meet-up-depok-Mgn.jpg

Beberapa Jam Berkesan Bersama Mamah MGN di Depok

Akhirnya, setelah 3 tahun Mamah Gajah Ngeblog berjalan, siang itu saya mau kopi darat dengan Mamah-mamah admin MGN, Mamah Dewi, Mamah Risna dan juga Mamah Irene.

Beberapa Jam Berkesan Bersama Mamah MGN di Depok – Jadi ingat ketika awal saya memulai blogging, saya merasa tidak perlu ikutan komunitas blogger. Merasa bisa sendiri deh, nggak usahlah kumpul-kumpul sama blogger lain segala. Ternyata saya salah besar. Ikut komunitas blogger bisa expand kehidupan dan ilmu kita sebagai blogger. Karena selalu menulis dan menatap layar, mengurus blog can be a lonely place. Dan orang sekitar kita secara fisik belum tentu mengerti kesenangan kita akan blogging. 

Alhamdulillah, sekarang ada banyak komunitas blogging, termasuk Mamah Gajah Ngeblog yang mulai ada tahun 2021. Disini saya tak hanya merasa terkoneksi sebagai blogger, tapi juga sebagai Ibu dan alumni kampus gajah. 

Nggak sekali dua kali ada ajakan kopi darat. Bukannya tak mau, bukannya tak ingin. Tapi mungkin belum bisa aja ya. Kalau ada acara MGNGARIUNG alias ngumpul online sih sudah beberapa kali. Alhamdulillah Mamah-mamah MGN belum lama ini juga sempat bertemu juga di Bandung nih. 

Rencana Kopi Darat Dengan Mamah Gajah Ngeblog di Depok

Akhirnya, setelah 3 tahun Mamah Gajah Ngeblog berjalan, siang itu saya mau kopi darat dengan Mamah-mamah admin MGN; Mamah Risna dan Mamah Dewi. Sebenarnya saya berharap bisa juga ada mamah-mamah lain yang join. Tapi hari itu memang saya agak sedikit ‘memaksa’ bertemu karena ngeri momennya terlewat nih, mumpung masa liburan. Mumpung kami lagi ada di titik yang lumayan berdekatan.

Cukup lama berinteraksi via dunia maya saja, membuat saya kurang lebih mengenal mereka lebih dari sekedar baca tulisan blog mereka. Mamah Risna yang gemar menulis tentang teknologi dan Mamah Dewi yang sering menulis tentang travel dan kesehariannya. Lalu baru kali ini akhirnya berencana bertemu langsung. 

Jujur saja, bukannya saya nggak ada rasa sedikit nervous ya. Ada rasa takut nggak klop atau ngga nyambung saat bertemu, ngeri pertemuan ngga mengesankan seperti yang diharapkan. Mungkin ini juga dirasakan banyak Mamah lainnya, yang mau kopi darat dengan orang-orang yang sebelumnya akrab di dunia maya. 

Anyway, sebenarnya dari tahun lalu ada wacana bertemu Mamah Risna selagi dia di Depok. Namun tahun lalu sepertinya virus sedang banyak sehingga berhalangan bertemu. Waktu saya ajak ketemu ternyata Mamah Risna sudah balik ke kota asalnya. Dan tak terasa setahun sudah lewat sejak itu. 

Momen Bertemu Mamah-Mamah MGN di Depok

Waktu adzan Jumatan sudah berkumandang, tak lama saya shalat dulu di rumah sebelum keluar untuk janji hari ini. Kira-kira jam 1 siang akhirnya saya menghampiri Mamah Dewi dan Mamah Risna di restoran Remboelan di mal Margo City Depok. Di restoran itu, Mamah Risna dan keluarga yang berkunjung dari Chiang Mai, Thailand sudah lebih dulu makan. Sementara saya dan Mamah Dewi menyusul. 

