Nutrisi sebagai Perisai Pandemi Covid-19

Pandemi Covid-19 masih berlanjut hingga masuk ke tahun ke-2 dan kondisinya belum juga mengalami perbaikan. Seperti yang kita ketahui bahwa sistem kesehatan di negara ini sudah mulai kolaps, tenaga kesehatan dan fasilitas semakin berkurang. Kondisi ini tidak sebanding dengan jumlah pasien yang terkonfirmasi hingga pasien dengan kondisi buruk. Dalam situasi seperti ini, jelas sekali bahwa kita tidak bisa mengandalkan para tenaga kesehatan ini untuk mengupayakan penurunan pandemi Covid-19. Segala upaya harus kita lakukan untuk menjadi perisai Pandemi Covid-19. Selain 5M yang selalu digaungkan oleh pemerintah, ada hal mendasar yang bisa kita usahakan adalah menyediakan nutrisi terbaik untuk keluarga di rumah. Mengapa nutrisi sangat berperan sebagai “Perisai” menghadapi Covid-19?

Melihat situasi pandemi saat ini, selain mengaji hubungan status gizi dan tingkat keparahan akibat infeksi virus Covid-19, banyak sekali penelitian dunia yang mengaitkan peran nutrisi terhadap penguatan sistem imunitas tubuh dalam rangka pencegahan dan percepatan penyembuhan Covid-19. Di Indonesia, Kementerian Kesehatan merangkum panduan nutrisi dalam “Panduan Gizi Seimbang Pada Masa Pandemi Covid-19”.

Sumber: Panduan Gizi Seimbang Pada Masa Pandemi Covid-19

Berikut beberapa poin penting yang saya rangkum dari dokumen ini.

Makan Makanan Bergizi Seimbang

Gizi seimbang adalah susunan pangan sehari-hari yang mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh serta memperhatikan prinsip keanekaragaman pangan, aktifitas fisik, perilaku hidup bersih, dan juga mempertahankan berat badan normal untuk mencegah masalah gizi.

Kementrian Kesehatan, 2014

Sumber: Kementerian Kesehatan RI

Jika melihat definisi di atas, maka untuk konsumsi sehari-hari, Mamah bisa mengupayakan untuk menerapkan isi piring makan yang sesuai dengan anjuran di atas, yaitu menyediakan makanan pokok lokal sebagai sumber karbohidrat, seperti nasi, jagung, kentang dan umbi-umbian. Selain itu, Mamah bisa melengkapi lauk pauk sumber protein hewani dan nabati, menyediakan sayur dan buah dalam jumlah yang cukup. Badan kesehatan dunia (WHO) menganjurkan konsumsi sayuran dan buah-buahan untuk hidup sehat sebanyak 400 g per orang per hari, yang terdiri atas 250 g sayur dan 150 g buah.

Membatasi Konsumsi Gula, Garam, dan Lemak

Konsumsi gula lebih dari 50 g, natrium lebih dari 2000 mg, dan lemak lebih dari 67 g dapat meningkatkan risiko hipertensi, stroke, diabetes, dan serangan jantung.

Peraturan Menteri Kesehatan No 30 tahun 2013 tentang Pencantuman Informasi Kandungan Gula, Garam dan Lemak serta Pesan Kesehatan untuk Pangan Olahan dan Pangan Siap Saji.

Sumber : https://hellosehat.com/nutrisi/fakta-gizi/nama-lain-gula-pada-kemasan/

Konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih dapat meningkatkan risiko penyakit yang bisa memperparah infeksi Covid-19.

Minum Air Putih Minimal 8 Gelas Sehari

Mamah, jangan lupa bahwa air merupakan salah satu zat gizi makro esensial yang dibutuhkan oleh tubuh. Minum air putih sebanyak 8-10 gelas sehari akan membantu metabolisme, mengatur suhu tubuh, dan menjadi media transportasi zat gizi serta pembuangan sisa metabolisme.

Melakukan 5 Langkah Penting Keamanan Pangan

Tidak hanya saat pandemi Covid-19, 5 Langkah Penting Keamanan Pangan ini harus dilakukan agar terhindar dari penyakit yang ditularkan melalui perantara makanan.

5 Langkah tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Cuci bersih tangan dengan sabun di air mengalir dan cuci bahan makanan yang akan diolah.
  2. Pisahkan penyimpanan serta bedakan pisau dan talenan untuk bahan makanan mentah dengan makanan matang.
  3. Memasak dengan benar dan matang, terutama bahan makanan protein hewani.
  4. Menyimpan makanan matang pada suhu yang tepat dan aman.
  5. Gunakan air dan bahan baku yang aman.

Penuhi Kebutuhan Vitamin dan Mineral melalui Asupan Sayur dan Buah

Jika membahas tentang sayur dan buah, Mamah pasti sudah paham betul bahwa sumber makanan ini mengandung banyak vitamin dan mineral yang dapat berfungsi sebagai antioksidan. Sayur dan buah yang dikonsumsi bisa sayur dan buah lokal yang ada di sekitar kita atau Mamah bisa menanam sendiri sayuran di halaman rumah. Kita bahas lebih dalam yuk, hubungan antara vitamin-vitamin dengan imunitas dan infeksi Covid-19.

Sumber: Kementerian Kesehatan RI
  1. Vitamin A
    Vitamin A berperan dalam mengatur sistem kekebalan tubuh serta memberikan perlindungan terhadap infeksi dengan menjaga permukaan kulit dan mukosa. Selain itu, vitamin A berperan dalam mendukung aktifitas fagositik dalam sistem imunitas tubuh.
  2. Vitamin B
    Group vitamin B sangat berperan dalam mendukung aktifitas sel NK dalam mekanisme melawan virus.
  3. Vitamin C
    Vitamin C berperan cukup besar dalam imunitas. Vitamin C dibutuhkan dalam pembentukan kolagen yang berperan untuk menjaga kekuatan sel epitel termasuk saluran pernapasan.
  4. Vitamin D
    Vitamin D sangat berperan dalam imunitas tubuh karena menjaga lapisan epitel terutama pada saluran pernapasan dan bisa menginduksi produksi protein antimikroba.
  5. Vitamin E
    Vitamin E berfungsi sebagai antioksidan yang berperan menetralkan radikal bebas di dalam tubuh.
  6. Zinc
    Zinc berperan dalam membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan membantu penyembuhan luka.

Tambahan untuk Mamah, jangan lupa untuk tetap bugar dengan rutin berolahraga dan melakukan aktivitas yang menyenangkan agar Mamah tetap sehat. Selanjutnya, jangan patah semangat menyiapkan asupan yang baik di rumah ya, Mah.

Dimulai di rumah oleh Mamah.

credit: featured image by congerdesign from Pixabay

Default image
Rahma Maryama
Articles: 2

4 Comments

  1. Trimakasih atas informasinya, Mba Rahma. Serta sudah mengingatkan utnuk tetap semangat menyiapkan asupan buat pak suami dan anak dengan baik. *karena kadang malas melanda ehehehe

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: