5 Film Dokumenter Rokok Sebagai Pengingat Kenapa Kamu Harus Peduli Hari Tanpa Tembakau Dunia

Seorang anak berusia 6 tahun duduk di sofa panjang berwarna biru bersama seorang laki-laki dewasa. Anak tersebut asik mengisap rokok sementara laki-laki berkebangsaan Eropa tersebut menatapnya dengan takjub dan bertanya dengan aksen Inggris yang kental, “Berapa (banyak) setiap hari?”.

“Dua”, jawab anak itu. Ia menghisap rokok kreteknya dengan santai. Tanpa canggung anak ini merokok seperti orang dewasa.

“Kamu mau berhenti? Kamu tahu rokok itu tidak baik”, nasehat laki-laki tersebut yang hanya dijawab senyuman oleh anak bernama Maulana itu.

“Ini sudah berkurang. Dulu 1 Pak per hari”, ibu dari Maulana menceritakan tentang kebiasaan anaknya tersebut. Ia merokok sejak usia 2 tahun. Laki-laki itu tertegun. 

Ini bukan cerita karangan. Percakapan di atas adalah salah satu adegan dalam film dokumenter tentang rokok dan anak di Indonesia yang diproduksi sebuah kanal berita Inggris. Mengerikan, namun itu nyata. 

Pada hari ini di tahun 1987, WHO menetapkan Hari Tanpa Tembakau Dunia untuk memperingatkan masyarakat dunia bahwa rokok dan bahayanya adalah ancaman yang nyata. Penyakit terbanyak akibat rokok adalah kanker yang sayangnya bisa diidap oleh mereka yang perokok pasif. Tak dipungkiri pandemi selama 2 tahun belakangan menjadi topik hangat kesehatan namun mari tidak lupakan ancaman besar rokok yang masih terus menghantui dan menggerogoti populasi Indonesia. 

Berikut adalah 5 film dokumenter rokok berisi informasi yang lebih dari sekedar “rokok berbahaya” dan mungkin bisa jadi alarm untuk kita agar lebih peduli tentang pentingnya menjauhkan keluarga kita dari keburukan ini.

5 Film Dokumenter Rokok Yang Patut Ditonton

Indonesia’s Tobacco Children

Adegan di awal artikel merupakan potongan dari film yang diproduksi oleh Unreported World pada tahun 2012. Duuh menonton ini membuat saya gemas sekaligus sedih terutama melihat anak-anak yang disorot. Dalam film berdurasi 20 menitan ini kita diajak melihat lebih jauh tentang bagaimana anak Indonesia malah menerima efek dari iklan rokok alih-alih target utama iklan tersebut yaitu remaja. Pendek namun sarat informasi penting. Salah satunya tentang pembelian saham rokok Indonesia oleh raksasa tembakau dunia Barat. Silakan tonton film ini melalui kanal Youtube.

Salah satu adegan Indonesia’s Tobacco Children

80 Million A Day

Film dibuka dengan memberitakan tentang kampanye marketing yang digunakan oleh perusahaan rokok di Indonesia. Bukan sebuah rahasia lagi iklan rokok bertebaran dengan pesan tersirat maupun tersurat dan dikemas dengan kualitas tinggi, bahkan mereka mensponsori kegiatan olahraga dan menyokong beasiswa. Akses film produksi ABC Australia tahun 2009 di kanal Youtube Journeyman’s TV.

80 Million A Day – Journeyman’s TV

Jeffrey Wigand: The Big Tobacco Whistleblower

Jika pernah menonton film The Insider, maka ini adalah rekaman wawancara yang menginspirasi film tersebut. Jeffrey Wigand adalah seorang dokter kepala peneliti di sebuah perusahaan rokok terkenal Amerika yang menceritakan tentang pelanggaran berbahaya yang dilakukan oleh perusahaan tersebut. Ia kemudian menjadi target incaran perusahaan yang berusaha menghancurkan namanya. Durasi dokumenter ini sepanjang 29 menit, bisa diakses di Youtube.

Jeffrey Wigand: The Big Tobacco Whistleblower

Smoking Epidemic 

Ini adalah salah satu seri dari serial dokumenter berjudul Late Lessons From Early Warnings.  Film ini menceritakan tentang sejarah asal kampanye marketing rokok di Amerika yang diawali dari propaganda kesetaraan gender. Sebuah film yang menarik dan menggambarkan bagaimana awal mulanya industri rokok selalu menggunakan kampanye marketing “terbaik” untuk menarik hati target marketnya. Bisa diakses melalui website Culture Unplugged.

Suasana pabrik rokok (Smoking Epidemic)

The Tobacco Conspiracy

Bagaimana raksasa industri rokok saling terhubung? Bagaimana perusahaan mereka bisa terus melakukan penjualan walaupun bahaya nikotin sudah diteliti dan diketahui? Silakan tonton melalui dokumenter ini melalui kanal Youtube Best Documentary.

Bagan industri tembakau (The Tobacco Conspiracy)

Penutup

Itulah 5 film yang menurut saya lebih dari cukup untuk menjadi pengingat bahwa perang melawan keburukan ini bukanlah hanya kewajiban segelintir pihak saja. Kita bisa jadi agen perubahan di lingkungan kita dengan berbagai kapasitas yang kita bisa. Sesederhana mencari informasi melalui bacaan maupun menonton film dokumenter seperti ini dan bagikan kepada mereka yang perlu mengetahui atau diingatkan lagi tentang informasi ini.

Jangan pernah bosan mengingatkan kebaikan. Karena bisa jadi suatu saat pengingat kita bisa menyelamatkan hidup satu orang di dekat kita bahkan mungkin bisa memperbaiki generasi ke depan. 

Adakah film dokumenter rokok lain yang bisa ditonton dan apakah sudah siap mengambil bagian dalam Hari Tanpa Tembakau Dunia 2022 ini, mah? Yuk bagikan di komentar.

Patricia Herdita
Patricia Herdita
Articles: 3

10 Comments

  1. Pas banget tadi di grup ngomongin ga tahan asap rokok. Tapi dilema juga ya, devisa negara banyak dari tembakau nih, kalau ga laku ntar ga ada pemasukan dong. Eh tapi harusnya tembakau nya dijual ke negeri lain ajaaa, biar Indonesia bebas polusi asap rokok dan tetap dapat devisa, hehehe…

    • Itulah kak, ironisnya adalah mereka memberi uang ke negara.
      Makanya negara ga bisa melarang juga. Paling mentok ngasih info tentang bahayanya dan pilihan dikembalikan ke tangan rakyat masing-masing. Sedih..

  2. Aduh aku bacanya miris banget, terutama yang anak kecil dari 2 tahun dah ngerokok. Bisnis rokok di Indonesia ini memang dilema, ngeri-ngeri sedep, karena urusannya duit. Pajak dan devisa, gede banget dari rokok, belum lagi tenaga kerja banyak banget di industri rokok.

    Jadi ingat dari dulu KMPA ITB bolak balik ditawarin buat papan panjat, tapi sponsornya rokok, kita ga mau hehe

    • Iya. Aku selalu sedih sekaligus marah mengingat ini. Makanya kita yang harus bergerak mandiri memberikan peringatan ke lingkungan terdekat agar jauh dari bahaya rokok.

      Oh ya mereka memang selalu ingin mensponsori apapun ya kan. Good for KMPA ITB pegang teguh prinsip..

  3. Dulu sampe pernah berniat pengen jadi insinyur pertanian. Mau spesialisasi bidang tembakau. Mau nyari pemanfaatan lain dari tembakau, gitu. Yang sama-sama membuka banyak lapangan pekerjaan, idealnya… Semoga lekas ada… 😉

    • Aamiin teh..
      Sebetulnya mungkin ada ya teh pemanfaatan lain tapi kalah gaungnya dari brand raksasa rokok..

  4. Saya sudah pernah menonton 2 judul dari yang Mamah Patricia sebutkan. Deg-deg-nyesss ya. 🙁

    Papah saya adalah salah satu contoh orang yang meninggal di usia 49 tahun (relatif cukup muda untuk usia kematian) karena kecintaannya pada rokok. Ya, beliau menderita kanker paru-paru stadium 4. Waduh sehari bisa sampai beberapa packs, ya Allah, dan itu suliiit sekali untuk diubah. Kami sekeluarga akhirnya nyerah ngasih tahunya. Selain terganggu dengan asap, takut Papah sakit, juga karena bikin uang bulanan super mepet. 🙁

    Belajar dari bad habits Papah, adik-adik saya yang cowok, SAMA SEKALI GAK MAU menyentuh rokok, even hanya untuk sosial (ngisep sebatang saat kumpul-kumpul).

    • Nontonnya gemes sekaligus sedih teh.

      Ya Allah.. turut berduka cita teh.. Semoga alm. ayah husnul khotimah.

      Iya teh, mari kita ajak keluarga dan lingkungan terdekat untuk selalu jauhi rokok.. semangat!

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.