Seperti yang sudah saya perkirakan, Mamah Dewi begitu ceria dan ramai pembawaannya. Sementara Mamah Risna easy going dan ramah seperti yang terlihat sebelumnya. Entahlah apa saya sama seperti yang mereka bayangkan sebelumnya, semoga kesan saya baik juga di mata mereka, Aamiin. 

restoran remboelan margo city depok - sumber : remboelan.com
sumber foto : remboelan.com

Bertemu dengan keduanya, jujur rasanya saya seperti bertemu teman-teman lama saja (tentunya teman yang lebih senior dari saya). Berasa sudah kenal lama sebelumnya dan pembicaraan mengalir lancar juga hangat. Ah, inilah kerennya ngeblog. Kita bisa ‘terhubung’ dengan orang-orang yang tadinya stranger. Sedikit banyak saya mengenal mereka dari cerita-cerita dalam blog mereka, juga saat mengobrol di chat maupun zoom dan kini bertemu langsung.

Diskusi kami pun berjalan tak lupa membicarakan MGN, hingga rencana-rencana yang ada di benak saya selanjutnya dan juga bahkan mengenai tantangan MGN bulanan. Saat itu malamnya mau ada pengumuman juara bulanan lho, tapi keduanya nggak coba nanyain siapa yang juara, hahaha. Mungkin karena ngga begitu penting waktu itu. Yang penting akhirnya bisa mengobrol langsung. 

Kedatangan Mamah Guest 

Sampai juga akhirnya membicarakan Mamah Irene yang juga kerabat dari Mamah Risna. Mereka ternyata sudah belasan tahun tidak bertemu langsung. Tak terlintas sama sekali bahwa hari itu akan ada Mamah lain bergabung, sampai ternyata Mamah Irene tiba-tiba sudah hadir di meja kami. 

Wow! Hari itu ternyata nggak cuma hari kopdar sama dua Mamah ini, tapi juga jadi momen reuni dua emak blogger/sepupuan yang nggak bertemu sejak sebelum menikah. Agak terhura juga sih melihat momen ini langsung, hihi. Ketemuan saudara lama pastinya lebih ‘dalam’ rasanya dibanding kopdar sama sohib online. 

Mamah Irene sendiri cukup ramai dalam mengajak kami mengobrol. Bahasan dari arsitektur hingga parenting kami obrolkan. Ternyata Mamah Irene sudah kenyang makan makanan Indonesia semingguan itu sehingga ia memesan makanan yang menghangatkan perut. Sama lho, saya kenal Mamah Irene dari cerita-cerita dalam blognya juga. Lucunya, selagi mengobrol saya kadang teringat juga sebagian hal yang ia sudah ceritakan dalam blog, ia ceritakan pula di obrolan saat itu. 

Ngobrol Hingga Sore

Nggak terasa, 2 jam sendiri sudah lewat sejak Mamah Irene ikut bergabung. Saya jadi tahu lebih banyak nih mengenai ketiganya, tentang kampus dan tentang parenting juga pendidikan anak. Bahkan tentang acara ITB Motherhood Goes to Campus yang dihadiri Mamah Dewi juga. Dari point of view dan pengalaman mereka masing-masing dan di region sendiri-sendiri. Beberapa jam saja rasanya jadi wawasan bertambah banyak. Beginikah mungkin kalau ngumpul sama Mamah gajah? Wawasan jadi otomatis meluas sambil ngobrol. 

Namun ada satu hal yang saya ingat banget perkataan Teh Dewi sore itu pada kami terkait obrolan mengenai komunitas blogging dan komunitas di kampus; 

“Coba deh di cari tahu, ada nggak komunitas alumni blogging di kampus lain? (Sepertinya) nggak ada (seperti MGN).”

Kata Mamah jurusan Arsitektur 1989 ini dengan yakin. 

Wah, saya tuh ngga pernah mikir seperti ini sebelumnya. Pikiran saya 3 tahun lalu mengajak ada MGN sesederhana memperluas pertemanan saja. Iyakah demikian? Keren ya kalau memang benar begitu, hihi. 

Jam sudah sampai ke pukul 5 sore. Saya dan Mamah Dewi pun pamit lebih dulu. Sambil pamit, saya berpikir kapan lagi bisa ketemu ya? Karena kami berempat aslinya tinggal di belahan dunia berbeda. Who knows? Siapa tahu momen berikutnya lebih ramai dan lebih seru lagi. 

Yuk siapa tahu mamah yang lain yang baca tulisan ini bisa ikutan juga. Bagaimana menurut Mamah mengenai kopi darat blogger dan kopdar MGN

Andina Rezki
Andina Rezki
Articles: 18

2 Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *