hanya dapat dikunjungi bila air laut surut, karena bila air laut pasang maka pulau ini tertutup air laut.

Bersyukur bisa menemukan bintang laut loh! Menurut nelayan setempat, tidak mudah bisa melihat bintang laut karena mereka itu jumlahnya tidak banyak. Oya … Aku juga diingatkan agar tidak memegang atau mengangkat bintang laut itu dari atas pasir, karena mereka bisa stress lalu terganggu siklus hidupnya dan yang menyedihkan bisa membuat mereka mati.

Baca juga artikel lengkapnya Menjelajah Belitung Nan Cantik

Lagoi Pulau Bintan

Pantai pasir putih yang bersih dengan deretan pohon kelapa serta laut biru yang landai menjadikan lokasi ini menjadi lokasi yang menarik untuk para pengunjung. Semilir angin yang seolah tiada hentinya berhembus, akan senantiasa menemani. Selain berfoto dan bermain pasir, kita bisa juga bersepeda di sini karena pantainya yang landai.

Pengunjung bisa menikmati sajian kuliner khas Bintan, seafood yang segar di restoran yang berada di dekat pantai. Harganya terjangkau dan rasanya menggugah selera. Lebih asyik lagi saat malam hari dengan hiasan lampu gantung menambah romantis suasana.

Setelah puas gowes di pantai yang pastinya selalu bikin kangen untuk kembali, aku menuju ke arah danau. Sungguh aku merasa terkejut … Amazing. Masyaallah … Indah sekali pemandangannya. Track untuk bersepeda dibuat dari cor semen yang berkelok-kelok menyesuaikan kontur danau, sangat bersih dan nyaman.

Air danau yang gelap tampak tenang bagai cermin memantulkan warna langit biru berhias awan putih. Selama lebih dari satu jam aku mengelilingi danau dan sesekali berhenti untuk berfoto.

Baca juga liputan lengkapnya di Kawasan Lagoi Bintan Yang Unik Dan Eksotik

Penutup

Bumi Allah Yang Mahaagung lagi Maha Terpuji begitu luas. Begitupun alam semesta ciptaan-Nya. Belajarlah menjelajahinya dengan bahagia dan bermartabat. Juga dengan semangat menemukan sejatinya siapa diri kita dan siapa Rabb kita untuk menjadi hamba-Nya yang mulia. Agar kita terus menebar kebaikan menjadi penerang bagi sesama. Belajarlah sepanjang hayat.

Saat kita berada di alam, kita juga harus bertanggung jawab untuk menjaga kelestariannya agar bisa dinikmati oleh generasi mendatang. Beberapa langkah yang dapat dilakukan seperti tidak membuang sampah sembarangan, tidak merusak keindahan alam, dan gunakan energi yang ramah lingkungan.

Dewi Laily Purnamasari
Dewi Laily Purnamasari
Articles: 8

2 Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: